Ditipu Driver Ojol, Gopay Maia Estianty Raib 800 Ribu dan Nyaris Rugi 18 Juta Lagi!

Maia Estianty ditipu ojol

Perkembangan teknologi saat ini memang sangat membantu kita dari berbagai lini kehidupan. Banyak hal-hal yang dipermudah, salah satunya dengan kehadiran ojek online (ojol). Mulai dari antar jemput, kirim barang, hingga beli makanan, beragam jasa ini disediakan oleh aplikasi ojol.

Advertisement

Namun ternyata, pelaku kejahatan juga menyesuaikan diri dengan teknologi baru dan berhasil melancarkan aksi mereka melalui aplikasi-aplikasi, termasuk ojol. Apalagi aplikasi ini terhubung dengan sejumlah aplikasi lain, seperti e-money atau uang elektronik. Dan salah seorang penyanyi Tanah Air, Maia Estianty, baru aja menjadi korban penipuan melalui aplikasi ojol. Dan ini bukanlah hal yang pertama kalinya terjadi.

Maia menjelaskan kronologi penipuan yang dialaminya. Pelaku berhasil mendapatkan data-data penting Maia

ceritakan kronologinya via www.instagram.com

Melalui akun Instagramnya, Maia menjelaskan kronologi penipuan yang dialaminya. Awalnya, Maia memesan makanan melalui salah satu aplikasi ojol dengan menggunakan e-money berupa Gopay. Namun tiba-tiba sang driver mengaku motornya mogok dan meminta Maia mengklik nomor yang ia minta. Dan ternyata, nomor tersebut digunakan untuk mengirimkan data-data penting Maia tanpa sepengetahuannya. Akhirnya, pelaku mencoba meretas akun aplikasi ojolnya. Meski nggak berhasil mengambil alih akunnya, tapi pelaku berhasil menguras Gopay Maia hampir 800 ribu rupiah. Bukan hanya itu, ternyata data-data Maia yang lain seperti Whatsapp, akun e-commerce, dan kartu kreditnya berhasil diretas. Maia pun nyaris mengalami kerugian belasan juta.

Bukan hanya rugi Gopay 800 ribu rupiah, kartu kredit Maia juga nyaris digunakan pelaku untuk membeli HP seharga 18 juta

kartu kredit ikut diretas via www.instagram.com

Bukan cuma Gopaynya yang dikuras, pelaku ternyata juga menggunakan akun e-commerce Maia untuk belanja online. Nggak tanggung-tanggung, melalui akun tersebut, pelaku membeli HP seharga 18 juta rupiah. Dilihat dari alamatnya, pelaku berdomisili di Sumatera Selatan. Dan kartu kredit Maia nyaris digunakan untuk membeli HP tersebut. Beruntung ia cepat memblokir dan menggagalkan aksi pelaku. Maia juga segera mengurus nomor teleponnya yang diretas oleh pelaku. Maia pun menyarankan agar penggemarnya melakukan transaksi dengan lebih aman. Misalnya dengan memilih uang tunai dibanding e-money atau membatalkan pesanan jika driver banyak alasan.

Advertisement

Gw rasa aplikasi2 ini boleh canggih, tapi ternyata maling2 ini jauh lebih canggih… Gw sih ikhlas kok kehilangannya (secara gw pernah kehilangan yg lebih besar), cuma ribetnya itu loh telpon sana sini blokir sana sini, lapor sana-sini… Saran gw buat pemilik usaha aplikasi kayak Gojek, Tokped, dll , mustinya kejadian2 kayak gini udah harus diantisipasi banget… Supaya ga berjatuhan korban2 yg lain…. Buat maling gw, mudah2an duitnya bisa membantu sanak saudara anda yg kesusahan.

Semoga ini jadi pelajaran penting buat kita semua ya. Pokoknya jangan klik nomor seperti yang dijelaskan oleh Bunda Maia tadi. Biar data-datamu nggak diretas oleh para pelaku yang juga semakin canggih menipu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE