Cerita Cinta Laura Jadi Korban Perundungan, Butuh 8 Tahun Untuk Memaafkan

Ia sempat meninggalkan Indonesia untuk kabur dari masa remaja yang kelam

Penyanyi dan aktris Cinta Laura mengenang masa lalunya yang pernah jadi korban perundungan saat berumur 12 tahun. Saat itu, ia kerap mendapat respons kurang mengenakkan soal aksen bicaranya yang mencampurkan bahasa Indonesia dengan logat Inggris.

Advertisement

Dirinya yang memang lahir dari keturunan Jerman Indonesia tidak menyangka bahwa keunikannya itu malah berujung pada perundungan. Ia juga kesal karena aksen khasnya malah dijadikan bahan lelucon bahkan sampai diparodikan ke dalam sebuah lagu.

“Kata mereka waktu itu ‘Kenapa sih (pakai) bahasa Inggris? Kan Cinta di Indonesia?’ Aku tahu sebagian dari kalian nggak punya niat bully sama sekali,” kata Cinta Laura, dikutip dari YouTube PUELLA ID.

Cinta Laura terpukul dengan perundungan itu dan sempat ingin meninggalkan dunia hiburan

Cinta Laura

Cinta Laura | Credit: Instagram @claurakiehl

Meskipun ia sadar sebagian orang mungkin tidak berniat merundungnya, tetap saja perlakuan yang kurang mengenakkan itu telanjur mempengaruhi kondisi mental Cinta. Apalagi dengan kondisinya yang masih di bawah umur, Cinta belum paham betul bagaimana cara mengendalikan diri.

Advertisement

“Itu membuat aku sempat hampir berhenti dari dunia entertainment,” ujar Cinta Laura saat jumpa pers virtual peluncuran gerakan #ActofLove #AoLKiehlers, Senin (14/2)

Nama Cinta Laura melambung berkat jargon ‘udah hujan, nggak ada ojek’ yang pernah ia lontarkan saat membintangi salah satu sinetron. Akibatnya, Cinta di-bully secara verbal oleh teman-teman sekolahnya.

Advertisement

I was verbally bullied in high school (aku dirundung secara verbal saat SMA). Never physically bullied (nggak pernah dirundung secara fisik), tapi verbal bullying-nya itu parah sekali. Sampai kalau misalnya jalan melewati daerah kakak kelas, aku harus menunduk. I was so scared, they screamed something (aku sangat takut karena mereka meneriakkan sesuatu),” ungkap Cinta, dikutip dari tayangan podcast di YouTube Gofar Hilman.

Aksen campuran Cinta juga terdengar jelas dalam lagu-lagunya saat itu. Seperti dalam lagu You Say Aku dan Guardian Angel. Perundungan tersebut membuatnya tidak bahagia dan kurang bersyukur meskipun banyak orang menyukai lagu-lagunya.

Cinta Laura butuh 8 tahun untuk berdamai dengan diri sendiri dan kenangan pahit masa lalu

Cinta Laura

Cinta Laura | Credit: Instagram @claurakiehl

Momen saat Cinta mulai menata lagi kehidupannya adalah ketika ia pindah ke Amerika Serikat. Saat itu umurnya masih 13 tahun dan berniat berlajar akting di sana.

Namun, Cinta pernah mengakui bahwa alasan sebenarnya di balik kepergiannya ke negara tersebut adalah ingin kabur dari masa remaja yang kelam. Ia pun merasa kurang dihargai baik secara karya maupun pribadi.

“(Aku) kabur dari perasaan menyakitkan yang aku rasakan selama bertahun-tahun di masa remajaku. Sempat aku berpikir, untuk apa aku ada di sebuah negara yang ingin menjatuhkanku, menjelekkanku, dan tidak mau berusaha melihat value (nilai) yang ada di diriku,” ungkap Cinta Laura, dikutip dari YouTube PUELLA ID.

Seiring berjalannya waktu, Cinta mulai mengubah pola pikirnya. Pelantun Markisa ini menyadari bahwa ia tidak bisa mengontrol perilaku orang lain. Dengan berfokus pada diri sendiri, perlahan ia mulai memaafkan masa lalunya itu.

“Saat aku tinggal di US (Amerika Serikat), aku berusaha memaafkan dan juga menyadari bahwa aku tidak bisa mengontrol reaksi orang lain. Aku terus berfokus agar bisa nggak hanya membanggakan diri aku sendiri melainkan bisa bermakna untuk orang lain,” kata Cinta Laura.

Setelah merelakan masa lalu, Cinta Laura makin menikmati perjalanan kariernya

Karier Cinta Laura

Karier Cinta Laura | Credit: Instagram @claurakiehl

Kepulangannya ke Indonesia tahun 2019 silam membuka lembaran baru untuk kehidupan Cinta Laura. Ia kembali merilis lagu baru, aktif di berbagai kegiatan sosial, hingga didaulat sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh pemerintah.

Menurutnya, banyak perubahan positif yang terjadi dalam diri dan kariernya semenjak kepulangan itu. Perubahan itu bisa terjadi karena Cinta sudah lebih dewasa secara mental dan tidak punya perasaan negatif akan masa lalunya lagi.

Nah, perjalanan Cinta Laura ini bisa kita jadikan pelajaran bahwa bullying itu punya dampak yang membekas dalam hidup setiap korbannya. Butuh waktu yang lama juga untuk menyembuhkan luka yang telanjur tergores itu.

Meskipun pada akhirnya, mereka akan tumbuh jadi pribadi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Jadi, be kind with your words, ya!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE