Jessica Iskandar Tulis Surat ke Presiden Jokowi, Putus Asa Kasus Hukumnya Tak Ada Kemajuan

Kasus hukum dugaan penipuan mobil Rp10 miliar yang menimpa Jessica Iskandar sampai saat ini belum menemukan titik terang. Terhitung sejak 15 Juni 2022 lalu, Jessica Iskandar telah melaporkan Christoper Stefanus Budianto alias Steven ke Polda Metro Jaya dan menjalani serangkaian proses hukum di pengadilan. Namun, absennya Steven dari deretan sidang yang dijadwalkan, membuat kasus ini mangkrak hingga sekarang.

Advertisement

Jessica Iskandar kerap terang-terangan menumpahkan rasa frustrasinya di depan publik lantaran Steven tak kunjung kooperatif. Terbaru, istri Vincent Verhaag ini menuliskan surat terbuka untuk Presiden Jokowi melalui Instagram Story miliknya. Jessica Iskandar mengaku lelah dan putus asa setelah delapan bulan kasusnya nggak ada kemajuan.

Jessica Iskandar tulis surat terbuka kepada Presiden usai jalani proses hukum berlarut-larut

Isi surat Jessica Iskandar

Isi surat Jessica Iskandar | Credit: Instagram @inijedar

Jessica Iskandar masih terus meminta keadilan atas kasus dugaan penipuan yang menimpanya. Bahkan baru-baru ini, Jessica menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Surat tersebut berisi keluh kesahnya selama delapan bulan berjuang menyelesaikan kasus hukum tersebut. Melalui Insta Story pada Senin (9/1) lalu, Jessica mengaku proses hukum tersebut menguras banyak biaya dan proses yang berat.

Dengan kondisi melilit tersebut, Jessica jadi mempertanyakan apakah ia masih bisa percaya sepenuhnya dengan hukum di Indonesia.

Advertisement

“Aku jadi bertanya apakah hukum di Indonesia masih bisa menjadi panglima tertinggi seperti kata bapak presiden?” tulis Jessica.

Lebih lanjut, presenter berusia 34 tahun ini juga mengaku lelah dan putus asa lantaran selama delapan bulan terakhir, kasus hukumnya nggak mendapatkan kemajuan berarti. Belum ada progres signifikan yang bisa membuat Jessica lega karena mendapatkan hak-haknya kembali. Atas dasar itu, ia pun sampai berpikir untuk mengikhlaskan seluruh uangnya yang diduga diambil oleh Steven. Namun, Jessica prihatin dengan orang-orang lain di luar sana yang juga bernasib sama dengan dirinya.

“Apakah aku harus ikhlas uangku ludes dibawa lari orang begitu saja? Bagaimana nasib orang yang tidak punya. Yang memperjuangkan hak hukumnya di Indonesia?” tutupnya.

Advertisement

Sebelumnya, Jessica Iskandar juga pernah menulis surat kepada Kapolri. Ia meminta perlindungan hukum untuk kasus yang sama

Isi surat Jedar kepada Kapolri

Isi surat Jedar kepada Kapolri | Credit: Instagram @inijedar

Tiga bulan sebelum surat terbarunya di atas, Jessica juga sempat menuliskan keresahannya dalam bentuk surat dan ditujukan kepada instansi Kepolisian Republik Indonesia. Surat tersebut ditulis tangan secara langsung di atas secarik kertas pada 13 Oktober 2022 lalu.

Dalam isinya, perempuan yang akrab disapa Jedar ini memohon perlindungan hukum kepada Kapolri. Jessica menaruh kepercayaan besar atas langkah-langkah hukum yang dilakukan Polri untuk membantunya menyelesaikan kasus ini. Terlebih lagi, ketegasan Polri tersebut nantinya akan memberi harapan bagi banyak orang yang tengah memperjuangkan hak hukumnya.

Isi surat Jedar kepada Kapolri

Isi surat Jedar kepada Kapolri | Credit: Instagram @inijedar

Jessica juga menyoroti Steven yang nggak menanggapi panggilan polisi dan absen dalam serangkaian sidang maupun pemeriksaan. Maka dari itu, Jessica berharap Polri bisa menindak tegas Steven.

“Aku akan terus tempuh segala cara untuk mengais keadilan dan minta kepastian hukum. Aku seorang ibu dan aku harus pantang menyerah, aku memang kena musibah dan aku akan terus perjuangkan. Sebagai gambaran pelajaran untuk anak dan cucuku nanti, bahwa mama berjuang keras menggapai keadilan, mama tidak takut karena mama yakin benar ketika mama sudah berjuang niscaya kebenaran akan berpihak sama orang yang benar,” tulis Jessica.

Kisruh soal dugaan penipuan mobil Rp10 miliar dan bisnis lainnya yang dialami Jessica memang masih terus berlanjut. Dikutip dari Detik.com, Bahkan, baru-baru ini Steven justru melaporkan balik Jessica karena merasa nama baiknya tercemar. Steven pun menuntut ganti rugi lebih dari Rp50 miliar lewat gugatan perdata. Ganti rugi tersebut terdiri dari Rp1,5 miliar materiil dan Rp50 miliar immaterial yang berisi tanah dan bangunan miliknya.

“Menuntut ganti rugi kepada para tergugat sebesar Rp50 miliar,” kata Gonggom Sihite, pengacara Steven di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (7/12/2022).

Menanggapi serangan balik tersebut, Jessica mengaku nggak takut dan percaya penuh bahwa dirinya adalah korban dalam kasus ini. Untuk itu, ia tetap berpegang pada kebenaran dan terus berjuang mendapatkan hak-hak hukumnya.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Writing...

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE