Kesalahan yang sering terjadi saat seseorang menerima tawaran pekerjaan adalah menerima begitu saja berapapun gaji yang ditawarkan oleh perusahaan. Padahal sebenarnya itu hal yang wajar, dan seharusnya kamu lakukan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa selain untuk mengembangkan diri, bekerja juga untuk mendapatkan uang untuk pemenuhan kebutuhan.

Banyak juga yang merasa tidak nyaman untuk melakukan negosiasi. Persoalan gaji sering dianggap sebagai ranah yang tabu sekaligus tidak tabu. Yang jelas kamu enggan membicarakannya. Asalkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan, tidak ada lagi masalah yang perlu dibicarakan. Nah, untuk kamu masih sering malu-malu tidak nyaman, minta gaji lebih, Hipwee akan memberikan beberapa cara untuk negosiasi gaji.

1. Negosiasi gaji yang aman dilakukan setelah kamu benar-benar diterima. Lebih bijak bila kamu tidak menyebutkan ekspektasi gaji saat wawancara

Interview bukan saat yang tepat via fortune.com

Ketika masih dalam tahap wawancara, jangan sekali-kali mencoba untuk negosiasi gaji. Agar aman, negosiasikan gaji ketika kamu sudah pasti diterima. Bila perusahaan sudah yakin untuk merekrutmu, mereka akan memberikan penawaran gaji, inilah saat yang tepat untuk memberikan nilai atas kualitasmu sendiri. Menyebutkan gaji yang kamu dapatkan saat ini, bila kamu sudah bekerja, juga bukan hal yang bijak, karena mereka akan membuatnya sebagai patokan.

Menurut teori Noel Smith – Weckle, seorang headhunter di tahun 1980-an, untuk membuat kesempatanmu diterima lebih besar saat tahap interview, lakukan hal-hal ini mengenai gaji:

Advertisement
  • Bila ada kolom tentang ekspektasi gaji yang harus kamu isi, kosongi saja
  • Bila pewawancaramu menanyakan secara verbal gaji yang kamu inginkan, kamu bisa menjawab dengan diplomatis seperti: “saya lebih tertarik untuk menjadi (posisi yang kamu apply) di (nama perusahaan) daripada tempat lain dengan penawaran yang sama”
  • Bila kamu ditanya untuk kali kedua, jawab begini: “Saya akan mempertimbangkan penawaran yang masuk akal.”
  • Bila kamu ditanya untuk kali keempat, inilah jawaban finalmu: “Tentunya Anda lebih tahu nilai yang tepat untuk saya, dibandingkan diri saya sendiri.”

2. Riset adalah hal yang wajib. Sama seperti ujian, kamu juga butuh persiapan sebelum maju ke medan perang

Riset itu perlu via heragenda.com

Sama seperti ketika kamu ujian, kamu harus melakukan riset yang mendalam untuk posisi yang sedang kamu incar. Kamu harus tahu pasti pekerjaan apa saja yang akan kamu kerjakan nanti (kamu bisa menanyakannya juga kepada pewawancaramu kelak). Kamu harus tahu berapa gaji normal untuk posisi yang kamu inginkan dengan kualifikasi yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu tidak mengajukan angka yang terlalu tinggi sehingga tidak masuk akal, ataupun terlalu kecil sehingga merugikan dirimu sendiri.

3. Biarkan mereka yang memberikan penawaran terlebih dahulu. Tambahkan jeda waktu setelah penawaran, beri kesan kamu sedang mempertimbangkan banyak hal

Untuk kamu yang pemalu, atau tetap merasa sungkan mengatakan angka terlebih dahulu, kamu bisa membiarkan mereka mengajukan angka terlebih dahulu. Setelah mereka menyebutkan sebuah angka, ulangi angka yang kamu dengar untuk memastikan, kemudian ambil jeda beberapa saat dengan berhenti bicara. Inilah yang dinamakan ‘the flinch’. Dalam teori negosiasi gaji The Jack Chapman, selain memberimu kesempatan untuk mempertimbangkan tawaran itu, juga membuka peluang mereka akan menaikkan angka yang ditawarkan.

4. Bila akhirnya mereka bertanya apakah kamu terima, coba ajukan setidaknya 10% lebih tinggi dari penawaran yang kamu terima. Tapi ingat untuk tetap rasional

Ajukan minimal 10% dari yang ditawarkan via fortune.com

Namun bila akhirnya mereka tetap di angka yang sama, dan bertanya apakah kamu menerima, setidaknya ajukan angka yang 10% lebih tinggi dari penawaran awal. Lebih dari 10% juga tidak mengapa, asalkan tetap rasional. Bila pengalamanmu masih nol persen, dan kamu mengajukan gaji 10 juta, tentu kamu hanya akan jadi bahan tertawaan. Di sini, hasil dari risetmu sangat berguna. Dengan tahu terlebih dahulu berapa gaji normal dengan posisi yang sama dengan yang sedang kamu perjuangkan, kamu juga bisa memberikan penawaran yang lebih tinggi tapi tetap rasional.

5. Permintaanmu tidak akan segera disetujui. Jangan menyerah, cobalah untuk keras kepala. Utarakan argumenmu mengharapkan angka yang lebih tinggi

Yakinkan kamu layak digaji lebih tinggi via www.entrepreneur.com

Angka yang kamu ajukan tentu tidak akan disetujui dengan mudah. Tapi tentu kamu tidak boleh menyerah dengan mudah. Kamu harus berusaha meyakinkan bahwa kamu punya kualifikasi dan kualitas yang bisa membawa banyak keuntungan untuk kantor. Yakinkah bahwa kemampuanmu pantas dinilai dengan angka yang lebih tinggi. Di sini kamu juga bisa mempertahankan penawaranmu dengan membandingkannya dengan gaji-gaji di tempat lain untuk posisi yang sama, bila angkanya memang lebih kecil.

6. Bila angka yang kamu terima benar-benar tidak bisa naik lagi, negosiasi kompensasi yang bisa kamu terima. BPJS? Uang makan? Pajak?

Diskusikan kompensasi lainnya via www.jurnalasia.com

Namanya juga usaha, tentu negosiasi yang kamu lakukan bisa berhasil dan bisa juga gagal. Bila angka yang ditawarkan oleh perusahaan sudah mentok tidak bisa ditawar lain, cobalah bernegosiasi tentang kompensasi lain yang kamu dapatkan di luar gaji. Apakah kantor akan membayar BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan secara full? Apakah akan mendapat uang makan dan transport setiap hari? Lalu bagaimana dengan Pph 21? Semua itu harus kamu pastikan dulu sebelum kamu memutuskan menerima atau menolak. Bila semua informasi sudah kamu dapatkan, baru saatnya mengambil keputusan.

Bukan soal apakah gaji yang kamu dapatkan sudah bisa mencukupi kebutuhan atau belum, melainkan value dari kemampuan yang kamu miliki. Bila kamu merasa kualitas yang kamu punya bisa memberikan keuntungan besar untuk perusahaan, sehingga harusnya bisa dihargai dengan lebih tinggi lagi, jangan sungkan untuk melakukan negosiasi. Meski belum tentu berhasil, setidaknya kamu sudah mencoba kan?