Sinetron yang Syuting di Pengungsian Korban Semeru Dikecam, Pemain Minta Maaf

Sinetron syuting di pengungsian korban Semeru

Lokasi pengungsian korban bencana alam menjadi satu-satunya tempat bernaung dan saksi duka atas peristiwa yang mungkin meninggalkan luka trauma. Siapa saja yang berada di pengungsian baik tim relawan maupun masyarakat yang menyalurkan bantuan pasti berusaha memberikan empati mendalam untuk para korban.

Advertisement

Namun, berbeda dengan lokasi pengungsian korban erupsi Semeru di Desa Penanggal, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur yang justru menjadi lokasi syuting sinetron beberapa waktu yang lalu. Sinetron berjudul Terpaksa Menikahi Tuan Muda ini akhirnya ramai dikecam publik, bahkan muncul ancaman boikot. Hal ini karena syuting sinetron di lokasi pengungsian dinilai tidak tepat, apalagi bencana tersebut belum lama terjadi, duka dan trauma para korban pun belum sembuh.

Kecaman terhadap sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda ramai diperbincangkan usai sebuah unggahan yang menayangkan proses syuting di pengungsian viral di media sosial

Unggahan saat syuting sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda yang viral di medsos | Credit by @cakyo_seversemeru on Instagram

Seorang relawan lokal mengunggah beberapa foto dan video saat proses syuting sinetron lewat akun instagram @cakyo_saversemeru pada Rabu (22/12). Salah satu slide foto memperlihatkan adegan pelukan si pemain di depan tenda bertuliskan “Kemensos” dan di depan para korban, termasuk anak-anak.

Selain foto ada juga beberapa video adegan sinetron di beberapa titik lokasi pengungsian. Dalam unggahan tersebut, sang relawan mengungkapkan kekecawaan mereka dalam kolom keterangan. Hal ini karena tindakan Production House (PH) dinilai tidak manusiawi dengan menjadikan pengungsian sebagai lokasi syuting sinetron.

Advertisement

“Bencana bukan drama. Kami relawan lokal yang tidak punya nama untuk membantu saudara sendiri penuh dengan drama. Sekarang lokasi pengungsian justru dijadikan lokasi syuting sebuah drama. Ini bencana bukan drama. Jangan jadikan bencana sebuah drama,” tulis sang relawan dalam keterangan unggahannya.

Persatuan warga Lumajang juga mengajak publik untuk memboikot sinetron meski pihak PH mengaku sudah mendapat izin dari Pemda lewat Bupati untuk syuting di pengungsian

Ajakan boikot | Credit @visitlumajang on Instagram

Selain memberikan kecaman, publik terutama warga Lumajang mengajak untuk memboikot sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda lewat sebuah poster yang viral di media sosial. Dalam poster tersebut warga menyampaikan beberapa alasan ajakan pemboikotan yang pada intinya menganggap sinetron tersebut dinilai tidak berempati dengan bencana yang terjadi.

Advertisement

“Lumajang masih dalam suasana berkabung. Mayat saudara kita yang terkubur material Semeru masih dalam harapan bisa ditemukan. Tim Anda datang ke pengungsian hanya untuk syuting. Ditambah lagi aktor dan aktrisnya bergandengan, pelukan di depan anak-anak. Sungguh sangat menyakiti hati kami,” begitu bunyi poster tersebut.

Melansir dari CNN Indonesia, PT Verona Indah Picture selaku PH sinetron tersebut mengaku sudah mengantongi izin dari Pemda Lumajang, karena pihaknya telah lebih dulu melayangkan surat izin dan menyampaikan maksud untuk syuting di lokasi pengungsian kepada Bupati. Kendati demikian pihak Komandan Pusat Pengendali Operasi Satgas Semeru yang bertanggung jawab atas pengungsian menyatakan sama sekali tak memberi izin.

Rebecca Tamara menanggapi kecaman sinetron yang dibintanginya tersebut dengan permintaan maaf kepada publik

Permintaan maaf Rebecca Tamara | Credit by @rebeccatamara on Instagram

Diketahui Rebecca merupakan tokoh utama perempuan pada sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda yang berperan sebagai Amanda. Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Rabu (22/12), Rebecca menyampaikan permohonan maafnya dan mengakui kesalahan pihaknya yang menerima tawaran adegan tersebut di lokasi pengungsian.

“Saya di sini tidak mau membela diri dalam hal ini. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya minta maaf telah mengecewakan beberapa pihak, tidak ada maksud ataupun tujuan,” ungkap aktris 27 tahun ini dalam unggahan yang berisi permohonan maaf.

Rebecca berharap ia bisa belajar dari kejadian ini, sehingga bisa lebih memahami kondisi ke depannya. Selain itu ia juga menyampaikan dukacita yang mendalam atas musibah erupsi Semeru. “Saya ucapkan terima kasih untuk pihak yang telah mengingatkan saya untuk menjadi lebih baik. Sekali lagi saya minta maaf dan turut berduka dalam musibah Semeru. Saya bersama korban Semeru,” ungkap Rebecca.

Hal serupa juga dilakukan oleh Leo Consul selaku lawan main Rebecca, ia turut menyampaikan permohonan maaf selaku pemain sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda

Permintaan maaf Leo Consul | Credit by @consulleo on Instagram

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Leo mengungkapkan permohonan maaf atas kejadian pada proses syuting sinetron yang dibintanginya. Dalam unggahan yang memuat tulisan permohonan maaf tersebut, Leo menjelaskan bahwa ia dan tim sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti hati para korban Semeru. Leo juga mengakui, harusnya ia lebih bisa menilai situasi dan kondisi.

“Saya tahu permintaan maaf saya ini tidak bisa menebus kesalahan saya, tapi ini adalah kewajiban moral saya untuk bersuara atas rasa sakit yang telah saya timbulkan,” ungkap aktor asal Filipina ini.

Selain itu, dalam keterangan unggahannya, Leo juga menyampaikan duka cita yang mendalam. “Tujuan saya di sini bukan untuk membela diri tapi hanya untuk meminta maaf sebesar-besarnya. Tidak ada yang melihat betapa hancur hati saya saat saya melihat korban di sana terdampar di keadaan yang sangat menyedihkan,” tulis Leo dalam keterangan unggahan tersebut.

Hingga tulisan ini Hipwee terbitkan, masih belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak Pemda Lumajang terkait izin yang diberikan kepada PT Verona Indah Picture yang menggawangi sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda. Kendati demikian, publik berharap kejadian serupa tidak terulang dan ajakan boikot masih menjadi perbincangan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE