Konten TikTok-nya Viral dan Dikecam Banyak Pihak, ini Fakta Seputar Kasus dr. Kevin Samuel

Fakta kasus dr. Kevin Samuel TikTok

Baru-baru ini telah viral video TikTok yang diunggah oleh dr. Kevin Samuel Marpaung. Viralnya video yang menggambarkan situasi persalinan ini mendapat kecaman dari warganet. Video tersebut memuat konten sensitif yang dinilai melecehkan perempuan, karena memperlihatkan ekspresi dr. Kevin dan teks dalam video yang kurang senonoh.

Advertisement

dr. Kevin mengunggah video tersebut lewat akun TikTok pribadinya @dr.kepinsamuelmpg pada Jumat (16/4). Namun, saat ini video berdurasi 15 detik tersebut telah dihapus. Sayangnya, sebelum dihapus video telah beredar di berbagai media sosial. Viralnya video tersebut menguak berbagai fakta yang kini tengah hangat diperbincangkan. Berikut ulasannya.

Video dr. Kevin yang viral menggambarkan situasi persalinan dengan teks percakapan antara dokter dengan bidan. Warganet menilai video tersebut bermuatan pelecehan

Video dr. Kevin di TikTok yang dikecam karena dinilai bermuatan pelecehan | Foto tangkapan layar via www.hipwee.com

Video tersebut menampilkan dr. Kevin yang menggambarkan sedang memeriksa bukaan pasien yang akan melahirkan. Ekspresi dr. Kevin saat mengacungkan dua jari, kemudian menengadah ke atas di sertai teks “awkward moment” dinilai kurang bermoral dan melecehkan pasien. Beberapa saat setelah video tersebut diunggah, sontak mendapat hujatan dari warganet. Mereka mempertanyakan bagaimana bisa seorang dokter membuat konten seperti itu.

Usai videonya viral, dr. Kevin menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya kaum wanita melalui video

Advertisement

“Selamat pagi teman-teman semua, kepada seluruh masyarakat, teman-teman netizen khususnya kaum wanita. Saya dokter Kevin ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas video saya mengenai pembukaan,” ujar dr. Kevin melalui video yang diunggah oleh dr. Tirta Mandira Hudi melalui Twitternya @tirta_hudhi. Dirinya berjanji akan berhati-hati apabila membuat video konten dan juga akan fokus membuat konten yang edukatif.

“Sekali lagi saya ingin meminta maaf khususnya untuk kaum wanita dan untuk ke depannya saya akan lebih berhati-hati dalam membuat video konten,” imbuh dr. Kevin di akhir video tersebut.

Selain dikecam warganet, dr. Kevin pun dikecam oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan S*ksual (Kompaks)

dr. Kevin mendapat kecaman dari Kompkas | Credit photo via Instagram @kevinizerindonesia via www.instagram.com

Menurut Kompaks, video unggahan dr. Kevin sangat merendahkan perempuan. “Tindakan tenaga kesehatan yang melakukan pelecehan maupun membuat tayangan video demi popularitas yang sensitif terhadap situasi dan pengalaman pasien perempuan saat menghadapi persalinan, dapat menurunkan tingkat kepercayaan pasien untuk mengakses layanan kesehatan dan bisa berdampak pada kesehatan ibu hamil dan melahirkan,” kata Kompaks, dinukil dari Detik News.

Kompaks menilai dr. Kevin diduga telah melakukan pelanggaran kode Etik Dokter Indonesia (KODEKI), serta melanggar sumpah dokter. Konten buatan dr. Kevin dinilai menunjukkan sikap melecehkan perempuan. Sikap tersebut bertentangan dengan nilai etis dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh profesi dokter.

dr. Tirta Mandir Hudhi  ikut menanggapi soal pelanggaran pada video dr. Kevin. Menurut dr. Tirta video virel tersebut melanggar 3 pasal etik yang harus diketahui dokter

Menggapai ramaianya pertanyaan warganet  tentang kasus video viral tersebut, dr. Tirta yang memang aktif bermedia sosial di Twitter, ikut menanggapi hal tersebut. dr. Tirta menjelaskan bahwa selain tanpa fatwa bermedia sosial, terdapat 3 kode etik yang harus diketahui dokter yakni menjaga kerahasiaan pasien, menjaga profesionalitas dan menjaga teman sejawat. “Dari 1 video, si Kevin melanggar 3-3 nya,” tulis dr. Tirta pada utasnya di Twitter @tirta_hudhi.

Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ikut menanggapi kasus video viral tersebut dan sedang melakukan penelusuran terhadap status dr. Kevin

IDI sedang menelusuri status dr. Kevin | Credit photo via Instagram @kevinizer_official via www.instagram.com

Viralnya video milik dr. Kevin dan kecaman dari berbagai pihak membuat IDI sigap untuk menelusuri status keanggotaan dr. Kevin di IDI. dr. Kevin akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi, serta penelusuran lain terkait keanggotaan cabang, posisi dan tempat kerja dr. Kevin. Dilansir dari Detik News, meski telah diberitakan bahwa Kompaks telah mengajukan tuntutan terkait pencabutan Surat Izin Praktik (SIP) dr. Kevin, tapi IDI mengaku belum menerima laporan secara resmi.

Ketua umum IDI, Daeng Mohammad Faqih menyebut bahwa IDI akan melihat tingkat kesalahan dr. Kevin, jika memang berstatus anggota IDI. “Dilihat dari level kesalahannya. Kalau dianggap salah ya nanti dilihat juga level kesalahannya. Ada sanksi-sanksi menerut level kesalahannya, ada sanksi teguran, ada sanksi diskorsing, ada juga sanksi diminta mendapat pendidikan etika,” jelas Daeng, dinukil dari Detik News.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE