Valentino Rossi Pensiun dari MotoGP, Balapan Terakhir Jadi Momen Penghormatan Penuh Haru

Valentino Rossi pensiun

Kabar mengharukan tengah dirasakan penggemar dari balapan dunia MotoGP. Sang rider legendaris Valentino Rossi resmi pensiun sebagai pembalap yang telah melambungkan namanya. Ia mengakhiri balapan terakhirnya di seri MotoGP Valencia, Minggu, (14/11).

Advertisement

Sederet tokoh penting tampak hadir dalam balapan tersebut sebagai tanda penghormatan. Mantan-mantan rival Rossi di masa jayanya, seperti Max Biaggi dan Casey Stoner datang secara langsung. Selain itu, tampak pula mantan pesepak bola bintang Inter Milan, Ronaldo Luis Nazario de Lima. Secara khusus, Francesco “Pecco” Bagnaia yang meraih podium 1 dalam balapan membersembahkan gelar kemenangannya untuk sang legenda.

Sempat khawatir terbawa emosi, Rossi mengerti bahwa kariernya memang harus berhenti sampai di sini

Pada balapan terakhir di seri MotoGP Valencia, Rossi awalnya khawatir tentang emosi yang tengah dirasakan. Namun, ia justru menerimanya dengan senyuman dan tampak bersemangat.

Advertisement

“Akhir pekan yang menyenangkan, saya sangat khawatir tentang emosi dan sebagainya. Ini adalah hal yang paling membuat saya menikmati. Ini adalah balapan terakhir kejuaraan. Maka perlahan-lahan saya mengerti bahwa kemudian saya akan berhenti,” pungkas pembalap yang mendapat julukan The Doctor.

Meski demikian, tak bisa dimungkiri rasa emosional dan haru tumpah ruah usai Valentino menyelesaikan balapan terakhir di MotoGP 2021.

Advertisement

Tak terkecuali pasangannya, Francesca Sofia Novello yang langsung memeluk Rossi saat sampai di paddock usai menyelesaikan balapan. Francesa seolah belum siap menerima, meski nantinya diyakini bakal tetap berada di paddock Sky Racing Team VR46.

Rossi mengakui ada sejumlah ketakutan dan penyesalan yang ia hadapi usai putuskan pensiun

Dilansir dari Crash, Rossi menyatakan salah satu penyesalan dan ketakutan yang pertama kali muncul dalam benaknya, yakni membayangkan hari-hari  di masa depan tanpa balapan.

“Hal pertama yang saya sesali bahwa ini telah usai. Saya rasa situasi bakal terasa lebih sulit di masa depan, di pekan-pekan dan bulan-bulan mendatang, dan terutama di Maret ketika mereka memulai kembali (musim baru),” pungkas Rossi.

Ia juga mengakui memiliki penyesalan terkait juara dunia MotoGP yang belum genap 10 gelar kemenangan. Meski demikian, ia tetap bersyukur dengan pencapaian yang sekarang.

“Tentu saja ingin memenangkan gelar juara dunia ke-10. Namun, saya tidak bisa menyesali hasil yang saya dapat dan sembilan gelar juara dunia,” sambungnya.

Rossi menutup jejak kariernya sebagai pembalap tersukses di milenium baru

Balapan di Valencia menutup kiprah Rossi pada dunia motor Grand Prix yang sudah digeluti selama 25 tahun. Sejak berkiprah secara profesional di tahun 1996, Rossi tercatat telah memenangi 9 titel juara dunia balap motor, dengan 7 di antaranya tercipta di kelas premier.

Valentino Rossi adalah satu-satunya pembalap yang memenangkan Kejuaraan Dunia di empat kelas, yakni 125,250, 500 dan MotoGP. Rossi dan Giacomo Agostini merupakan dua pembalap yang pernah mendapat gelar kelas utama dengan menggunakan mesin two-stroke (dua tak) dan four-stroke (empat tak).

Ia pun menuturkan bahwa koleksi sembilan gelar juara dunia bisa bertambah andai ia lebih bekerja keras di paruh awal kariernya. Namun, ia menyadari bahwa pembalap muda lebih terlihat kurang konsisten dan menurutnya adalah hal yang normal.

“Terlepas dari hal tersebut, saya sangat senang dan hari ini adalah sebuah penutupan yang luar biasa,” tutup Valentino Rossi.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE