Ernest Prakasa Siap Bongkar Nama Sutradara yang Lakukan Kekerasan pada Kru Perempuan

Kasus kekerasan di industri perfilman baru saja menyeruak dan menjadi sorotan publik. Seorang sutradara disebut-sebut melakukan kekerasan terhadap kru perempuan di lokasi produksi film. Beberapa pihak membeberkan kronologi kejadian dan seruan untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. Salah satunya adalah komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa.

Advertisement

Melalui cuitan di akun Twitternya, Ernest mengungkap adanya kabar seorang sutradara laki-laki melakukan kekerasaan verbal dan fisik terhadap kru perempuan. Ernest juga menjelaskan dirinya memilih untuk menyebut nama pelaku hanya setelah mendapat izin dari korban. Hal ini memicu rasa penasaran publik terkait sutradara yang Ernest maksud.

Ernes Prakasa siap mengungkap nama sutradara yang melakukan kekerasan jika mendapat izin dari korban

Adanya kabar kasus kekerasan di lokasi syuting film ini pertama kali ramai dibicarakan sejak Ernest mengunggah cuitan soal kabar tersebut pada Rabu (31/8) malam. Dalam cuitannya, Ernes mengungkap ada seorang sutradara laki-laki yang melakukan kekerasan pada seorang kru perempuan.

Advertisement

“Ada kabar sutradara laki-laki melakukan kekerasan verbal dan fisik ke kru perempuan,” tulis Ernest.

Saat menulis cuitan itu, tentunya Ernest sudah mengetahui identitas si sutradara yang ia maksud itu. Namun, Ernest memilih nggak mengatakannya pada publik. Ia hanya akan mengatakan nama si sutradara jika mendapat izin dari korban.

Advertisement

“Gue pribadi memilih untuk menyebutkan nama pelaku apabila sudah mendapat izin dari korban. Kita tunggu perkembangan kasusnya,” sambung Ernest.

Cuitan tersebut dibanjiri respons warganet yang penasaran dengan sosok sutradara itu. Banyak yang menyampaikan pendapatnya atas kasus kekerasan itu, hingga banyak pula yang menebak sosok sutradara yang Ernest maksud.

Kronologi kekerasan pada kru perempuan di lokasi syuting diungkap oleh seorang casting director

Sebelum Ernest mengunggah cuitan soal kekerasan terhadap kru film, Juandini seorang Casting Director dan Talent Coordinator mengungkap kronologi adanya kekerasan di lokasi syuting sebuah film yang menimpa anggota timnya. Cerita tersebut diunggah Juandini di Insta Story pada Rabu (31/8) siang.

Juandini mengungkap uneg-unegnya karena nggak terima atas perlakuan seorang sutradara yang melakukan kekerasan pada anggota timnya yang seorang perempuan. Meski nggak menyebutkan nama si sutradara yang dimaksud, tapi Juandini mengungkap bahwa si sutradara bisa menyebut dirinya sendiri sebagai ‘sutradara terganteng’.

“Apa pantas, laki-laki menampar dan mendorong perempuan? Bukan hanya nampar dan dorong, tapi juga teriak-teriak di HT dan microphone dengan kata-kata kasar dan didengar sama ratusan kru dan ekstra di hari itu,” tulis Juandini.

Lebih lanjut, Juandini menceritakan kronologi kejadian kekerasan yang dilakukan oleh sutradara itu. Berawal dari scene pensi yang harus melibatkan ratusan orang, seorang kru dari telco dipanggil oleh si sutradara dengan nada emosi. Ternyata si sutradara nggak suka dengan baju yang telah dipilihkan oleh pihak wardrobe.

Emosi si sutradara semakin meluap-luap ketika kru telco itu mengaku nggak tahu soal baju yang dimaksud. Si sutradara langsung menampar kru telco dan mendorongnya. Nggak hanya mendorong dan menampar kru itu saja, si sutradara mengeluarkan banyak kata-kata kasar dan jorok lewat HT dan microphone yang didengar oleh ratusan orang di lokasi syuting.

Pihak rumah produksi angkat bicara soal adanya kekerasan di lokasi syuting dan memutuskan hubungan kerja dengan pelaku

Ernest uangkap sutradara

Pernyataan Paragon Picture | Foto dari Instagram Paragon

Usai cuitan Ernest dan unggahan cerita Junadini ramai dibicarakan publik, pernyataan resmi dari sebuah rumah produksi Paragon Picture terkait kekerasan di lokasi syuting diunggah di Instagram mereka pada Kamis (1/9) dini hari. Pernyataan tersebut berisi kecaman terhadap tindakan kekerasan di lingkungan kerja dan menyatakan untuk memutuskan hubungan kerja dengan pelaku.

“Sehubungan dengan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang individu, kami mengecam tindakan tersebut dan mengambil langkah tegas untuk memutuskan hubungan kerja dengan individu yang bersangkutan,” isi pernyataan pihak Paragon Picture.

Pihak rumah produksi pun menyatakan berpihak pada korban dan bersedia melakukan pendampingan. Hal ini dilakukan sebagai usaha menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Meski belum menyebutkan nama sutradara, film, dan rumah produksinya, tapi keduanya mengapresiasi keputusan Paragon Picture yang angkat bicara dan mengambil tindakan tegas akan kasus kekerasan tersebut. Bahkan, Ernest dan Juandini turut membagikan pernyataan dari Paragon Picture itu di media sosial mereka.

Saat ini banyak opini dan dugaan warganet yang muncul soal siapa sutradara itu. Namun, hingga artikel ini Hipwee terbitkan ada Kamis (1/9) siang, baik dari Ernest, Juandini, maupun Paragon Picture belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait nama sutradara yang melakukan tindak kekerasan para kru perempuan itu.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE