Dispatch Ungkap Lee Seung Gi Tak Terima Gaji dari Agensi Selama 18 Tahun Bekerja

Penyanyi dan aktor kenamaan Korea Selatan Lee Seung-gi sedang menjadi sorotan publik, lantaran kabar bahwa ia nggak dibayar oleh pihak agensi selama belasan tahun bekerja. Hal ini membuat publik terutama penggemar heboh dan penasaran bagaimana bisa sang idola nggak dibayar selama bergabung dalam agensi.

Advertisement

Apalagi Lee Seung-gi dikenal sebagai selebritas multitalenta, karya-karyanya di industri musik dan aktingnya di film dan drama pun nggak diragukan lagi. Dugaan penggelapan uang dan sang aktor yang jadi korban gaslighting pun mencuat, usai media lokal Korea Selatan Dispatch mengungkap ke publik bahwa Lee Seung-gi nggak dibayar oleh Hook Entertainment selama 18 tahun bekerja.

Berawal dari pesan salah kirim soal keuntungan produksi lagu, Lee Seung-gi mulai curiga dengan agensi

Lee Seung Gi 18 tahun tak dibayar

Potret Lee Seung-gi | Foto dari Instagram Lee Seung-gi

Baru-baru ini, Hook Entertainment digeledah oleh pihak kepolisian atas dugaan penggelapan dana dan penipuan. Kemudian nggak lama setelahnya, Lee Seung-gi menagih transparansi keuangan selama 18 tahun kariernya bersama agensi tersebut.

Berdasarkan laporan Dispatch yang dirilis pada Senin (21/11) kemarin, diungkap bahwa Lee Seung-gi sama sekali nggak menerima bayaran untuk kariernya di industri musik. Hal ini diketahui saat Lee Seung-gi mendapat pesan salah kirim pada 29 Januari 2021 mengenai detail keuntungan yang didapat dari penjualan digital lagu The Ordinary Man (2020) dan album The Project.

Advertisement

Pesan tersebut membuat Lee Seung-gi merasa senang karena akhirnya ia mendapat keuntungan setelah cukup lama berkarya di industri musik. Hal itu pun diceritakan Lee Seung-gi pada seorang seniornya yang nggak disebutkan namanya oleh Dispatch.

“Saya sepertinya mendapat untung dari digital sales. Bahkan setelah memproduksi dengan bujet 200 juta Won, saya mendapat untuk 33,6 juta Won,” kata Lee Seung-gi pada sang senior, seperti diberitakan Dispatch.

Advertisement

Kemudian sang senior merasa ada yang nggak beres karena menduga Lee Seung-gi belum dibayar. Padahal penjualan yang diketahui itu sudah lewat tahun. Ternyata, selama ini Lee Seung-gi selalu merasa bahwa dirinya adalah musisi yang gagal, rugi, dan nggak sukses dalam bermusik.

“Itu benar (nggak dibayar). Saya selalu mendengar mereka (agensi) bilang kalau saya penyanyi yang (berpendapatan) minus. Saya selalu rugi,” tutur Lee Seung-gi.

Dari obrolan dengan senior itu, akhirnya Lee Seung-gi menyadari bahwa sebenarnya honornya sebagai musisi cukup besar. Namun, selama ini seolah ia meyakini bahwa ia adalah musisi yang gagal dan selalu rugi.

Lee Seung-gi diprediksi harusnya mendapatkan keuntungan hampir mencapai 10 miliar Won

Berdasarkan data yang didapat Dispatch, Lee Seung-gi seharusnya mendapat keuntungan sebesar 63 juta Won (Rp 740 juta) untuk penjualan digital lagu The Ordinary Man, hingga penjualan album The Project sebesar 170 juta Won (Rp 1,9 miliar). Selain itu, diketahui sepanjang karier bermusiknya sejak 2004, Lee Seung-gi telah merilis 137 lagu, sehingga diprediksi, Lee Seung-gi seharusnya mendapat keuntungan lebih dari 10 miliar Won (Rp 115 miliar).

Dalam 18 tahun terakhir, Lee Seung-gi juga telah merilis 27 album termasuk full album, mini dan single. Sedikitnya ada 100 ribu kopi untuk tiga album pertamanya pada 2004, 2006, dan 2007. Bahkan, pada tahun awal karier ia juga memenangkan penghargaan Rookie of the Year dalam Seoul Music Awards, SBS Gayo Daejeon dan MBC Gayo Daejeon berkat lagu Delete.

Terkait soal kontrak, Lee Seung-gi pertama kali menjalin kontrak dengan Hook Entertainment pada 2004. Mereka sepakat membagi keuntungan 4:6 atau 40 persen untuk artis dan 50 persen untuk agensi. Kemudian kesepakatan berubah pada 2017 menjadi 7:3, tapi Hook meminta Lee Seung-gi bertanggung jawab atas biaya agen dan biaya lain yang harusnya diatasi Hook. Hal itu membuat Lee Seung-gi nggak mendapat keuntungan apa pun karena seluruh biaya produksi semua ia yang menanggung.

Hook Entertainment angkat bicara soal kabar Lee Seung-gi yang tak menerima bayaran

Lee Seung Gi 18 tahun tak dibayar

Potret Lee Seung-gi | Foto dari Instagram Lee Seung-gi

Sebelum Lee Seung-gi angkat bicara soal permintaannya pada agensi terkait transparansi laporan keuangan, Dispatch mencatat bahwa Hook Entertainment sempat merespons permintaan Lee Seung-gi dengan mempertanyakan kapabilitas sang artis.

“Seung-gi, saya tak ingin menyampaikan ini kepada penyanyi agensi ini. Tapi, kamu penyanyi berpenghasilan minus, bagaimana cara kami menghitung seuanya,” kata pihak agensi seperti yang dicatat Dispatch pada Juni 2021.

Pihak Lee Seung-gi sempat tak bisa menuntut penyelesaian karena tanggapan itu. Namun, pada akhirnya tepat 17 November 2022, Lee Seung-gi angkat bicara dan kembali menuntut penjelasan dan transparansi keuangan selama kariernya itu.

Usai laporan Dispatch jadi pembicaraan publik, akhirnya CEO Hook Entertainment Kwon Jin-young buka suara, dan menyampaikan permintaan maafnya pada publik. Namun, ia nggak secara jelas menjelaskan benar atau enggaknya kabar Lee Seung-gi soal bayaran selama 18 tahun itu.

“Baru-baru ini terdapat kabar tak sedap mengenai perusahaan kami dan tentang saya di media.Mengenai itu benar atau tidak, saya minta maaf,” Kata Kwon Jin-young seperti dinukil dari Nesis pada Selasa (22/11).

Lebih lanjut, Kwon Jin-young meminta waktu untuk menyelidiki dan memberikan konfirmasi atas pemberitaan yang beredar. Ia juga berjanji akan bertanggung jawab apa pun hasilnya nanti yang kemungkinan akan diproses secara hukum.

“Meski kami punya kewajiban mengonfirmasi fakta tentang kabar yang beredar di publik, kami meminta pengertian Anda. Kami sedang dalam tahap penyelesaian dan menahan diri tidak mengungkapkan posisi kami karena ada kemungkinan jadi masalah hukum. Saya sudah jelas dan dipastikan bertanggung jawab secara hukun, tanpa mundur,” ungkap Kwon Jin-young.

Hingga saat ini proses penyelidikan Hook Entertainment masih terus menjadi perhatian publik di Korea Selatan, dan para penggemar Lee Seung-gi di berbagai negara. Proses pengungkapan transparansi keuangan dan keuntungan sang aktor pun saat ini menyadi prioritas utama yang ingin diketahui oleh publik.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE