Kecam Satpol PP Hancurkan Ukulele Pengamen, Charly Van Houten: Nggak Ada Cara yang Lebih Tepat?

Tanggapan Charly Satpol PP hancurkan ukulele

Bagi pengamen, alat musik lebih dari sekadar benda. Biasanya mereka menggunakan alat musik sederhana seperti gitar dan ukulele demi menyambung hidup sehari-hari. Rasanya nggak berlebihan kalau Charly Van Houten mengecam keras tindakan oknum Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) baru-baru ini. Pasalnya, oknum tersebut tak hanya menyita ukulele pengamen, tetapi juga menghancurkannya. Charly paham betul arti alat musik bagi seorang musisi jalanan dan pengamen. Apalagi ia pernah merasakan sendiri hidup di jalanan sebagai pengamen.

Advertisement

Video Satpol PP mematahkan ukulele itu menjadi buah bibir di media sosial. Bahkan videonya sempat viral. Dilansir CNN Indonesia, penghancuran ukulele itu dilakukan oleh Satpol PP Pontianak Kalimantan Barat usai merazia pengamen dan anak jalanan. Dalam hitungan detik setelah diunggah oleh akun Instagram @tkp_potianak, video itu menuai  kecaman. Nggak hanya kalangan biasa yang berkomentar, Charly pun ikut angkat bicara. Tak sepakat dengan tindakan itu, ia melontarkan kecaman sekaligus kritikan.

Tanggapi oknum Satpol PP yang hancurkan ukulele pengamen, Charly Van Houten sedih: apa nggak ada cara yang lebih tepat?

Melihat video onum Satpol PP Pontianak menghancurkan ukulele pengamen, Charly merass sedih. Bahkan hatinya ikut sakit melihat rekaman yang sempat menduduki puncak trending topic di Twitter itu. Ia menilai tindkana itu nggak tepat. Alih-alih menghancurkan ukulele, petugas Satpol PP  seharusnya membina para pengamen. Cara tu justru membuat pengamen kehilangan alat yang dipakai untuk mencari uang.

Advertisement

Menurut Charly, tindakan itu tak sepatutnya dilakukan dan tak bisa dibenarkan apa pun alasannya. Dalam video unggahannya, ia menegaskan tindakan tersebut telah menghina dan merendahkan seluruh musisi dan pengamen. Hatinya ikut sedih melihat oknum Satpol PP dengan gampang merusak dan menghancurkan alat musik ukulele yang tak ubahnya ‘cangkul’ bagi para musisi. Apalagi mengingat di tengah kondisi pandemi ini, nasib musisi dan pengamen cukup memprihatinkan. Bahkan dunia seni seolah mati suri.

“Mestinya sebagai instansi pemerintah memberi contoh yang baik dan edukasi yang baik. Bukan dengan cara yang seenaknya seperti ini. Pengamen jalanan harusnya dibina, diberi wadah, dan diberi ruang. Jujur, aku nggak terima. Bukan cuma minta maaf setelah ramai (viral). Harus diklarifikasi dengan benar dan memberikan edukasi yang baik,” tegas Charly.

Sesalkan tindakan oknum Satpol PP, Wali Kota Pontianak janji bakal beri sanksi dan ganti ukulele pengamen yang dirusak

Advertisement

Komentar warganet | Instagram @charly_setiaku

Mendengar kejadian itu dan melihat banyanya protes dari warganet, Wali Kota Pontianak pun tak tinggal diam. Sebagai penggemar musik, ia mengaku prihatin. Edi Rusdi meminta maaf karena membiarkan insiden itu terjadi. Bahkan ia berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada oknum Satpol PP Pontianak yang menghancurkan ukulele pengamen. Selain itu, ia akan mengganti ukulele yang dihancurkan.

“Saya sebagai Wali Kota Pontianak menyampaikan permohonan maaf atas tindakan itu dan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum Satpol PP tersebut,’ ujar Edi Rusdi, dinukil dari Kompas.

Sementara itu, Satpol PP Pontianak membantah berita miring yang beredar. Menurut Kasatpol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana, ukulele itu adalah barang sitaan hasil penertiban dua tahun lalu yang tak diambil pemiliknya. Sesuai peraturan, pengamen akan diminta menulis surat pernyataan agar tak mengulangi pelanggaran lagi. Kemudian barang milik pengamen akan dikembalikan. Meskipun begitu, kecaman dan kritikan terus bergulir. Tindakan oknum Satpol PP tersebut tetap dinilai bukan solusi tepat atas permasalahan pengamen dan anak jalanan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE