Mengenal Sosok Rasuna Said, Tokoh Pejuang Perempuan yang Jadi Google Doodle

Nama Rasuna Said hari ini Rabu (14/9) menjadi sorotan publik terutama pengguna Google Indonesia, bahkan sampai menduduki peringkat satu trending di Google. Pasalnya Google Doodle hari ini menampilkan gambar Rasuna Said untuk memperingati hari kelahirannya yang jatuh pada 14 September.

Rasuna Said yang dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional ini pun membuat publik penasaran dengan sosoknya. Apalagi dilihat dari gambar Google Doodle tampak Rasuna Said sedang berpidato di tengah masa perempuan. Siapa sebenarnya sosok Rasuna Said? Apa saja yang membuatnya menjadi tokoh inspiratif hingga diangkat di Google Doodle?

ADVERTISEMENTS

Rasuna Said pahlawan nasional Indonesia perempuan yang berasal dari Sumatera Barat

Siapa Rasuna Said

Potret Rasuna Said | Gambar dari Commons WIkimedia

Rasuna Said lahir pada 14 September 1910 di Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan anak dari pengusaha dan tokoh adat Haji Muhammad Said. Ia dibesarkan dengan budaya Minang dan menekuni pendidikan Al-Qur’an. Pemilik nama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said ini sempat menjadi satu-satunya santri perempuan di Pesantren A-Rasyidiyah. Sejak saat itu, ia sangat memperhatikan kemajuan dan pendidikan bagi kaum perempuan.

Melansir dari Google Doodle, Rasuna Said dikenalkan sebagai pembicara publik yang menginspirasi. Bahkan, ia dikenang sebagai Singa Betina dalam gerakan kemerdekaan Indonesia. Banyak sekali perjuangan Rasuna Said dalam memperhatikan kemerdekaan perempuan Indonesia, hingga membuatnya menjadi sosok pahlawan perempuan yang menginspirasi.

ADVERTISEMENTS

Rasuna Said memiliki tekad kuat untuk memajukan pendidikan bagi kaum perempuan

Semasa hidupnya, Rasuna Said pernah mengajar di Diniyah School Putri, yang juga menjadi sekolahnya setelah lulus dari pesantren. Rasuna Said menyadari bahwa untuk memajukan kaum perempuan dibutuhkan pengetahuan dan perjuangan politik. Bahkan ia memasukkan pendidikan politik ke kurikulum sekolah di Diniyah School Putri.

Rasuna Said dikenal sebagai perempuan yang cerdas dan berani. Ia sering menyampaikan pidato yang tajam tentang penindasan pemerintah Belanda di tahun 1930-an. Bahkan, ia pernah ditangkap oleh tentara Belanda dan dipenjara di Semarang pada tahun 1932. Hal ini membuatnya menjadi perempuan pertama yang terkena hukum Speek Delict atau hukum karena berbicara menentang Belanda.

Usai menjalani hukuman itu, Rasuna Said kembali ke kampung halamannya untuk mendirikan sekolah yang diberi nama Perguruan Puteri, sekaligus lembaga pendidikan khusus perempuan.

ADVERTISEMENTS

Rasuna Said bergerak di bidang pers

Selain dikenal cerdas, dan berani mengungkap pendapat untuk menentang Belanda, Rasuna Said juga berkecimpung di bidang jurnalistik. Bahkan, ia pernah menjadi salah satu pimpinan redaksi majalah Menara Putri. Karya-karya jurnalistiknya itu juga menjadi cara Rasuna Said memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam batas-batas keislaman dan memuat permasalahan yang dihadapi perempuan kala itu.

Semangat juang Rasuna Said membuatnya dekat dengan sejumlah tokoh pergerakan nasional. Ia sempat hijrah ke Jakarta dan menduduki posisi penting di pemerintagan. Setelah Indonesia merdeka, Rasuna Said sempta menjadi anggota DPR-RIS dan anggota DPA. Hingga akhirnya Rasuma Said wafat pada tanggal 2 November 1965.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden R), No, 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974, ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia. Nama HR Rasuna Said kini diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day