Rumah Shah Rukh Khan Mendapat Ancaman Bom, Polisi Tangkap Pelaku

Pelaku mengancam polisi dalam keadaan mabuk dan menyasar beberapa tempat

Membangun rumah di perkotaan cukup rentan terkena masalah keamanan. Pasalnya, dengan tingkat pengangguran yang tinggi akan memperbanyak perilaku kriminalitas. Oleh karena itu, banyak orang yang rela membayar satpam atau bodyguard untuk mengamankan tempat tinggal mereka.

Advertisement

Namun, meskipun sudah berusaha maksimal, masih banyak hal yang sering terjadi di luar kendali. Seperti yang terjadi di Mumbai, India saat kantor polisi dikejutkan oleh ancaman pengeboman dari seorang pria tak dikenal. Tentu saja ancaman itu merugikan keamanan masyarakat daerah Mumbai. Apalagi sang pelaku tak tanggung-tanggung dalam aksinya, ia mengancam akan meledakkan bom di beberapa tempat, termasuk wilayah dekat kediaman aktor Bollywood Shah Rukh Khan.

Kronologi bermula ketika polisi mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai tentara. Dia mengancam akan meledakkan bom di beberapa tempat

Teras Mannat di rumah Shah Rukh Khan

Teras Mannat di rumah Shah Rukh Khan | Credit: Instagram @gaurikhan

Berawal dari Kamis (6/1/2022) pukul 18.22, seorang pria menelepon Kepolisian Maharashtra dan mengancam akan meledakkan bom di beberapa tempat. Pengeboman akan dilakukan di tempat-tempat seperti Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus (CSMT), daerah Khargar, dan stasiun kereta Kurla yang dekat Rumah Mannat kediaman aktor Bollywood Shah Rukh Khan. Selain itu, orang tak dikenal ini juga mengancam akan meledakkan bom nuklir di Mumbai.

Dilansir dari Times of India, panggilan misterius itu membuat kepolisian langsung melakukan investigasi ke wilayah yang disebutkan. Polisi mengerahkan unit anjing pelacak, regu penjinak bom, dan pendeteksi bom. Namun selama operasi berlangsung polisi tidak menemukan barang-barang yang mencurigakan.

Advertisement

Setelah melakukan pencarian dan pemeriksaan, polisi kembali melacak penelepon. Akhirnya pada Sabtu (8/1/2022) nomor si penelepon berhasil dilacak dan sedang berada di daerah Jabalpur Madhya Pradesh. Ia langsung ditahan dan diamankan oleh kepolisian setempat.

“Kami menerima telepon dari polisi Maharashtra yang mengatakan ada panggilan tak dikenal, mengancam akan melakukan pengeboman. Kami telah menangkap pria ini, dan kami menjeratnya dengan tuntutan pidana yang relevan,” kata petugas polisi bernama Alok Sharma.

Identitas penelepon terungkap. Catatan kriminalnya selama ini juga penuh kasus serupa

Rumah Mannat kediaman Shah Rukh Khan | Credit: Instagram @gaurikhan

Advertisement

Menurut pemberitaan, pria penelepon itu diketahui hanyalah penduduk biasa. Ia berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya adalah tentara. Pria tersebut bernama Jitesh Thakur dan berumur 35 tahun. Ia pengangguran, kerap mabuk-mabukan, dan menimbulkan kekacauan di sekitarnya.

Polisi juga mengungkap catatan kriminal yang dimilikinya. Sebelumnya, tercatat Jitesh Thakur pernah membuat laporan palsu ke kantor polisi dalam keadaan mabuk. Ia juga sering terlibat masalah dengan staf Dial 100 yang merupakan bagian layanan panggilan darurat di kantor polisi.

Karena menelepon polisi dalam keadaan mabuk, Jitesh Takur dinilai tidak memiliki motif tertentu dalam ancamannya. Polisi menduga bahwa orang ini memang sedang dalam kondisi kejiwaan yang tidak baik akibat kondisi pernikahannya.

“Dia tidak punya motif apapun. Dia sering mabuk dan kemudian menelepon. Kami mengetahui bahwa kehidupan pernikahannya tidak berjalan dengan baik karena dia telah diganggu akhir-akhir ini,” jelas Alok Sharma.

Hingga kini, Shah Rukh Khan belum membuat pernyataan publik untuk menanggapi ancaman bom di wilayah sekitar kediamannya ini. Diketahui pada tahun 2014 Shah Rukh Khan juga sempat mendapat ancaman dari seorang mafia bernama Ravi Punjari. Tidak hanya Shah Rukh Khan, mafia ini juga mengancam keamanan beberapa orang salah satunya produser bernama Ali Morani. Ancaman keamanan itu membuat superstar Bollywood ini mengerahkan kepolisian untuk mengawal dan berjaga di sekitar kediamannya.

Meskipun tersangka Jitesh Thakur tidak memiliki motif tertentu, tetap saja insiden ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua. Bahwa kata-kata sesederhana apapun dapat menimbulkan persepsi berbeda bahkan kegaduhan besar yang merugikan banyak pihak.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE