Dicemooh Usai Terpilih Jadi Brand Ambassador Skincare, Marshel-Babe Cabita Tanggapi dengan Santai

Marshel Babe Cabita Brand Ambassador Skincare

Di abad 21 seperti sekarang, sebuah perusahaan yang bergerak pada mode fashion hingga perawatan tubuh semakin berbenah untuk menciptakan konsep cantik dan tampan yang beragam. Pasalnya anggapan soal standar tersebut sesungguhnya nggak terpaku dengan bentuk tubuh, ras, hingga warna kulit. Siapa pun berhak mendapat perawatan akan tubuhnya dan merasa percaya diri tanpa validasi dari orang lain.

Hal ini kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Ketika sebuah brand skincare di Indonesia ingin membuat kemajuan, justru ada saja segilintir orang yang mengolok-ngolok. Belum lama ini, komika Babe Cabita dan Marshel Widianto ditunjuk menjadi duta produk kecantikan milik Gilang Widya Pramana atau Juragan 99. Ketika mengumumkan keikutsertaannya menjadi brand ambassador, keduanya mendapat ucapan selamat dari figur publik. Di sisi lain, masih ada saja yang menghujat karena dianggap nggak pantas.

ADVERTISEMENTS

Dinilai belum sesuai dengan anggapan good looking yang biasanya ditampilkan sederet iklan, Babe Cabita dan Marshel pilih menanggapi dengan santai

Dicemooh Usai Terpilih Jadi Brand Ambassador Skincare, Marshel-Babe Cabita Tanggapi dengan Santai

Salah satu hujatan dari warganet | Credit: Instagram @babecabita

Marshel Widianto dan Babe Cabita awalnya membagikan kabar bahagia sekaligus rasa nggak percaya di Instagram resminya. Mereka bersyukur telah ditunjuk sebagai brand ambassador perawatan kulit. Sebelum terpilih, Babe Cabita sempat membandingkan nasib antara orang yang memiliki wajah memesona dengan dirinya.

“Orang yang good looking selalu dimudahkan dalam segala hal, beda dengan aku. Melamar kerja sulit, disepelekan, bahkan aku dibilang gila. Salahku apa?” paparnya dikutip dari Instagram.

Benar saja anggapan yang dilontarkan Babe, nggak berselang lama setelah mengumumkan jadi duta produk perawatan wajah. Laman komentarnya langsung dibanjiri dengan sindiran dari waraganet yang kurang menerima. Mulai dari anggapan sosok Babe yang kurang pantas hingga disarankan untuk mencari artis lain.

“Yang kayak gini ditunjuk jadi BA buset! Indonesia darurat influencer. BA skincare tuh yang ganteng kali, bukan yang modelan kayak gini! Kucel gini modal ngejilat doang,” tulis akun @mikayla2973.

Babe Cabita lantas menaggapinya dengan santai. Ia milih menyisipkan candaan meski komentar tersebut sudah mengarah ke body shaming yang bisa menyakiti perasaan orang lain. “Halo aku juga ganteng sebenernya, jelek ini cuma makeup,” balas pemain “Comic 8” tersebut. Sedangkan, Marshel Widianto lebih memilih menghiraukan hujatan warganet, tetapi ia mengucapkan terima kasih kepada penggemar yang ramai memberikan dukungan dan semangat.

ADVERTISEMENTS

Momen tersebut seharusnya menjadi kemajuan untuk mendobrak stereotip yang semu. Sederet dukungan pun diberikan selebritas Tanah Air

Miris dengan segelintir warganet yang mempunyai anggapan bahwa duta kecantikan harus good looking. Apalagi mereka yang menilai tampan dari segi badan atletis, kulit yang putih hingga wajah menawan. Padahal pendeskripsian tersebut bukanlah suatu pakem yang harus diikuti semua orang. Seharusnya, dengan dipilihnya Babe Cabita dan Marshel Widianto sebagai brand ambassador bisa menjadi inspirasi. Tampilan memesona bukan hanya dilihat dari fisik, melainkan pikiran dan manfaat kehadiran mereka untuk banyak orang.

Soroti hujatan yang diberikan kepada Babe Cabita dan Marshel Widianto, Kesha Ratuliu buka suara. Perempuan 23 tahun tersebut merasa miris, ia heran mereka bisa meluangkan waktu untuk membuat orang lain menjadi down. Pernah berada di fase yang sama, Kesha pun mengutarakan dukungannya.

“Aku bingung sama netizen yang bisa menghujat seperti itu, kok ada waktunya untuk mengomentari. Mereka berdua atau siapa pun nggak ada salahnya untuk merawat diri untuk lebih bersih, lebih cantik atau lebih ganteng,” papar Kesha dalam unggahan video di Instagram.

Diangkatnya Marshel Widianto dan Babe Cabita ini sebenarnya bisa mendobrak anggapan cantik dan tampan yang beredar di masyarakat. Kita jadi nggak terpaku, sederet deskripsi soal penampilan yang kadang kurang relevan dengan kehidupan nyata. Terlebih mereka bukankah penikmat skincare sehingga publik bisa mengukur seberapa ampuhnya produk tersebut. Yang terpenting sih, sudah saatnya untuk terbuka dengan keberagaman, ya. Semangat selalu!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung