Ladeni Penipuan bahkan Uangnya Tetap Ditransfer, Kaesang Pangarep: Saya Tahu Kamu di Mana, lo

Kaesang Pangarep ditipu

Kehadiran media sosial nyatanya nggak hanya digunakan untuk melakukan hal-hal positif saja tapi juga sebaliknya. Buktinya, perundungan di mana-mana, hate speech, bahkan penipuan. Apalagi jika kita nggak jeli dan gampang percaya akan sebuah informasi, potensi untuk kenapa penipuan tentu saja tinggi.

Namun ada pula yang sudah mengerti tanda-tanda penipuan di media sosial. Bahkan korban berani mempermainkan si pelaku. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada Kaesang Pangarep. Sepertinya pelaku nggak sadar kalau yang ditipu adalah anak presiden. Hihihi.

ADVERTISEMENTS

Awalnya Kaesang mendapat DM dari seseorang yang menyatakan kalau ia menang lelang. Kaesang pun diminta mentransfer sejumlah uang

Ladeni Penipuan bahkan Uangnya Tetap Ditransfer, Kaesang Pangarep: Saya Tahu Kamu di Mana, lo

ditipu menang lelang via twitter.com

Kaesang menceritakan kalau dirinya mendapat DM penipuan di Instagram. Pelaku mengatakan kalau Kaesang menang lelang. Namun tak dijelaskan lelang apa yang diikuti anak bungsu Joko Widodo ini. Mungkin karena baru-baru ini Kaesang baru aja membuat platform edukasi investasi saham, jadi ia disangka orang “baru” dan bisa ditipu. Lucunya, Kaesang pun meladeni sang pelaku. Ia menanyakan kenapa rekening pelaku berbeda hingga apakah bisa pembayaran dilakukan secara langsung atau nggak (COD). Hingga titik ini, pelaku belum sadar kalau orang yang ditipunya adalah Kaesang. Hingga akhirnya Kaesang pun meminta pelaku mengecek Instagramnya.

ADVERTISEMENTS

Sadar yang ditipu adalah anak presiden, pelaku pun memohon-mohon agar Kaesang memaafkannya. Lucunya, Kaesang tetap mengirimkan uang sembari menakut-nakuti sang pelaku

Ladeni Penipuan bahkan Uangnya Tetap Ditransfer, Kaesang Pangarep: Saya Tahu Kamu di Mana, lo

sadar yang ditipu adalah anak presiden via twitter.com

Di momen inilah pelaku sadar bahwa yang ditipunya adalah orang yang mengerti saham dan kebetulan anak presiden. Ia langsung memohon-mohon agar Kaesang memaafkannya. Namun Kaesang tetap mengirim sejumlah uang kepada pelaku dengan deskripsi “Halo Aan saya tau kamu dimana lho”. Ini tentu saja dilakukan Kaesang dengan tujuan untuk menakut-nakuti dan juga mempermainkan sang pelaku. Lagi-lagi pelaku meminta maaf pada Kaesang. Percakapan pun diakhiri Kaesang dengan kalimat “hati-hati diketok rumahnya”.

Wah, gimana tuh perasaan pelaku yang salah nyari mangsa? Semoga dia sadar dan nggak mengulangi kejahatan ini pada siapa pun. Beruntung Kaesang jadi korban sehingga sang pelaku bisa merasakan efek jera. Hati-hati, mas Aan~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung