Dituntut Untuk Hargai Orang yang Berpuasa, Begini Tanggapan Reza Arap

Salah satu polemik yang selalu hadir setiap bulan puasa adalah sikap toleransi dari umat non muslim kepada yang muslim. Persoalan ini seakan tidak ada habisnya karena masih sering terjadi perdebatan tentang siapa yang harusnya menghargai.

Advertisement

Baru-baru ini, Reza Arap mengutarakan pendapatnya usai dituntut seorang warganet untuk menghargai orang yang berpuasa. Diketahui, Reza Arap memang bukan beragama Islam, melainkan Buddha.

Reza Arap mengunggah foto makanan saat orang lain berpuasa

Tanggapan Reza Arap saat dituntut hargai orang berpuasa

Tanggapan Reza Arap saat dituntut hargai orang berpuasa | Credit: Instagram @ybrap

Dalam unggahan Instagram Story, Reza Arap menampilkan menu makanan yang akan ia santap. Kemudian seorang warganet meresponsnya dengan menyuruh Reza Arap untuk menghargai orang yang tengah berpuasa. Warganet itu berprinsip bahwa toleransi itu wajib hukumnya.

“Hargai yang puasa, toleransi itu wajib,” tulis si warganet.

Advertisement

Tanpa berlama-lama, Reza Arap langsung membalas. Menurut Arap, wujud toleransinya terhadap orang yang berpuasa tidak bisa dilihat sebatas unggahan story saja.

“Menghargai kalian yang berpuasa bukan dari gua ngepost story sih dan itu hak gua juga haha,” jawab Reza Arap.

Advertisement

Reza Arap lanjut mengingatkan bahwa di lingkungan sekitar kita juga ada orang-orang yang tidak berpuasa. Mereka ini pun juga perlu dihargai kebutuhannya.

Sorry-not-sorry. Jangan lupa hargai juga yang tidak berpuasa. You are not the main character,” tegasnya.

Tuai pro kontra warganet yang lain

Tuai pro kontra warganet

Tuai pro kontra warganet | Credit via Twitter

Pernyataan Reza Arap tersebut langsung memicu warganet lainnya untuk ikut berkomentar. Seorang warganet menyesalkan perbuatan Reza Arap yang salah memilih momen saat mengunggah foto makanan. Menurutnya, jika ingin makan, maka tidak perlu sampai ditampilkan di media sosial.

“Bukan masalah nggak ngebolehin orang yang nggak puasa atau nonis makan. Tapi, masalah di-publish itu loh. Kan ini momennya orang pada banyak yang puasa. Nggak semua yang puasa akan tergoda dengan kamu makan itu. Tapi etikanya itu loh. Makan mah makan aja, nggak usah di-post,” tulis @ang.

Sebaliknya, banyak warganet yang mendukung prinsip Reza Arap itu. Menurut mereka, puasa adalah untuk menahan godaan nafsu, bukan untuk mengatur perilaku orang lain. Niat untuk berpuasa datangnya dari dalam diri dan tidak perlu mengkambing hitamkan orang yang tidak berpuasa.

Sorry to say tapi kadang mereka cuman mau ditoleransi tapi nggak mau menoleransi. Sampai kadang aku kalau siang takut banget buat beli jajan ataupun makan di luar karena pasti diliatin. Berasa kriminal sumpah,” tulis @augy.

“Setuju banget sama ini karena puasa itu soal menahan diri, bukan mengontrol diri orang lain. Tapi sayangnya ingat kalau masih tinggal di Indonesia yang mayoritasnya apa-apa teriak ‘hargai kami’,” tulis @edward.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE