Petisi Stop Tampilkan Adegan Shizuka Mandi Viral di Jepang, Dinilai Meresahkan

Petisi film Doraemon

Siapa sih yang nggak kenal Doraemon?! Bukan cuma di negeri asalnya Jepang aja, kartun tentang persahabatan robot kucing dan manusia ini sangat populer di berbagai penjuru dunia. Doraemon bahkan sudah jadi tontonan favorit Minggu pagi sejak puluhan tahun lalu di Indonesia. Mau tua atau muda, hampir semua orang memiliki kenangan tersendiri dengan Doraemon. 

Advertisement

Namun, belakangan kartun yang dicintai semua kalangan ini justru sedang memicu gelombang protes dan petisi viral di Jepang. Loh kenapa?

Dikutip dari laman Soranews24, sejumlah orang yang mengaku penggemar berat Doraemon membuat petisi untuk menghilangkan adegan mandi Shizuka di film maupun serial kartun Doraemon. Meskipun sangat menyukai Doraemon, mereka khawatir dengan adegan-adegan tidak pantas yang ada dalam kartun tersebut. Terlebih lagi karena mereka juga ingin memperkenalkan Doraemon kepada anak-anak dan generasi selanjutnya.

Pembuat petisi menganggap adegan Nobita mengintip Shizuka bukan cuma kenakalan biasa, melainkan bisa menjurus ke pelecehan

Film Doraemon I Photo by Pxfuel.com via www.pxfuel.com

Salah seorang penggemar Doraemon bernama Midorino Mushima membuat petisi untuk menunjukan keresahannya perihal beberapa adegan di kartun legendaris tersebut yang merugikan pihak perempuan. Mushima tidak ingin sikap Nobita dicontoh oleh generasi muda, termasuk anaknya.

Advertisement

Masih diilansir dari Soranews24, Mushima meminta setidaknya 1500 orang untuk menandatangani petisi yang diunggah di Change.org tersebut. Berdasarkan pantauan Hipwee hingga 13 Desember 2020, petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 1400 orang.

Mushima menjelaskan jika ia memang suka dengan kisah persahabatan yang ada di kartun, namun adegan Nobita yang mengintip Shizuka saat mandi bukan tindakan yang dianggap biasa, tapi termasuk ke dalam pelecehan.

Advertisement

“Tindakan ini bisa menjadi trauma tersendiri bagi kalangan perempuan dan ketakutan untuk mandi atau berinteraksi dengan laki-laki,” tulisnya dalam laman petisi.

Dalam petisi itu, terdapat 5 poin tuntutan untuk diperhatikan oleh pembuat atau produser kartun Doraemon

Mushima tidak memungkiri jika ia salah satu penggemar yang dari kecil sudah menyukai Doraemon. Ia bahkan menyebut persahabatan yang ditampilkan dari kartun ia ajarkan ke anaknya. Membuat petisi ini nggak berniat mengubah karya Doraemon yang ada, melainkan jika bisa meninggalkan tradisi intip-mengintip yang sudah ditampilkan setidaknya selama 41 tahun film Doraemon.

Dalam petisi dijelaskan 5 poin penting harapan dari Mushima, diantaranya pertama, menghindari adegan intip-mengintip, kedua jangan masukkan visual perempuan tanpa busana termasuk Shizuka, ketiga jika ditampilkan di TV untuk sebisa mungkin hindari adegan di kamar mandi, keempat kalau adegan itu sudah pasti selalu ada, maka disarankan untuk memberi disclaimer soal adegan yang nggak pantas di awal tayangan dan terakhir hal yang dijelaskan di atas diterapkan juga untuk adegan lain termasuk mengintip dari bawah rok.

Mendapat beragam pro kontra dari masyarakat, padahal Film Doraemon terbaru baru aja tayang Agustus 2020 lalu

Series film terbaru Doraemon I Photo by Wikipedia via en.wikipedia.org

Banyak yang setuju dengan petisi Mushima namun nggak dipungkiri juga ada segelintir orang yang kontra dengan pemikiran tersebut. Kebanyakan sih mereka menolak dengan alasan “Kalau gitu adegan kekerasan di setiap film harusnya juga dihilangkan”, “Atau Adegan Giant yang ngebully teman-temannya  dan berakhir dengan kekerasan nggak luput untuk dipermasalahkan”, komentar warganet seperti dikutip dari portal berita Soranews24.

Nah, pada Agustus 2020 lalu film Doraemon baru aja dirilis berjudul Doraemon: Nobitas’s New Dinosaurus. Dilansir Pop Culture Times, film karya Kazuaki Imai tersebut merupakan sekuel dari Doraemon: Nobita’s Dinosaur yang dirilis pada 2006. Bahkan, pada awal penayangannya di Bioskop Jepang mendapat antusias yang tinggi mencapai 630.000 penonton.

Dalam petualangan barunya ini, Nobita menemukan sebuah fosil telur Dinosaurus di sebuah situs yang pernah dia kunjungi sebelumnya, Nobita kemudian mengambil fosil itu dan mengembalikan ke bentuk asalnya dengan alat Time Turban. Telur tersebut kemudian menetas menjadi dinosaurus dengan spesies baru.

Perjalanan Nobita dan kawan-kawan dianggap semakin seru setelah dua dinosaurus dari telur yang menetas mereka beri nama Kyuu dan Myuu. Mereka berencana mengembalikan dinosaurus yang sudah tumbuh tersebut ke zaman asalnya namun tentu saja dengan tantangan yang mengasyikan.

Selain Doraemon: Nobitas’s New Dinosaurus, sebenarnya ada juga sekuel Stand By Me Doraemon yaitu Stand By Me Doraemon 2 yang dirilis di Jepang tanggal 20 November lalu setelah sempat tertunda. Karena situasi pandemi, rilis film-film terbaru Doraemon itu masih terbatas hanya di Jepang. 

Kalau kamu SoHip udah nonton belum, gimana nih pendapat kamu soal petisi tersebut? Yuk komentar di bawah.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE