Endorse-nya Dikritik Tak Sesuai Ekspektasi, Rachel Vennya Buka Suara: Biar Gak Salah Paham

Jasa endorse Rachel Vennya dikritik

Media sosial tengah memperbincangkan curhatan pemilik online shop yang mengaku kecewa dengan promosi selebgram Rachel Vennya. Kabar ini pertama kali ramai di TikTok, dalam video pendek sang penjual mengaku sudah membayar endorsement kepada tim Rachel sebesar Rp8,5 juta.

Advertisement

Ia tak menyangka perempuan berusia 25 tahun itu hanya memvideokan barang-barang yang dikirimnya tanpa memakainya. Unggahan itupun viral hingga mendapat ribuan tanggapan. Tak sedikit pula yang memberikan komentar pedas kepada ibu dua anak tersebut. Tak mau permasalahan berlarut, Rachel pun buka suara untuk meluruskan berita yang beredar.

Pemilik barang berharap Rachel memakai strapmask yang diberikan bukan hanya unboxing. Ia pun menjawab punya aturan tersendiri ketika mereview barang

Klarifikasi Rachel Vennya soal endorse | Credit: TikTok @rachelvennya

Sang penjual curhat di media sosial menyebut harga endorse yang dikeluarkan sebesar Rp8,5 juta tak sesuai dengan harapan. Ia tak menyangka Rachel hanya menunjukkan strap mask tanpa memakainya.

“Endorse Rachel Vennya cuma di-unboxing doang. Aku transfer untuk endorse tanggal 18 Juni 2021. Gak nyangka langsung di-post Minggu kemudian (24 Juni 2021). Tapi harga endorse Rp8,5 juta gak sesuai ekspektasi aku. Hanya di-unboxing tanpa pakai,” tutur sang penjual.

Advertisement

Video itu pun viral sampai ke tangan Rachel Vennya. Usai mengetahui, ia langsung memberikan klarifikasi supaya tak hanya dari satu sisi saja. Ia menjelaskan dirinya lebih paham tentang minat para followers-nya saat review barang endorse. 

“Ada aturannya gak bisa request. Karena aku ngerasa aku yang tahu followers aku kayak gimana. Nah selama ini aku review barang, misalnya tas aku pakai. Nah itu biasanya gak sebanyak orang minat (kalau) aku kasih tahu detailnya,” papar Rachel.

Advertisement

Ia lantas menjelaskan online shop yang komplain mengirimkan barang endorse dalam jumlah yang banyak. Rachel memilih hanya unboxing agar pengikutnya bisa melihat secara keseluruhan. “Jadi kenapa yang strapmask itu aku lebih ke barang-barangnya, karena strapmasknya itu dia kirim banyak banget. Jadi aku mikirnya biar orang ngeliat semua isi strapmask itu,” jelas Rachel.

Meski demikian, diakui ia tak membatasi kritikan. Sebab biasanya jika ada yang komplain dengan terbuka Rachel akan ambil video ulang

Rachel mengatakan bahwa sudah merevisi video endorse tersebut sebab sang penjual pun tak mau uang dikembalikan. Ia mengingatkan pada online shop untuk bertanya terlebih dahulu sebelum mengirimkan uang, sebab menurutnya ada ketentuan yang sama-sama harus dihargai,

“Admin aku udah bilang, jadi tadi pagi aku udah take ulang karena aku merasa aku juga butuh kritikan. Kalau misalnya ada yang kurang puas aku kadang suka take ulang atau bahkan suka kayak kasih bonus satu story dan lain-lain. Buat kalian yang mau endorse siapapun bisa tanya-tanya dulu sebelumnya. Jadi kalian gak berekspektasi tinggi, aku juga gak pernah bilang kalau endorse di aku itu pasti banget laku atau segala macam,” pungkasnya.

Menaggapi hal ini, warganet pun meminta untuk UMKM berhati-hati jika ingin memutuskan endorse figur publik. Lakukan observasi dulu jangan berekspektasi tinggi dan akhirnya kecewa.

“Saranku belajar Facebook Ads beriklan, bikin konten sudah banyak tutorial di YouTube mending dananya dialokasikan ke ngiklan Facebook Ads karena aku sendiri sudah coba,” tutur akun @dwhy***

“Aku mikir-mikir dulu sih kalau jadi owner, liat pasar juga cocok gak yang kita mau endorse,” sebut @erde***

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE