Marak Kasus Warga Isoman yang Justru Diintimidasi Tetangga, Melly Goeslaw: Penderita Bukan Pendosa!

Melly Goeslaw geram warga isoman diintimidasi

Pandemi Covid-19 belum usai di Indonesia, angka positif harian beberapa bulan belakangan justru kian meningkat. Tak sedikit yang merasa khawatir dan lebih waspada terkait penyebaran virus ini. Namun, di balik sikap individu yang was-was menghindari, dalam lingkup masyarakat ternyata masih ada yang mengucilkan penderita Covid-19 dan menganggapnya seperti aib.

Advertisement

Seperti baru-baru ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan perlakuan tidak menyenangkan sejumlah warga di Cilincing pada tetangganya yang sedang menjalani isolasi mandiri. Banyaknya kasus serupa yang dialami masyarakat, musisi Melly Goeslaw sampai ikut menanggapi fenomena yang terjadi. Menurut istri Anto Hoed tersebut, di kondisi seperti saat ini bukan waktunya lagi untuk saling menyalahkan, terlebih sampai menghujat penderita Covid-19.

Waspada harus, tetapi juga mesti berpikiran terbuka. Melly tegaskan bahwa tak ada seorang pun yang ingin terpapar virus corona

Kekesalan Melly Goeslaw diungkapkan melalui akun media sosial pribadinya. Kejadian seorang pasien Covid-19 yang dikucilkan bukan pertama kali terjadi. Bahkan, kasus serupa kerap kali dialami sejumlah masyarakat. Melly pun mengungkapkan bahwa di kondisi serba sulit seperti sekarang sudah seharusnya saling memberikan dukungan. Bukan mengkambing hitamkan seseorang, terkait penyebaran virus corona di suatu wilayah.

Advertisement

“Tidak ada satu pun manusia yang mau kena covid 19. Kalaupun kena itu sudah bagian dari takdirnya. Saya miris liat kenyataan begitu banyak orang yang salah kaprah menyikapi hal ini,” papar Melly Goeslaw dikutip Hipwee, Minggu (11/7).

Lantas ia menegaskan bukan waktunya lagi menyalahkan orang-orang yang tengah berjuang melawan Covid-19. Perempuan berusia 47 tahun itu mengingatkan bahwa penderita bukanlah pendosa yang bisa dihakimi begitu saja.

Advertisement

“Penderita Covid-19 bukanlah pendosa! mereka manusia yang justru terpilih oleh-Nya untuk mencicipi ujian-Nya. Kita yang sehat, jangan sombong, tetap waspada, waspadanya juga harus waras. Jika ada warga yang covid, lalu misalnya setelah itu ada warga lain yang mengusul kena covid juga, jangan serta merta nyalahin si warga yang pertama kena covid. Lalu di pojokin, orang sakit tuh di support bukan dijatuhin,” lanjut Melly Goeslaw.

Pelantun “Denting” tersebut kemudian menjelaskan pengikutnya untuk menjaga kesehatan, meningkatkan imun dengan pola makan bergizi seimbang, serta di mana pun tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku. “Ada hal yang paling mudah dilakukan orang sehat untuk penderita Covid. Bantu dia jangan sampai mentalnya drop,” tutupnya.

Kejadian penderita Covid-19 dikucilkan bukan pertama kali, terbaru satu keluarga diintimidasi tetangga saat ingin mendapat obat dan makanan untuk isoman

Masyarakat masih salah kaprah saat orang sekitar terpapar Covid-19. Bukan memberikan sebuah dukungan, justru mengucilkan. Seperti kejadian di Cilincing, Jakarta Utara baru-baru ini. Dalam satu rumah terdapat 4 anggota keluarga, tiga di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Sebab kehabisan obat dan bahan makanan, anggota keluarga yang negatif Covid-19 ingin keluar rumah dan pergi ke Puskesmas. Namun, sayangnya seorang warga justru mendatangi dan marah-marah. Tak lama muncul beberapa orang lainnya yang ikut berteriak.

Perempuan yang membeli obat itu mengatakan, saat keluar pun, dirinya menghindari bertemu dengan warga lain. Lalu dia mempertanyakan pria yang mendatangi rumahnya dalam kondisi tak menggunakan masker. Pasalnya saat itu tak ada pilihan lain untuk membeli obat. Video 51 detik yang viral itupun ditanggapi pihak kepolisian, keluarga yang tengah isoman lantas diberikan obat dan sembako. Atas kejadian tersebut, banyak waeganet yang merasa gerah dan mempertanyakan RT yang seharusnya memberikan sosialisasi.

Bukan kali pertama, kejadian seperti ini nyatanya masih dialami sebagain masyarakat. Salah satu alasan mengapa seseorang takut untuk mengabari orang sekitar. Maka sudah seharusnya, untuk saling membantu dan berempati. Penderita Covid-19 bukanlah sebuah aib yang harus ditutupi. Untuk itu sama-sama memberikan dukungan mental dan menekan penyebarannya di Indonesia.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE