Rajin Roasting Pejabat hingga Dijuluki Buzzer, Kiky Saputri ke Warganet: Jadi Siapa Aku?

Kiky Saputri roasting Anies Baswedan

Nama Kiky Saputri menjadi trending di media sosial Twitter baru-baru ini. Berawal dari program komedi di salah satu stasiun televisi swasta yang menghadirkan Anies Baswedan. Terlihat Gubernur DKI Jakarta tersebut memakai seragam petugas pemadam kebakaran.

Advertisement

Kiky yang dikenal dengan cara komedi sarkasnya langsung bereaksi dan menggambarkan sosok Anies Baswedan. “Kita kedatangan tamu yang luar biasa, seorang gubernur, sosok pemimpin hebat. Tepuk tangan dong buat Pak Ahok.”

Mendengar ucapan tersebut Anies Baswedan ikut tertawa. Ia bahkan memberi respons melalui unggahan di Instagram.

Di balik aksi roasting-nya, masih banyak yang salah paham dengan komedi yang dibawakan Kiky Saputri

Advertisement

Cuplikan Kiky saat me-roasting Anies Baswedan ternyata viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut ia juga menyindir soal program Formula E yang sampai saat ini belum jelas sirkuit dan penerapannya. “Pak Anies, Formula E apa kabar?,” celetuk Kiky.

Kiky mengaku bahwa memang usai me-roasting pejabat ia selalu mendapat respons, ada yang memuji bahkan tak jarang yang melabeli dirinya dengan julukan macam-macam.

Advertisement

“Waktu roasting Pak Fadli Zon, aku dibilang buzzer, waktu roasting Bu Susi dan jajaran menteri, aku dibilang kampret, waktu nyanyi ‘Welcome to Indonesia’ aku dikatain kadrun. Waktu roasting Pak Anies, aku dikatain cebong. Jadi sebenarnya, siapakah aku?,” cuitnya di Twitter, Rabu(10/11).

Roasting yang kerap dibawakan Kiky merupakan bentuk komedi yang melibatkan sindiran, ejekan, atau kritik. Namun, ini dimaksudkan untuk menghormati individu dengan cara unik.

Bisa saja di dalamnya diberi pujian dan penghormatan secara tulus. Orang yang di-roasting biasanya mampu menerima lelucon dengan humor yang baik dan bukan sebagai hinaan serius.

Anies Baswedan melalui media sosial resminya mengucapkan terima kasih dan merasa sangat terhibur

Jika ada warganet yang merasa kesal dengan celotehan Kiky, tanggapan berbeda justru ditampilkan Anies Baswedan. Ia merasa kagum bisa melihat bagaimana proses syuting berlangsung dengan beragam persiapannya.

“Terima kasih Lapor Pak! sudah mengundang taping minggu lalu. Seru melihat para pemain serius bersiap sebelum acara, lalu jago dan luwes berimprovisasi saat shooting berjalan. Sangat terhibur dan belajar banyak dari semuanya,” kata Anies dikutip dari Instagram, Rabu (10/11).

Tak lupa, Anies juga menyampaikan apresiasi kepada Kiky Saputri yang telah me-roasting dirinya dan kemudian menjadi viral.

“Termasuk Kiky yang reputasi roastingnya sudah terkenal. Untung saya datang pakai baju pemadam, jadi tahan panas. Lanjutkan berkarya!,” sambung Anies dengan menyisipkan emoji tersenyum.

Berkaca pada kasus Kiky Saputri dengan komedian Sule, setiap bahan roasting yang ditampilkan di televisi sebenarnya sudah mendapat persetujuan antara kedua belah pihak. Bahkan ada yang disebut “negosiasi roasting”, di mana target bisa saja memberi batasan apa yang boleh disebut dan tidak.

Melihat Kiky yang dijadikan bahan perundungan secara online, tak sedikit warganet yang membela

Komedi yang dilontarkan Kiky juga ditanggapi dengan kontra. Warganet yang melihat Kiky dirundung dengan julukan tak mengenakkan akhirnya memberikan dukungan.

“Yang di-roasting di depannya aja orangnya santai. Yang nonton malah pada gerah,” tutur akun @br****ja.

“Entertainer profesional yang datang untuk menghibur, yang bebas berinteraksi dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan golongan pandangan politik,” ujar @ich*****ri.

“Yang bersangkutan juga sudah tahu materinya, dan ybs boleh menolak terhadap materi yang sudah disiapkan. Jadi roasting itu atas kesepakatan kedua belah pihak,” kata warganet yang lain.

Sebelumnya Kiky diketahui sempat melakukan hal serupa kepada pejabat. Di antaranya Menlu Retno Marsudi, Menaker Hanif Dhakiri, Menkominfo Rudiantara, hingga Menteri KKP Susi Pudjiastuti pada 2019. Selain itu ia juga sempat memberikan sindiran kepada Roy Suryo dan Taufik Kurniawan, eks Wakil Ketua DPR.

“Saya pernah baca sebuah artikel waktu itu, Pak Taufik wakil Ketua DPR bilang ‘saya ironis dengan gaji guru di bawah satu juta, saya akan merenung untuk mencari solusinya’. Ini sejak kapan merenung dapat solusi, semakin lama Pak Taufik merenung semakin banyak guru yang jadi tukang ojek,” kata Kiky dikutip dari KompasTV. 

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE