Ikhlaskan Kepergian Eril, Keluarga Ridwan Kamil Kembali ke Indonesia

Satu minggu telah berlalu sejak kabar duka hilangnya Emmeril Kahn terseret arus Sungai Aare di Swiss (26/5). Keluarga dan tim kepolisian berupaya keras untuk menemukan keberadaan putra sulung Ridwan Kamil itu. Lantunan doa dan simpati juga terus bergulir untuk melapangkan hati keluarga Ridwan Kamil.

Advertisement

Meskipun berat, pada Kamis (2/6), keluarga Ridwan Kamil memutuskan pulang ke Indonesia tanpa Eril. Mereka sudah mengikhlaskan dan meyakini Eril meninggal dunia karena tenggelam.

Keluarga Ridwan Kamil ikhlaskan Eril setelah sepekan pencarian

Kepulangan keluarga Ridwan Kamil ke Indonesia diketahui pertama kali lewat unggahan Atalia Praratya, ibunda Eril. Atalia mengatakan bahwa mereka telah sepenuhnya mengikhlaskan Eril dan mendoakannya agar selalu berada dalam perlindungan Tuhan.

Advertisement

“Mamah titipkan kamu dalam penjagaan dan perlindungan terbaik dari pemilikmu yang sebenarnya, Allah SWT, di mana pun kamu berada.

Insya Allah kamu tidak akan kedinginan, kelaparan atau kekurangan apapun. Bahkan kamu akan mendapatkan limpahan kasih sayang, karunia dan kebahagiaan yang tak pernah putus,” tulis Atalia.

Sebelum kembali ke Indonesia, Ridwan Kamil untuk terakhir kalinya menyisir pinggiran Sungai Aare. Sebuah video viral menampilkan dirinya terjun langsung untuk mencari keberadaan putranya. Di tepi Sungai Aare, ia melantunkan azan yang ditujukan untuk Eril.

Advertisement

MUI Jawa Barat menyerukan untuk salat ghaib mendoakan Emmeril Kahn

Pencarian Eril di Sungai Aare sudah sepekan dilakukan tapi tidak membuahkan hasil. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss menyatakan bahwa pihak otoritas setempat mengubah status pencarian Eril, dari yang tadinya ‘orang hilang’ menjadi ‘orang tenggelam.’

Maka dari itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, menyerukan umat muslim untuk melaksanakan salat ghaib untuk mendoakan Eril. Seruan itu tertuang dalam surat edaran resmi MUI yang sudah ditanda tangani Rahmat Syafei, Ketua MUI Jabar dan disetujui pihak keluarga.

“Kami berkonsultasi status secara syariat keponakan kami (Eril) berdasarkan keterangan yang kami terima dari KBRI dan kepolisian. Kami mendapatkan informasi, fokus mencari Eril dalam keadaan yang bisa dinyatakan sebagai sahid akhirat dalam pandangan kami,” jelas Elpi Nazmuzaman, adik Ridwan Kamil, dalam konferensi pers (3/6) dilansir dari Katadata.

Salat ghaib dilakukan untuk mendoakan jenazah Eril yang belum ditemukan. MUI mengimbau umat muslim untuk salat ghaib pada Jumat, 3 Juni 2022 dan bisa dilakukan sebelum atau sesudah salat Jumat.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE