Maudy Ayunda Lulus S2 dari Stanford University, 3 Poin Didikan sang Ibu Kembali Jadi Perbincangan

Didikan Ibu Maudy Ayunda

Maudy Ayunda, artis berbakat ini kembali jadi sorotan lantaran berhasil merampungkan pendidikan S2 di Stanford University. Bahkan ia lulus dengan meraih dua gelar sekaligus. Sebelumnya, ia mengantongi gelar sarjana dari Oxford University dengan predikat cumlaude. Di balik riwayat pendidikannya yang mengagumkan, didikan orangtua ternyata sangat berpengaruh besar.

Advertisement

Baru-baru ini, video wawancara sang ibu di masa silam kembali jadi perbincangan. Dalam video itu, Mauren Jasmedi membagikan cara mendidik kedua putrinya, Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa. Ada tiga poin didikan yang selalu diterapkannya selama ini, sehingga Maudy tumbuh menjadi anak yang penuh talenta baik di dunia hiburan maupun pendidikan.

Tanamkan soal kemandirian, orangtua Maudy sampai melarangnya untuk menyuruh pembantu rumah tangga

Sejak kecil, Maudy dan adiknya selalu diajarkan untuk mandiri. Mauren mengaku menanamkan kemandirian pada anak-anaknya sedini mungkin. Ia melarang kedua buah hatinya menyuruh pembantu rumah tangga demi kepentingan pribadi. Jadi, apa pun yang menjadi tanggung jawab Maudy, maka ia harus mengerjakannya sendiri.

Advertisement

“Saya kepingin anak mandiri, sedini mungkin mandiri. Makanya tante dulu walaupun punya pembantu, tante gak ngebolehin anak-anak menyuruh pembantu ‘Ambil minum’ atau ‘Mbak ambilin tas aku,” terang Mauren, dinukil dari YouTube Narasi.

Mulai dari hal-hal sederhana itulah, Mauren berusaha mengajarkan soal kemandirian. Ia akan marah bila Maudy menyuruh orang lain untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya jadi tanggung jawabnya. Selain itu, Mauren punya satu lagi cara tegas agar Maudy belajar untuk mandiri.

Sedari awal, ibunya sudah mewanti-wanti akan berhenti membiayai pendidikan Maudy saat ia berumur 22 tahun

Advertisement

Nggak cuma melarang Maudy menyuruh pembantu rumah tangga, Mauren pun berhenti membiayai pendidikan sang anak.  Ketika Maudy sudah menginjak umur 22 tahun, semua biaya pendidikan harus ditanggungnya sendiri. Alhasil, Maudy memahami pentingnya belajar. Pun ia berusaha untuk berprestasi agar mudah mencari pekerjaan nantinya.

“Dari sisi kemandirian juga tante bilang ‘Mama biayain kamu sekolah sampai umur 21 tahun lo ya. Setelah itu kamu harus bisa cari uang sendiri. Jangan minta lagi sama mama,” tegas Mauren.

Sedikit memberi kelonggaran, Mauren akan tetap membiayai pendidikan Maudy selama setahun bila di umur 22 tahun ternyata ia belum punya penghasilan. Pola asuh Mauren ini ternyata cukup efektif karena Maudy akhirnya belajar dengan giat di sekolah. Maudy berusaha mendapatkan nilai yang bagus supaya masuk ke universitas terbaik di dunia. Bila latar belakang pendidikannya tinggi, Maudy bisa mencari pekerjaan dengan mudah.

Maudy juga dididik untuk bertanggung jawab dan gemar berbagi dengan orang-orang di sekitar

Selain kemandirian, Mauren mendidik Maudy menjadi anak yang sadar akan hak dan kewajibannya. Bagi Mauren, tanggung jawab itu penting ditanamkan karena Maudy memiliki peran sebagai anak dan manusia sejak ia dilahirkan. Jadi, Maudy harus paham perannya tersebut.

“Dan ketiga adalah semangat berbagi. Saya selalu bilang sama anak-anak, mau sehebat apapun kalo hidup kamu tidak bermanfaat buat orang lain, itu gak penting,” pungkas Mauren.

Lebih lanjut, Mauren juga megajarkan soal semangat berbagi. Menurutnya, orang hebat tak akan berarti apa-apa bila tak bermanfaat untuk orang lain. Makanya, ia selalu menekankan pada Maudy untuk berbagi. Nggak heran kalau Maudy memliliki yayasan sendiri dengan program beasiswa untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, ya. Panutan~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE