Gary Iskak Jalani Rehabilitasi, Pengacara Sebut Kliennya Tak Mungkin Gunakan Sabu

Aktor Gary Iskak belakangan ini menyita perhatian usai ditangkap polisi pada 23 Mei 2022 lalu karena diduga terkait kasus narkotika jenis sabu-sabu. Ia dan keempat temannya diciduk di kawasan Pasir Putih, Bandung saat tengah melakukan syuting untuk konten YouTube.

Advertisement

Polisi langsung mengamankan mereka ke Mapolda Jabar untuk diperiksa lebih lanjut terkait kasus tersebut. Hasil tes urine pun menunjukkan bahwa Gary dan teman-temannya positif menggunakan narkotika. Setelah ditahan beberapa hari, polisi memutuskan agar mereka menjalani rehabilitasi dan tetap diawasi ketat.

Gary Iskak jalani rehabilitasi narkoba di BNNP Jawa Barat

Gary Iskak jalani rehabilitasi

Gary Iskak jalani rehabilitasi | Credit: Instagram @iskak_gary

Tanggal 27 Mei 2022, Gary dipindahkan ke BNNP Jawa Barat untuk menjalani rehabilitasi. Keputusan itu diambil mengingat Gary tidak masuk ke dalam jaringan pengedar narkotika. Status Gary yang merupakan pemakai lama juga jadi pertimbangan.

“Sudah mendapatkan pengobatan dan berhenti menggunakan tapi kambuh kembali dan membutuhkan perawatan rehabilitasi,” kata Ibrahim Tompo, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, dilansir dari Kompas.com.

Advertisement

Selamat rehabilitasi, Gary akan mendapatkan layanan rawat jalan dan diwajibkan melapor 8 kali ke klinik BNNP Jawa Barat. Ia juga akan mendapatkan pengobatan medis untuk menangani penyakit dalam yang dideritanya.

“Layanan yang diberikan, informasi edukasi narkoba dan pemeriksaan kesehatan dan konseling evaluasi psikologi,” lanjut Ibrahim.

Kuasa hukum yakin Gary tidak memakai sabu meskipun hasil tes urine positif

Advertisement

Untuk pertama kalinya sejak ditangkap, Gary memberikan pernyataan di depan publik pada Selasa (31/5) didampingi oleh kedua kuasa hukumnya, Antonny Mextrada dan Earnestan G Samudera. Dalam konferensi pers itu, Gary melalui kuasa hukumnya menyatakan bahwa ia sudah berhenti memakai sabu karena penyakit liver yang dideritanya.

Gary hanya akan membahayakan nyawanya jika tetap nekat mengonsumsi narkotika dalam kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Maka dari itu kuasa hukumnya yakin Gary tidak ikut mengonsumsi sabu saat ditangkap beberapa waktu lalu.

“Memang klien kami, Gary, sudah tidak lagi menggunakan narkotika, tidak pernah menggunakan narkotika, dan dilihat juga dari faktor kesehatannya yang masih aktif mengonsumsi obat khusus untuk penyakitnya di bawah pengawasan dokter spesialis penyakit dalam,” kata Earnestan, dilansir dari Kumparan.

Terkait tes urine yang menunjukkan hasil positif, Earnestan menuturkan kondisi yang terjadi pada hari penangkapan. Gary datang ke sebuah rumah di kawasan Pasir Putih untuk urusan pekerjaan. Sesampainya di sana, ia masuk ke ruangan yang penuh asap tapi belum tahu kalau itu berasal dari sabu.

“Sesampai di TKP, Gary melihat sisa-sisa asap pekat. Mungkin asap itu yang terhirup Gary. Gary tidak melihat adanya sabu, tapi melihat ada bukti alat isap di pojok ruangan,” lanjutnya.

Terhitung sudah 30 menit Gary berada di ruangan itu sebelum polisi datang untuk menangkap mereka. Setelah berkonsultasi dengan dokter, hasil tes urine positif itu bisa didapatkan karena Gary menghirup udara yang terkontaminasi sabu di ruangan itu.

“Di mana kemungkinannya, ini kami sudah konsultasikan juga ke dokter, dokter di BNN maupun dokter pribadi Gary. Bahwa apabila seseorang di dalam ruangan, yang di mana di ruangan itu memakai sabu atau narkotika apa pun yang berbentuk asap dan lainnya dan mereka di dalam situ cukup lama sehingga menghirup udaranya, itu bisa menyebabkan hasil tes urinenya itu menjadi positif,” jelas Earnestan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE