Sudah Divaksin Covid-19 Dua Kali, Ridwan Kamil Sebut Efek Sampingnya: Mengantuk Selama 3 Hari

Ridwan Kamil cerita efek samping vaksin Covid-19

Pada 13 Januari 2021, Presiden Joko Widodo, menteri, hingga perwakilan masyarakat menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 golongan pertama di Istana Kepresidenan. Setelah vaksinisasi tersebut dilakukan, lantas nggak sedikit yang mempertanyakan efek samping dari vaksin Covid-19 jika dimasukkan ke dalam tubuh.

Advertisement

Kali ini Ridwan Kamil yang dikenal aktif di media sosial memberikan testimoninya kepada publik agar nggak takut untuk menjalani vaksinansi. Lewat unggahan di Instagram dan Twitternya Gubernur Jawa Barat ini menceritakan pengalaman setelah dua kali menerima vaksin produk Biofarma-Sinovac. Bagaimana ceritanya? yuk simak bareng-bareng.

Ridwan Kamil menjelaskan sebelumnya ia sudah divaksin sebanyak dua kali sebagai relawan pada bulan Oktober di Universitas Padjajaran, Bandung. Untuk itu pada vaksin kali ini ia nggak diharuskan untuk menjalani lagi

Gubernur Jawa Barat menceritakan pengalamannya usai dua kali menerima vaksin Covid-19 dari Biofarma-Sinovac. Melalui unggahan video di akun Instagramnya, setelah 3 bulan disuntik vaksin ia merasa memiliki antobodi yang semakin kuat.

Advertisement

“Jadi tak perlu disuntik lagi. Hasilnya sangat menggembirakan: Efikasi 65,3 persen (di atas standar WHO 50%), dan 3 bulan setelah disuntik, pasukan antibodi muncul berlimpah 99 persen,” tulisnya seperti dikutip dari Twitter resmi Ridwan Kamil, Rabu (13/1).

Dalam penuturannya, ada dua kategori masyarakat yang merespon soal vaksin, yakni rasional dan irasional atau emosional. Ia menjelaskan selama menjalani rangkaian penyuntikan nggak ada efek samping yang berarti. Hanya saja sempat merasa pegal di bagian yang disuntik dan mengantuk selama 3 hari.

Advertisement

“Kesaksian saya sebagai relawan, rata-rata alhamdulillah tidak ada efek samping. Paling hanya pegal 1 jam setelah disuntik dan saya mah mengantuk selama 3 hari. Tidak ada demam tidak ada bengkak, tidak nambah panjang si otong dan tidak berubah jadi hijau Hulk atau apapun yang selama ini banyak dikhawatirkan mereka yang terkena hoax,” ujarnya memberikan pengertian.

Menurut Emil, reaksi setelah mendapat vaksin justru mempunyai efek yang baik.

“Badan jadi merasa lebih sehat, nafsu makan naik dan nafsu julid turun,” katanya sambil diselingi dengan gurauan.

Ridwan Kamil pun menegaskan untuk keadaan darurat seperti sekarang, maka vaksin sifatnya wajib bukan pilihan. Ia mengingatkan setelah vaksin bukan berarti bebas meninggalkan protokol kesehatan

Vaksin yang digunakan Ridwan Kamil memang belum diproduksi secara massal, namun ia meyakinkan jika hasil yang didapat akan sama. Terlebih vaksin CoronaVac atau Sinovac yang kemarin dipakai gelombang pertama telah berhasil melewati 3 tes uji di beberapa negara.

“Vaksin Biofarma yang saya belum diproduksi, Tahap 1 minggu ini yang akan digunakan adalah Sinovac, dibeli langsung setelah berhasil menjalani 3 tes di Brazil (78% efikasi) & Turki (90% efikasi). Tahap 2-3 baru pake vaksin Biofarma/Pfizer/Astra Zenica. Semua sama. #Jabarsiapvaksin,” cuitannya dalam Twitter resmi, Rabu (13/1).

Dalam kesempatan itu, Ridwan juga mengajak masyarakat untuk bela negara, salah satunya mengikuti vaksinasi secara sukarela. Meski begitu, setelah menjalani vaksin harus tetap waspada karena antibodi belum terbentuk sepenuhnya.

“Vaksin hanya metode pengurang wabah. Tetap jalankan metode 3M dalam keseharian kita,” tutupnya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE