Pernah nggak sih kamu merasa pusing gara-gara cowok di sampingmu, yang sebenarnya terlihat kece dengan pakaiannya yang necis, tapi ketika dideketin, hmmm wanginya bikin manuk. Dia masih jauh dari kamu saja bau wanginya sudah tercium. Belum pernah? Atau jangan-jangan kamu adalah cowok itu?

Penelitian membuktikan bahwa ternyata banyak cowok yang salah memakai wewangian, baik itu cologne atau parfum. Lhoh kok cowok saja? Memangnya cewek nggak? Mungkin karena pada dasarnya kebanyakan cowok memang kurang peduli dengan hal-hal yang superti ini. Gaya pakaian, parfum, wewangian, dan basana contohnya. Sehingga banyak cowok yang menganggap bahwa memakaia wewangian itu asal disemprot saja.

Supaya nggak asal disemprot, yuk simak soal pengetahuan pakai wewangian dengan benar.

Kenali macam-macam wewangian berdasarkan kekuatan atau ketahanan aromanya, mulai dari Parfum hingga Eau Fraiche

macam-macam wewangian via www.realmenrealstyle.com

Wewangian sebenarnya ada banyak jenisnya, tergantung dengan lamanya ketahanan aroma ketika dipakai (dan juga harganya sih ya..). Tiap-tiap jenis wewangian biasanya berisikan campuran antara minyak parfum, air, dan juga alkohol. Semakin besar kadar minyak parfumnya, semakin tajam dan tahan lama aromanya ketika dipakai.

Advertisement
  • Eau Fraiche atau Fresh Spray. Ini adalah jenis wewangian yang paling lemah aromanya karena hanya diisi dengan 1-3% minyak parfum sedangkan sisanya adalah air dan alkohol. Ketika dipakai, aromanya hanya bisa bertahan selama kurang lebih satu jam.
  • Cologne. Ini nih jenis wewangian yang paling sering dipakai pria karena murah dan banyak tersedia di toko-toko. Cologne sendiri berisikan 2-4% minyak parfum sehingga tahan kurang lebih 2 jam.
  • Eau de Toilette. Berisikan kurang lebih 5-15% minyak parfum dan tahan dipakai selama kurang lebih 3 jam.
  • Eau de Parfum. Terdiri dari 15-20% minyak parfum dan tahan selama 5-8 jam.
  • Parfum. Berbeda dengan Eau de Parfum, Parfum terdiri dari 20-30% minyak parfum sehingga pemakaiannya tahan selama 24 jam.

Semprot wewangianmu di kulit, bukan di baju agar wanginya bisa menyatu dengan aroma badanmu yang alami

semprot parfum pada kulit via www.realmenrealstyle.com

Wewangian sebaiknya disemprotkan pada kulit langsung daripada pada pakaian. Ketika disemprotkan pada kulit, minyak pada parfum akan menyatu dengan minyak tubuh sehingga si wewangian dapat sinkron dengan aroma alami tubuhmu. Tentunya kamu boleh menyemprotkan si wewangian pada baju jika memang kamu alergi terhadap zat-zat yang ada pada wewangian tersebut. Tapi, kamu perlu berhati-hati karena beberapa jenis baju mungkin saja ternoda ketika disemprot dengan minyak yang ada pada wewangian.

Semprotkan parfum pada bagian tubuh yang paling banyak mengandung panas tubuh seperti pada leher, dada, pergelengan tangan, pundak, dan juga siku dalam, tapi tidak bersamaan ya!

semprot pada bagian-bagian tertentu via www.businessinsider.co.id

Aroma wewangian akan terpancar lebih kuat ketika disemprotkan ke bagian-bagian tubuh yang memancarkan panas. Bagian tubuh tersebut antara lain adalah leher, dada, belakang kuping, pundak, dan juga siku bagian dalam. Mungkin kamu juga bisa melihat bahwa bagian-bagian tersebut adalah tempat dimana pembuluh darah kita paling kentara, oleh karena itu titik-titik tersebut sering disebut sebagai pulse point atau titik-titik pembuluh.

Wewangian yang disemprotkan ke titik-titik pembuluh darah tersebut akan bereaksi dengan panas tubuh dan aromanya akan lebih terpancar dengan baik. Oleh karena itu disarankan juga menyemprotkan wewangian setelah mandi air hangat.

Kebiasaan habis semprot di pergelengan tangan terus digesek-gesek ternyata perlu dihilangkan, karena mengurangi kerja si wewangian

jangan diusap! via www.businessinsider.co.id

Pasti kamu seringa mengusap-usap atau menggesek-gesek pergelangan tangan atau bagian leher setelah diberi parfum, kan? Wajar sih, secara logis kita berpikir bahwa kita meratakan si parfum ke kulit dengan mengusap-usapnya setelah disemprot. Padahal, ternyata hal tersebut tidak baik dilakukan lho! Dengan mengusap-usapkan si parfum ke kulit, sebenarnya kita justru mematikan dan melemahkan aroma asli si parfum. Jadi, lain kali biarkan saja si parfum mengering di kulit tanpa diusap-usap seusai diaplikasikan.

Jangan mandi parfum ya! Selalu mulai dengan satu semprotan saja, kemudian tambahkan dua semprot jika memang dirasa kurang

cara memakai parfum yang benar via www.youtube.com

Ini nih kesalahan yang biasanya paling sering dilakukan oleh cowok, semprot sana-sini, yang penting wangi. Padahal wewangian itu sebaiknya “ditemukan” oleh orang-orang sekitar, bukan “diumumkan” secara gamblang ke mereka di sekitar kita. Maksudnya ditemukan adalah, orang-orang sekitar hanya bisa mencium aroma parfummu ketika mereka sedang berada atau berinteraksi denganmu dalam jarak dekat. Oleh karena itu, menyemprotkan parfum pada tiga titik pembuluh darah saja sebenarnya sudah cukup dimana titik yang paling umum adalah daerah belakang telinga, pergelangan tangan, dan dada.

Perlu juga diketahui bahwa ketika kamu membeli wewangian untuk pertama kali dan kamu tidak tahu bagaimana aromanya akan menyatu dengan aroma tubuhmu, kamu bisa mulai dengan satu semprot di bagian dada. Pakai wewangian tersebut di bagian dada sembari di cek di akhir hari apakah aromanya sesuai dengan keinginanmu atau tidak.

Intinya, untuk masalah wewangian, less is always more. Karena wewangian baiknya “ditemukan, bukan diumumkan.”