Privasi Jungkook BTS Diduga Dilanggar, Pusat Kesejahteraan Sosial Busan Dikecam

Peta sebuah desa di Busan menunjukkan di mana rumah nenek Jungkook BTS

Beredar sebuah kabar bahwa Pusat Kesejahteraan Sosial Busan melanggar privasi Jungkook BTS. Pasalnya, peta sebuah desa di Busan menimbulkan kontroversi karena mengungkapkan di mana nenek Jungkook dulu tinggal, yang diduga dibuat tanpa persetujuan dari pihak Jungkook juga penduduk setempat.

Advertisement

Seperti diketahui, Jungkook BTS memang berasal dari Busan dan pindah ke Seoul untuk mengejar mimpinya sebagai selebritas. Nah, dalam peta tersebut terdapat sejumlah destinasi wisata umum yang ada di Busan. Namun publik dikagetkan dengan informasi lokasi tempat tinggal rumah nenek Jungkook BTS, yang dicantumkan dalam denah peta tersebut.

Pusat Kesejahteraan Sosial Busan mengonfirmasi lokasi rumah nenek Jungkook BTS untuk mempromosikan pariwisata desa

Pusat Kesejahteraan Sosial Busan mengonfirmasikan lokasi rumah nenek Jungkook

Pusat Kesejahteraan Sosial Busan mengonfirmasikan lokasi rumah nenek Jungkook | Credti: Koreaboo

Menurut Busan Ilbo, Pusat Kesejahteraan Sosial Desa Yeonsan di Distrik Yeonje, Busan, bersama dengan Dewan Keamanan Komunitas Distrik Yeonje, telah menerbitkan peta desa Yeonsan pada tahun 2021. Peta tersebut menunjukkan lokasi utama yang diidentifikasi dibagi menjadi area publik, tempat wisata, dan sekolah-sekolah di sekitar desa Yeonsan. Namun ada tempat yang dianggap melanggar privasi Jungkook.

Ditengah peta ada tempat yang ditandai dengan tulisan, “Rumah tempat nenek Jungkook BTS dulu tinggal (saat ini kosong).” Rumah yang kini kosong dan tidak berpenghuni tersebut juga diklasifikasikan sebagai objek wisata.

Advertisement

Menurut media, kartografer desa mengklaim bahwa keterangan itu ditulis sedemikian rupa dengan tujuan untuk mempromosikan pariwisata desa. Pusat Kesejahteraan Desa Yeonsan menjelaskan kepada media bahwa saat menggambar peta disarankan bisa memasukkan elemen yang menarik, dan memutuskan memasukkan lokasi yang berhubungan dengan idol.

“Saat menggambar peta desa, disarankan untuk memasukkan elemen yang menarik. Jadi kami memutuskan untuk memasukkan lokasi yang berhubungan dengan idol,” jelas Pusat Kesejahteraan Desa Yeonsan, dilansir dari Wowkeren.com (23/3)

Pusat Kesejahteraan Sosial Busan diduga tidak meminta izin kepada pihak Jungkook, BTS, dan penduduk setempat

Pusat Kesejahteraan Sosial Busan diduga tidak meminta izin pihak Jungkook, BTS, dan penduduk setempat

Pusat Kesejahteraan Sosial Busan diduga tidak meminta izin pihak Jungkook, BTS, dan penduduk setempat | Credit: Koreaboo

Advertisement

Namun menurut media ini, dipastikan bahwa penandaan tempat itu dilakukan tanpa diskusi dan persetujuan dari Jungkook, BTS, dan penduduk desa. Penduduk terdekat mengeluhkan ketidaknyamanan dan mengkritiknya, menyebutnya sebagai pelanggaran privasi.

Kebanyakan dari mereka tidak puas. Seorang warga juga mengatakan kepada media kalau ada anak-anak muda yang datang dan menanyakan lokasi tersebut.

“Aku tidak tahu di mana lokasinya, tetapi anak-anak muda datang dan menanyakan lokasi tempat ini. Tidak sopan bagi penduduk setempat untuk menandai area perumahan di peta sebagai kediaman nenek penyanyi terkenal,” kata warga tersebut.

Orang-orang juga mengkritik pengungkapan keberadaan kerabat seorang selebritas tanpa presetujuan sebelumnya. Seorang warga mengatakan kepada media jika mereka merasa senang berada di dekat tempat keluarga Jungkook dulu tinggal, namun mereka tidak nyaman ketika orang-orang berkumpul di sekitar area perumahan tanpa mendapatkan persetujuan sebelumnya.

“Rasanya menyenangkan berada di dekat tempat mereka dulu tinggal, tetapi tidak nyaman ketika orang-orang berkumpul di sekitar area perumahan tanpa mendapatkan persetujuan dan pergi ke tempat-tempat di mana kerabatnya tinggal. Kupikir begitu.”

Sementara itu beberapa ARMY (sebutan untuk fans BTS), mengecam kebijakan Pusat Kesejahteraan Sosial Busan yang telah dianggap mengeksploitasi privasi Jungkook BTS.

“Apa mereka tidak tahu privasi?” tulis seorang warganet.

“Mereka melewati batas,” ujar warganet lain.

“Dimana profesionalitasnya,” timpal seorang warganet.

Semoga segera ada konfirmasi lanjutan terkait kabar ini dari Pihak Kesejahteraan Sosial Busan ya, SoHip. Sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE