Raih Gelar Master, Maudy Ayunda Beberkan 4 Pelajaran Hidup Usai Lulus dari Standford University

Pelajaran hidup Maudy Ayunda usai lulus

Nama Maudy Ayunda selalu berhasil mencuri perhatian publik. Sejak memulai karier pada 2006 di industri hiburan, sosoknya kian menjelma menjadi idola banyak orang. Bukan hanya punya kemampuan akting yang memukau dan suara merdu, Maudy juga termasuk selebritas yang memiliki latar pendidikan tinggi. Usai lulus S1 dari Oxford University, baru-baru ini ia telah menyelesaikan studi S2 di Stanford University, Amerika Serikat.

Advertisement

Berkat pencapaian yang gemilang di usianya yang muda, wajar saja pemberitaan kelulusan Maudy menjadi perbincangan masyarakat. Ingin selalu menginspirasi. Melalui tayangan di kanal YouTubenya, Maudy pun membagikan pengalaman berharga selama kuliah di salah satu universitas terbaik dunia itu. Setidaknya ada 4 poin yang menurutnya bisa dijadikan pembelajaran.

Maudy Ayunda belajar untuk menjadi pribadi yang lebih sederhana. Ia sadar hidup lebih dari sekadar pencapaian

Melalui kanal YouTubenya, perempuan berusia 26 tahun tersebut menjelaskan 4 pelajaran hidup yang didapat usai lulus kuliah S2. Dua tahun menjalani pendidikan di California, Amerika Serikat membuat Maudy memiliki sederet pengalaman berharga untuk dibagikan.

Pertama, dirinya harus belajar beradaptasi dan berubah. Tak ada seorang pun yang berharap pandemi Covid-19 mengubah aktivitas sehari-hari, tetapi nyatanya itu yang terjadi. Semua berharap di salah satu momen penting perjalanannya, kehidupan bisa berjalan normal tetapi hal tersebut tak dirasakan. Dari sinilah Maudy belajar untuk menerima.

Advertisement

Kedua, usia muda harus mau untuk eksplorasi, bahkan ke suatu hal yang belum dijalani sebelumnya. Salah satu yang ditekankan Maudy, ialah belajar untuk mengharagai alam bebas.

“Belum pernah aku begitu nyaman di bawah terik matahari. Aku belajar hiking dan membenamkan diri dalam dunia penuh aktivitas,” pungkas Maudy dikutip dari kanal YouTube miliknya, Senin (12/7).

Advertisement

Ketiga, jagan segan mencari inspirasi dari mana pun. Diketahui teman Maudy di kelas yang terdiri dari 400 orang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Menawarkan perspektif dan cerita yang berbeda-beda. Kisah-kisah tersebutlah yang memicu Maudy untuk membuat perubahan. Ia juga menekankan bahwa memberi dan menerima kritikan menjadi hal yang biasa. Selain diskusi pelajaran yang mungkin bagi banyak orang membosankan, dari Standford ia belajar bagaimana berkomunikasi.

“Memberi kritik dan menerima kritik tuh aku sudah merasa normal. Aku sekarang merasa bahwa orang yang nggak bisa menerima kritik itu rugi berat. Karena itu kesempatan untuk tumbuh banget dan memperbaiki sebuah hubungan,” jelasnya.

Terakhir, ia menyadari bahwa hidup lebih dari hal-hal yang besar. Pada akhirnya seseorang hanya ingin bahagia menjalani sisa waktunya

Maudy Ayunda belajar bahwa hidup lebih dari hal-hal yang besar, lebih dari sekadar pencapaian. Menurutnya hidup adalah tentang rasa bersyukur, di mana masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara secara bebas, diberikan dukungan untuk setiap langkah yang diambil dan bisa membuat orang terkasih tersenyum bahagia.

“Ada banyak banget di pendidikan yang tetap harus kita kerjain, tetap harus kita kembangkan untuk Indonesia. Dan aku merasa bahwa pendidikan adalah sebuah area di mana aku ingin membawa perubahan. Karena itu aku memilih untuk mendalaminya secara akademis,” paparnya.

Dikatakan bahwa Maudy hanya ingin bahagia dan menjadi alasan orang lain tetap tersenyum.

“Anehnya, setelah dua tahun ini aku merasa telah menjadi orang yang jauh lebih sederhana. Dua tahun yang lalu aku datang ke Stanford untuk mengubah dunia, tetapi malah mengubah diriku sendiri secara personal. Aku sadar bahwa aku hanya ingin bahagia dan membuat banyak orang tersenyum,” kata Maudy.

Ia bahkan memberikan wejangan kepada anak muda untuk berjuang demi keyakinan yang dimiliki. Sebab yang paling tahu tujuan hidup dan keinginannya adalah diri sendiri.

“Banyak banget pemikiran ‘ngapain si S2?’, ‘ ngapain perempuan harus pendidikan tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya di rumah’ Aku mendengar itu dari orang-orang sekitar, dan aku menolak untuk mendengarkannya. Karena aku yang kenal diriku sendiri dan tahu hidup seperti apa yang ingin aku jalani,” tutupnya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE