Dian Sastro Cerita Perjuangan Jadi Gadis Sampul, Publik Sepakat: Zaman Dulu Jadi Artis Susah

Perjuangan Dian Sastro jadi gadis sampul

Aktris Dian Sastrowardoyo dikenal dengan segudang prestasinya di industri hiburan Tanah Air. Sederet film ternama ia bintangi hingga disaksikan oleh jutaan penonton. Di balik kesuksesan perempuan kelahiran Jakarta ini, ada perjuangan yang tak bisa dilupakan ketika memutuskan untuk terjun langsung ke dunia entertainment. 

Mengaku sebagai pribadi dengan perencanaan yang matang, diakui Dian sebelum berhasil menyabet gelar Gadis Sampul tahun 1996, ia sudah mulai mengobservasi meski kala itu umurnya baru menginjak 10 tahun. Hal tersebut dilakukan karena ia tahu untuk menjadi seorang aktris di zamannya merupakan hal yang sulit. Terlebih belum ada media sosial seperti sekarang ini. Lantas bagaimana usaha Dian untuk bisa jadi seorang figur publik di Indonesia? Berikut Hipwee berikan ulasannya.

ADVERTISEMENTS

Pilih ikuti ajang Gadis Sampul dengan 10 ribu lebih pesaing. Sebelum daftar, Dian Satro riset pemenang dari tahun 1990-1995 lalu ia tarik garis merahnya

Gadis Sampul merupakan ajang pencarian model remaja yang diselenggarakan Majalah Gadis sejak 1987. Pamornya begitu tinggi di Indonesia, sebab bisa diikuti oleh ribuan peserta. Nantinya kandidat yang terpilih akan dikerucutkan menjadi 14 orang. Saat itu, Dian masih berusia 10 tahun tetapi ia sudah memikirkan langkah untuk menjadi bintang, yakni berawal dari ajang pencarian bakat model.

Lantas ia riset, apa yang dibutuhkan untuk bisa jadi pemenang Gadis Sampul, yaitu bukan hanya cantik melainkan juga dilihat dari sisi kepribadian dan seberapa fotogenik seseorang. Hal itu yang mendasari Dian mengikuti kelas model dengan biaya yang tergolong tinggi. Di titik terendah ketika oang tua bercerai, hingga ayah berpulang ke hadapan Tuhan. Saat itu juga pemain film “AADC” ini semakin bertekad untuk bisa menggapai impiannya.

“Kesimpulannya (untuk bisa fotogenik) saya harus modeling school, dan harganya dulu Rp1,5 juta. Rp1,5 juta di tahun itu sama dengan Rp15 juta sekarang. Saya nggak punya uang sebanyak itu, uang jajan saya seminggu Rp20 ribu itu sudah sama jajan dan uang angkot. Jadi saya dapat uangnya darimana? bapak saya baru meninggal tahun 1995, sumbangan dari saudara dikumpulin ternyata dapat Rp500 ribu,” kata Dian dikutip dari YouTube Telkomsel, Rabu (28/7).

Lantas sisanya ia meminjam dari saudara dan neneknya. Diketahui keluarga Dian selalu mengajarkan untuk usaha. Apalagi dananya digunakan untuk modeling bukan keperluan akademik. Namun, karena ia yakin mengikuti kelas tersebut akan memberikan kepercayaan diri dan pengalaman. Alhasil, langkah yang diambil benar-benar membuka jalannya menjadi Gadis Sampul 1996 di usia 14 tahun.

ADVERTISEMENTS

Mendengar perjalanan karier Dian, warganet pun merasa kagum. Mayoritas mengakui bahwa jadi aktris di zaman itu bukanlah hal yang mudah

Dian Sastro Cerita Perjuangan Jadi Gadis Sampul, Publik Sepakat: Zaman Dulu Jadi Artis Susah

Tanggapan warganet soal perjalanan karier Dian Sastro | Credit: TikTok

Kegigihan Dian Sastrowardoyo untuk mencapai impiannya menjadi motivasi bagi banyak orang. Pasalnya ia tahu apa tujun dan langkah yang diambil, meski usianya kala itu masih belia. Warganet juga kagum dengan didikan orang tua yang tak memanjakan anak, padahal kemungkinan mampu untuk membiayainya.

Di sisi lain, banyak yang menyadari jika di era teknologi seperti sekarang, untuk menjadi seorang aktris atau figur publik terbuka luas bagi banyak orang dan mudah. Namun, juga disayangkan membuat orang berlomba-lomba mencari sensasi untuk bisa tampil di layar kaca. Hal ini sejalan dengan maraknya stasiun televisi yang mengundang seseorang berdasarkan hal yang viral saja.

“Ternyata perjuangannya keren, wajarlah menang Gadis Sampul ya,” komentar akun @Ica***

“Zaman dulu jadi artis susah banget, jadi Gadis Sampul kompetisi saingannya ketat,” tambah akun @Iindru***

“Bagus sama didikan orang tuanya, nggak manjain anak dan gak terbiasa di zona nyaman. Jadi fight (berjuang) sama hidup sendiri,” kata yang lain.

Usaha tak menghianati hasil, mungkin ungkapan yang bisa menggambarkan perjuangan Dian Sastrowardoyo. Semoga semangat juangnya bisa menginspirasi banyak orang, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung