Denada Kenang Titik Terendah saat Perjuangkan Kesembuhan Anak: Tak Berdaya Dibuatnya

Ada pepatah yang mengatakan “badai pasti berlalu” untuk memberi pelajaran kalau permasalahan dalam hidup manusia nggak selamanya menghantam dirinya. Semua itu  pasti ada akhirnya. Seperti yang tengah direfleksikan oleh penyanyi Denada Tambunan saat mengenang perjuangannya mengurus sang putri, Aisha Aurum yang mengidap Leukimia tahun 2018 lalu. Penyakit tersebut membuat Denada harus memboyong putrinya ke Singapura untuk mendapatkan pengobatan terbaik.

Advertisement

Kini Aisha memang sudah dinyatakan sembuh dari kanker darah tersebut. Dalam unggahan terbarunya, Denada mengenang masa-masa sulit itu dan apa makna hidup yang bisa dia petik dari sana.

Denada kenang berada di titik terendah saat perjuangkan kesembuhan sang putri

Melalui Instagram pribadinya pada Senin (2/1) lalu, Denada mengunggah kompilasi video yang dia ambil dalam kurun waktu 2018-2019. Mengingat Aisha Aurum divonis mengidap leukimia pada pertengahan 2018 lalu, bisa dibilang video tersebut diambil saat awal-awal masa pengobatan Aisha di Singapura.

Advertisement

Lima tahun berlalu sejak kejadian itu, Denada kembali mengenang lika-liku yang ia lalui selama mengurusi sang putri di rumah sakit. Lima tahun terakhir itu dia gambarkan sebagai masa terpenting dalam hidup Denada di mana banyak air mata yang tumpah saat menjalaninya. Denada menuliskan seluruh kehidupannya yang awalnya tenang dan nyaman tiba-tiba berubah total hanya dalam sekejap.

“Situasi-situasi yang membuatku nyaman dan ajeg, tiba-tiba hilang. Hal-hal yang kupikir kekuatanku, diambil dariku. Kalimat-kalimat yang dulu dengan lantang kuucapkan, tiba-tiba bahkan tak mampu kubisikkan. Semua yang kukenal dari diriku, tiba-tiba kupertanyakan,” tulis Denada.

Situasi tersebut membuat Denada merasa nggak berdaya dan berada di titik paling rendah dalam hidupnya.

Advertisement

Namun, akhirnya Denada bisa menghadapi titik kelam itu. Ia mengatakan kekuatannya berasal dari Tuhan semata

Denada kenang perjuangan di Singapura

Denada kenang perjuangan di Singapura | Credit: Instagram @denadaindonesia

Sebagai manusia yang sangat terbatas, wajar merasa pesimis menjalani hidup ketika dihadapkan dengan kenyataan yang tak diharapkan. Setiap langkah terasa berat, setiap usaha rasanya tak kunjung berhasil. Denada pun mengalami hal serupa saat itu. Ia memupuk kembali sedikit demi sedikit semangat hidupnya. Bahkan Denada harus menghentikan tangisnya agar Aisha nggak melihat kesedihan dari Denada.

Namun di balik itu, Denada mengungkap kekuatannya untuk menghadapi situasi sulit itu bukanlah berasal dari dirinya sendiri, melainkan kuasa Tuhan. Tuhan memampukannya untuk tetap kuat memperjuangkan kesembuhan Aisha.

“Tidak ada sedikit pun yang bisa kubanggakan dari diriku. Karena tidak ada secuilpun kekuatan yang milikku. SEMUANYA hanya karena pertolongan ALLAH SWT. ALLAH SWT tutupi keburukanku. Karena belas kasih ALLAH semata. Karena kebaikan ALLAH semata,” lanjutnya.

Denada mendoakan siapapun yang tengah berjuang untuk kesembuhan orang yang mereka cintai

Denada kenang perjuangan di Singapura

Denada kenang perjuangan di Singapura | Credit: Instagram @denadaindonesia

Bagi Denada, berat rasanya melihat orang yang kita cintai terbaring lemah karena sakit. Ujian tersebut semakin berat karena sebagai orang yang merawat, kita dibuat nggak berdaya. Untuk itu, Denada mendoakan semua orang yang saat ini tengah berjuang untuk kesembuhan orang yang mereka cintai. Denada berharap pertolongan Yang Maha Kuasa selalu menyertai mereka, menjamah setiap orang lewat tangan-tangan orang baik di sekitar mereka. Hingga akhirnya, tercipta kesembuhan yang sudah dinanti-nantikan.

“Salah satu hal terberat yang bisa terjadi dalam hidup adalah di saat orang yang kita cintai terkena ujian sakit. Sungguh, tidak berdaya dibuatnya. Aku mendoakan, untuk siapapun yang saat ini yang sedang berjuang karena diberikan ujian sakit, dan siapapun yang sedang berjuang karena yang tercinta sedang sakit, semoga ALLAH SWT limpahkan seluruh pertolongan-Nya, dari segala penjuru, dengan segala cara, lewat berbagai tangan, sehingga perjuangan akan berbuah manis, yaitu kesembuhan yang tercinta. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Terimakasih ku untuk semua yang sudah memberikan doanya tanpa henti, kebaikannya, supportnya, yang sudah menolong kami di masa2 terberat hidup kami,” tutup Denada.

Sebelumnya, Aisha Aurum divonis mengidap kanker darah atau Leukemia saat dia berumur 5 tahun atau pada tahun 2018 lalu. Sejak saat itu, putri semata wayang Denada ini menjalani perawatan medis di National University Hospital, Singapura.

Dalam tayangan ROSI di Kompas TV (18/7/2022), Denada membeberkan gejala awal Leukimia yang diderita Aisha. Awalnya, Aisha mengalami demam tinggi yang tak biasa. Sempat turun saat minum obat, demam Aisha kembali tinggi. Kekhawatiran Denada pun semakin kuat saat melihat ada memar-memar biru di sekujur tubuh Aisha yang kian bertambah setiap hari. Setelah diperiksa ke dokter dan melakukan cek darah, dokter mengatakan memar biru itu disebabkan oleh kadar trombosit dalam tubuh Aisha sangat rendah. Sejak saat itu, Aisha dirujuk ke dokter ahli darah dan mendapat penanganan di Singapura.

Denada pun selalu mendampingi setiap tahapan proses pengobatan yang dijalani sang putri, salah satunya kemoterapi. Aisha Aurum diketahui menyelesaikan seluruh tahapan kemoterapinya pada tahun 2021 dan dinyatakan sembuh total pada Juli 2022.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Writing...

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE