Markis Kido Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Salah Satu Legenda Bulu Tangkisnya

Markis Kido meninggal dunia

Kabar duka tengah menyelimuti Tanah Air. Pebulu tangkis andalan yang kerap mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional maupun internasional telah berpulang. Markis Kido, sang legenda dalam dunia bulu tangkis Indonesia dan sudah dianggap sebagai pahlawan. Secara tiba-tiba, Markis menghembuskan napas terakhir di usia 36 tahun saat bermain bulu tangkis di lapangan. Kepergiannya yang serba cepat meninggalkan kesedihan mendalam.

Advertisement

Sejak Markis Kido dinyatakan tutup usia, Senin (14/6), duka cita menggema di Indonesia. Bahkan tagar “Rest in Peace” dan “Markis Kido” memuncaki trending topic di Twitter. Tak cuma media nasional, media mancanegara pun mengabarkan kepergian peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu.

Semula Markis Kido tampak baik-baik saja saat bermian bulu tangkis, tapi ia mendadak jatuh di lapangan

Candra Wijaya,  pemain ganda putra Indonesia yang tak asing lagi namanya. Ia sama sekali tak berpikir bahwa sore itu, Markis Kido akan berpulang ke pangkuan Tuhan. Sesuai rutinitas, Candra dan sesama pebulu tangkis bertemu dengan Markis setiap hari Senin untuk bermain badminton. Kala itu, mereka bertemu di GOR Petrolin Tangerang. Candra mengaku Markis tampak baik-baik saja. Ia tak melihat keganjilan apa pun. Bahkan mereka sempat bersenda gurau seperti biasa. Namun pada pukul 18.30 WIB, Markis membuat Candra dan rekan lainnya kaget. Pasalnya, ia terjatuh di lapangan.

Advertisement

“Suasana bermain tadi juga santai dan tidak berat. Kami juga sempat bercanda. Keadaan saat itu adalah Markis Kido sudah bermain setengah set dan harus berpindah tempat,” terang Candra saat menceritakan kronologinya, dikutip dari Kompas.

Candra yang menonton pertandingan Markis langsung panik. Ia melihat Markis sudah tak sadarkan diri dengan posisi tengkurap. Bersama dengan rekan-rekan, Candra berusaha memberi pertolongan pertama. Nahasnya, nyawa Markis tak tertolong meski rekan-rekannya sudah memberikan air dan memompa jantungnya. Ketika dilarikan ke Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tangerang Selatan, Markis telah meninggal dunia. Dugaan sementara, ia terkena serangan jantung.

Advertisement

Mendengar kabar kematian Markis, Candra sangat terpukul dan merasa kehilangan. Bahkan ia merasa bersalah kepada keluarga Markis. Walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin, nyatanya Tuhan berkehandak lain. Markis telah menghembuskan napas terakhir sebelum sempat ditangani oleh dokter.

Mengetahui Markis meninggal, Hendra Setiawan kehilangan partner terbaiknya

Kabar kematian Markis diumumkan resmi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Kabar itu sampai juga di telinga mantan pasangannya dalam ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan. Tak kuasa menahan kesedihan, ia mengaku sangat kehilangan partner terbaik. Apalagi mereka telah melewati masa suka dan duka saat aktif mengikuti kejuaraan bulu tangkis selama belasan tahun

“Ikut berduka cita yang sangat mendalam buat salah satu partner terbaik saya dalam suka maupun duka. Dia salah satu pemain yang luar biasa dan sangat bertalenta. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena sudah menjadi partner yang sangat baik buat saya dalam waktu menang ataupun kalah,” ucap Hendra Setiawan dalam akun Instagram-nya.

Selama ini, Markis dan Hendra dikenal sebagai salah satu pemain bulu tangkis ganda putra terbaik di Indonesia. Meniti karier dari nol, mereka berjuang bersama demi naik ke tangga kemenangan selama 14 tahun. Mengenang kebersamaannya dengan Markis, Hendra mengucapkan terima kasih. Menurutnya, Markis adalah pebulu tangkis yang bertelanta.

Baik Markis maupun Hendra dianggap sebagai pebulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Mereka dinilai mampu melanjutkan kejayaan ganda putra Candra Wijaya dan Sigit Budiarto. Sejak tahun 2002, mereka berhasil menjuarai beragam pertandingan dan meraih banyak prestasi.

Sepanjang kariernya di dunia bulu tangkis, Markis menorehkan prestasi gemilang. Puncaknya, ia meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008

Tak terhitung lagi berapa kejuaraan yang diikuti Markis semasa hidup. Pebulu tangkis speisalis ganda putra ini terbilang aktif mengikuti kejuaraan nasional maupun internasioal. Saat mengawali karier sebagai pebulu tangkis profesional, Markis dipasangkan dengan Hendra Setiawan. Sejak  itu, mereka seolah tak terkalahkan di lapangan. Mereka membawa  satu per satu medali kemenangan.

Mengutip Kompas, ini daftar prestasi Markis Kido dan Hendra Setiawan:

  • Kejuaraan Asia: 2005, 2009
  • Medali emas SEA Games: 2003, 2005, 2007 (2), 2009 (2), 2011
  • Medali emas Asian Games: 2010
  • Piala Dunia Bulu Tangkis: 2006
  • Kejuaraan Dunia BWF: 2007
  • Medali emas Olimpiade Beijing 2008
  • 10 Gelar BWF Superseries: China Open 2007, Hong Kong Open 2007, Malaysia Open 2008, China Masters 2008, Denmark Open 2008, French Open 2008, Japan Open 2009, French Open 2009, Singapore Open 2012, French Open 2013

Olimpiade Beijing 2008 bisa dikatakan sebagai puncak karier Markis bersama Hendra. Dalam ajang bergengsi itu, meraka membawa pulang medali emas setelah melawan musuh ‘abadi’ mereka yakni Cai Yun dan Fu Haifeng asal Cina. Nama Markis dan Hendra makin diakui dalam pergelaran bulu tangkis dunia. Gelar juara dunia itu semakin mengukuhkan keduanya sebagai legenda dalam jagat bulu tangkis.

Kini, salah satu legenda itu telah pergi untuk selamanya. Semoga mendiang Markis Kido tenang di sisi-Nya. Terima kasih telah menghadiahkan banyak perhargaan dan menjadi kebanggaan Indonesia. Selamat jalan Markis Kido!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE