Heboh Soal Kekerasan, Maia Estianti Bahas Jenis-Jenis KDRT dan Beri Pesan untuk Para Korban

Belakangan ini publik dikejutkan dengan kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menimpa sejumlah selebritas. Seperti yang baru dilaporkan oleh Venna Melinda atas suaminya Ferry Irawan. Ramainya pembicaraan soal KDRT itu membuat musisi Maia Estianty ikut berpendapat soal bahasan tersebut.

Advertisement

Melalui sebuah unggahan video di TikTok, Maia Estianti memberikan padangannya tentang KDRT dalam kehidupan rumah tangga yang menurutnya cukup banyak jenisnya. Maia Estianty juga mengecam pelaku KDRT dan memberikan pesan untuk para korban supaya nggak takut untuk melapor. Seperti apa penjabaran KDRT menurut Maia Estianty?

KDRT bukan hanya soal kekerasan fisik, tapi juga berupa kekerasan verbal, seksual dan juga ekonomi

Maia Estianty soal KDRT

Maia saat jelasakan soal KDRT | Tangkapan layar di TikTok

Meski belum pernah mengalami KDRT, tapi Maia Estianty memang cukup berpengalaman dalam urusan rumah tangga. Mantan istri Ahmad Dhanni itu punya pandangan sendiri terkait jenis-jenis KDRT yang nggak hanya seputar kekerasan fisik saja. Apalagi menurutnya KDRT terjadi ketika seorang pasangan ingin lebih mendominasi pasangannya.

“KDRT bisa terjadi karena salah satu pasangan dalam suatu hubungan merasakan dorongan untuk mendominasi atau mengendalikan pasangannya. KDRT itu bisa secara fisik misal dipukul, dibantik, dijambak, segala macam yang mengakibatkan luka fisik,” kata Maia Estianti dinukil dari TikTok pribadinya pada Selasa (10/1).

Advertisement

Perempuan 46 tahun itu juga menganggap bahwa kekerasan verbal misalnya berkata kasar dan memaki merupakan bagian dari KDRT. Bahkan, Maia Estianty juga menyebut KDRT ekonomi di mana adanya pemaksaan untuk bekerja atau eksploitasi, dan penelantaran, bahkan perampasan harta korban.

“Atau KDRT secara ekonomi misalnya apabila seorang pelaku memaksa korban bekerja dengan cara eksploitatif termasuk pelacuran, melarang korban bekerja tapi menelantarkannya, mengambil tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan serta merampas dan memanipulasi harta korban,” lanjut Maia Estianty.

Bahkan, ibu tiga anak itu juga mengungkap adanya KDRT secara seksual yang sering terjadi di setiap rumah tangga tapi kurang dipahami. Seperti pemaksaan hubungan seksual dengan cara yang nggak disukai pasangan, atau bahkan menyuruh pasangan berbuat tak senonoh pada orang lain.

Advertisement

Maia Estianti mengecam pelaku KDRT yang berlaku kasar pada pasangannya

Maia Estianty soal KDRT

Potret Maia Estianty | Foto dari Instagram Aia Estianty

Melalui unggahan tersebut, Maia juga mengecam keras pasangan laki-laki yang bersikap kasar pada pasangan perempuan. Menurutnya, perempuan bukan untuk pelampiasan amarah meski mungkin berbuat salah.

“Ini pesan ya buat lelaku di mana pun berada yang merasa dirinya macho, tapi sesungguhnya lebih cocok pakai daster. Wanita itu bukan untuk dikasarin,” kata Maia Estianti.

Maia menyarankan para laki-laki untuk menghindari perempuan bila sedang tersulut emosi. Apalagi bila perempuannya memancing amarah. Hal itu menurut Maia Estianty lebih baik, sembari menunggu kedua belah pihak merasa tenang dan emosi cukup mereda.

“Seandaiany kamu lelaki punya pasangan yang sedang memancing kamu untuk marah, lebih baik menghindar dulu aja sampai tenang, tapi jangan sekalipun kau colek  dengan kasar. Jangan sampai kau banting apalagi di-smackdown,” kata Maia dengan tegas

Maia Estianty mengajak para korban KDRT untuk berani angkat bicara dan melapor ke pihak berwajib

Maia Estianty soal KDRT

Potret Maia dan sang suami Irwan Mussry | Foto dari Instagram Aia Estianty

Seringkali pihak korban KDRT memang butuh keberanian kuat untuk melaporkan pasangannya. Bahkan untuk bercerita pada orang terdekat pun merasa ragu-ragu. Hal pula yang disadari oleh Maia Estianty. Sebagai orang yang pernah gagal membina hubungan rumah tangga, Maia memang paham bagaimana peran dukungan dari orang-orang terdekat ketika memiliki maslah dengan pasangan.

“Kamu kaum perempuan yang terkena KDRT, jangan segan untuk meminta bantuan kepada teman, tetangga, atau siapapun yang bisa menolongmu,” kata Maia berpesan.

Bungkam usai mendapat KDRT bagi sebagian korban memang ada alasan tertentu, apalagi jika sudah berkaitan dengan anak dan nafkah keluarga. Namun, hal itu tentu bukan alasan untuk bercerita pada orang terdekat. Maia juga menyarankan bila mendapat KDRT untuk mengumpulkan bukti-bukti supaya bisa mudah diproses secara hukum.

“Jangan lupa kumpulkan bukti sebanyak-banyaknya karena ini penting banget apakah itu video, atau CCTV, atau bukti suara, foto saksi untuk memperkuat laporan ke polisi,” imbuh Maia lagi.

Namun di antara semua jenis KDRT yang Maia singgung itu, jenis yang paling mudah dilaporkan kepada polisi adalah KDRT fisik, karena lukanya terlihat secara terbuka, sehingga lebih mudah mendapatkan barang bukti. Terkait jenis lainnya mungkin bisa menjadi kewaspadaan bagi para korban. Seenggaknya kita bisa menyadari bahwa makian atau kata-kata kasar, penelantaran, pemaksaan terhadap pasangan juga merujuk pada kekerasan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE