Sedekah di Kalangan Figur Publik Tuai Pro dan Kontra, Andre Taulany: Serba Salah, ya

Pro kontra sedekah figur publik

Di tengah pandemi seperti ini memang banyak sekali masyarakat yang terkena dampaknya. Terutama di sektor ekonomi yang mengalami banyak penurunan. Apalagi ketika pembatasan sosial banyak bisnis gulung tikar, karyawan terkena PHK, dan pedagang kecil sepi pembeli. Hal ini membuat masyarakat kalangan menengah atas bahu-membahu menyalurkan bantuan pada masyarakat yang terdampak pandemi.

Advertisement

Salah satunya dari kalangan fibur publik, khususnya selebritas Tanah Air. Banyak sekali figur publik yang menyalurkan bantuan atau bersedekah mulai dari paket sembako, vitamin dan obat-obatan hingga uang tunai. Namun, tindakan sedekah dari kalangan figur publik justru menuai pro dan kontra. Hal tersebut membuat komedian Andre Taulany mengungkap rasa dilemanya dalam bersedekah di situasi saat ini.

Andre merasa serba salah saat sedekah tanpa dibikin konten dibilang nggak peduli, tapi kalau dibikin konten dibilang pamer

Komedian yang sering disapa Pak Haji ini mengungkap perasaan dilemanya soal sedekah di kalangan figur pulik. Andre mengungkap hal tersebut melalui unggahan di Instagram pribadinya, belum lama ini. Dalam unggahan tersebut, Andre menuliskan tentang respon yang diterima saat seorang figur publik bersedekah.

Advertisement

“Sedekah nggak dibikin konten bilangnya pelit/ sombong/ tidak peduli/ dll.. Sedekah dibikin konten dibilangnya pamer/ ria/ dll. Serba salah ya?? Sing pending sedekah aja yooo… #sedekahjamannow,” tulis Andre dalam unggahan tersebut.

Sebagai seorang komedian ternama, Andre tentu menjadi figur publik yang banyak menarik perhatian masyarakat. Mungkin pengalaman tentang perasaan serba salah saat bersedekah juga dialami Andre sendiri. Dalam unggahan tersebut memang Andre nggak memberikan alasannya mengungkap hal tersebut. Bisa juga Andre hanya melihat fenomena sedekah di kalangan figur publik zaman sekarang. Seperti tren ikoy-ikoyan beberapa waktu lalu.

Sedekah di kalangan figur publik memang menjadi fenomena yang ramai diperbincangkan masyarakat, bahkan pro dan kontranya tersebut juga datang dari kalangan seleb sendiri

Advertisement

Seperti yang banyak orang ketahui, konten-konten seleb saat bersedekah hampir dipastikan mendapat pujian sekaligus dibanjiri kritikan. Misalnya saat YouTuber Ria Ricis menyalurkan bantuan sembako, memang banyak yang mendukung, tapi juga dianggap bersedekah demi konten vlog. Di sisi lain, seleb yang nggak pernah membuat konten sedekah akan dianggap benar-benar nggak pernah sedekah. Atau seleb yang nggak ikut tren ikoy-ikoyan dianggap sombong dan pelit, karena mengabaikan permintaan warganet. Hal itulah yang membuat tren ikoy-ikoyan menuai pro dan kontra di kalangan seleb.

Padahal nggak ada yang tahu jika mereka bersedekah di belakang layar, karena nggak pernah membuat konten tentang sedekahnya atau mengunggah di media sosial. Begitu pun dengan cara sedekah setiap orang yang berbeda-beda. Ada yang memilih turun ke jalan membagikan bantuan uang secara langsung seperti YouTuber Doni Salmanan, atau seperti Atta Halilintar yang menyelipkan uang di bawah pintu rumah-rumah warga. Mungkin Andre juga punya caranya sendiri untuk bersedekah.

Unggahan Andre mengundang komentar rekan sesama figur publik yang menyatakan sependapat dengannya, pun banyak warganet yang memberikan bermacam-macam tanggapan

tanggapan rekan seleb dan warganet | Credit by @andretaulany on Instagram

Dilema akan rasa serba salah untuk bersedekah di zaman sekarang mungkin juga dialami oleh sejumlah figur publik lain. Unggahan Andre pun disetujui oleh sejumlah rekan seleb seperti Glen Alinskie, Gading Marten, Stevi Item dan Parto Patrio. “Pegang prinsip: tangan kanan memberi, tangan kiri nggak perlu tahu, itu saja. Yang menghitung amal ibadah seseorang bukan netizen,” tulis Parto memberikan nasihat.

Unggahan tersebut juga mendapat berbagai tanggapan dari warganet ada yang menganggap konten sedekah sebagai ibadah akhir zaman. Namun, ada pula yang menganggap dibuat konten ataupun nggak yang penting sedekahnya. “Yang salah itu udah nggak sedekah, tapi nyinyir Pah Haji,” tulis seorang warganet. “Di mata orang yang nggak suka, mah salah mulu, Pak Haji,” tulis warganet lain. Sehingga, mau dibuat konten atau nggak, mau ikut tren atau dengan caranya sendiri sebenarnya esensi kepedulian ada di sedekah dan niat masing-masing orang.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE