Magang itu perlu nggak sih? Apa nggak mending langsung nyari kerja sungguhan aja?

Magang sering menjadi salah satu kegiatan saat masih mahasiswa. Ada beberapa jurusan yang mengharuskan mahasiswanya untuk magang, sementara yang lain hanya pilihan. Namun magang setelah lulus sekolah/kuliah itu beda lagi. Banyak yang berpikir kalau mendingan langsung cari kerja sungguhan saja, yang tetap dan terikat kontrak.

Jadi anak magang memang nggak akan memberi gaji bulanan. Tapi magang bisa memberimu banyak hal bermanfaat lho.  Yang sudah jelas sih, magang meningkatkan value-mu sebagai generasi muda berbakat. Nah, selain itu, kamu yang pernah magang setidaknya sekali sebelum kerja sungguhan, memiliki beberapa kualitas ini. Yuk, cekidot, guys!

1. Anak magang belajar sejak awal soal pilihan. Menentukan karier impian dan pengalaman yang dibutuhkan itu nggak gampang

Memilih bidang via www.123rf.com

Ketika memutuskan untuk magang, pastinya kamu ingin tempat yang bisa membantu masa depanmu ‘kan? Nggak cuma cuma besar sehingga cantik saat ditulis di CV, tapi juga tempat yang bisa memberi ilmu yang sesuai dengan karier  impian. Nah, untuk menemukan tempat yang tepat ini nggak gampang lho. Pertama-tama, kamu harus tahu bidang apa yang diinginkan. Setelah tahu bidangnya, harus tahu juga ingin posisi apa. Apakah pegawai lapangan, atau di balik meja. Dari sini, anak magang belajar membuat pilihan serta menghadapi setiap konsekuensinya. Kamu belajar untuk mempertimbangkan banyak hal, agar magangmu nggak sia-sia dan hanya menghasilkan “capek” saja.

2. Anak magang akan belajar tentang disiplin dan kewajiban, tak lagi bisa suka-suka seperti saat masih mahasiswa. Mau tak mau jadi lebih paham soal paham komitmen

Belajar disiplin dan tanggung jawab via unsplash.com

Dulu di kampus, perkara malas membuat tugas atau menunda-nunda mulai menulis bab dua skripsi hanya berdampak pada dirimu sendiri. Yah, paling-paling nggak lulus, mengulang, atau ikut wisuda tahun depan. Di dunia magang ini, semuanya berbeda. Di sini kamu dituntut oleh banyak hal dan efeknya nggak cuma di kamu doang. Kamu yang biasanya menunda-nunda, harus disiplin dan melakukan tugasmu sepenuh hati. Kalau nggak? Kinerja orang lain bisa terganggu, dan reputasimu pun bisa tercoreng.

3. Apa yang kamu hadapi di dunia kerja mungkin akan jauh berbeda. Di sini kamu akan melatih skill berani bertanya

banyak nanya banyak ilmu via www.123rf.com

Menjadi anak magang, kamu akan bertemu dengan senior dan orang yang jauh lebih berpengalaman. Mungkin kamu akan merasa minder karena merasa tak tahu apa-apa. Tapi tenang, justru di momen ini kamu bisa melatih skill bertanya sekaligus memahami dengan cepat penjelasan atau instruksi yang diberikan padamu. Ini skill yang luar biasa lho. Ke depannya kamu pasti butuh banget skill ini. Sesederhana bertanya saja, masih banyak orang yang kesulitan melakukannya. Ada yang terlalu malas untuk bertanya, ada juga nggak berani karena takut dicap bodoh. Kamu nanya kabar ke gebetan juga masih suka deg-degan ‘kan? 😀

4. Meski di kampus nilaimu selalu istimewa, magang akan memberimu kesempatan untuk praktik langsung di lapangan bersama mentor yang berpengalaman

mentor yang berpengalaman via unsplash.com

Bolehlah kamu berbangga bila semasa mahasiswa nilaimu tak pernah kurang dari A. Namun tak jarang, di lapangan kondisinya berbeda dengan yang di teori. Di sini pentingnya pengalaman. Menjadi anak magang, memberimu kesempatan untuk menengok langsung realita, dan beradaptasi dengannya. Magang itu seperti kerja sungguhan tapi masih belajar. Jadi waktu nanti sudah benar-benar terjun ke dunia kerja, pengalamanmu cukup kaya dan nggak shock.

5. Bagaimana pun, magang di perusahaan besar membuka banyak peluang baru yang berguna untuk masa depanmu. Networking bisa berawal dari situ

buka banyak link via www.123rf.com

Mungkin kamu berpikir bahwa magang tidak memberikan keuntungan materi. Tapi biasanya perusahaan akan memberikan uang saku kok. Bahkan di perusahaan besar, tak jarang uang saku yang diberikan mendekati UMR. Terlepas soal uang saku, magang punya seabrek manfaat. Mulai dari pengalaman kerja, mentor yang berkualitas, dan kesempatan untuk kenalan dengan banyak orang yang otomatis membuka link untuk karier impian.

Malah kalau performamu sangat bagus, bukan mustahil kamu ditawari untuk ikut seleksi pegawai tetap saat perusahaan tempat kamu magang membuka lowongan kerja untuk pegawai tetap. Dengan bekal saat magang, pastinya kamu akan lebih pede dan tambah wawasan untuk menghadapi tes tersebut. Ya ‘kan?

Nah, untuk kamu yang sudah lulus D3, S1, atau S2 dan sedang bingung menentukan langkah selanjutnya, sedang ada Great People Internship Program (GPIP) dari Telkom nih. Dalam program magang ini kamu bisa memilih 4 bidang yaitu: Sales, Marketing, Telecommunication, dan Information Technology. Oh ya, program magang ini dibuka di 4 regional yaitu Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar dengan durasi 6 bulan.

Di sini kamu nggak hanya akan mendapat pengalaman yang fun dan ilmu yang kece dari mentor-mentor terbaik di Telkom, tapi juga akan mendapat uang saku, sertifikat, dan juga asuransi. Kurang apa nih? GPIP merupakan salah salah satu bentuk dari “bakti untuk negeri” dari Telkom, dan komitmen untuk membantu menambah value para lulusan baru, dan dan mempersiapkan mereka untuk siap memasuki dunia kerja. Untuk pendaftaran dan info selanjutnya, yuk kepoin di sini~

Kamu perlu untuk menyambut masa transisi dunia sekolah atau kuliah dan dunia kerja. Karena keduanya sangat berbeda. Biar nggak kaget, kamu perlu magang. Lumayan juga lho untuk mempercantik CV-mu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya