LinkedIn adalah media sosial yang umum digunakan di dunia profesional. Seperti media sosial lainnya, LinkedIn bisa jadi sebuah wadah yang bisa kamu gunakan untuk menunjukkan siapa dirimu. Mulai dari profil, sampai hal-hal apa saja yang kamu lakukan di dunia ini, dan tentu saja, karya-karya yang bisa kamu banggakan. Di LinkedIn pun akan ada juga orang yang diam-diam stalking timelinemu, mengamati apa saya yang kamu posting untuk melihat kepribadianmu. Hanya bedanya, yang mungkin stalking kamu bukan hanya gebetan yang kepo ataupun pacar yang posesif, melainkan para HRD dan headhunter yang mungkin saja sedang mencari kandidat untuk sebuah posisi di perusahaan.

Yup. Secara sederhana LinkedIn adalah media sosialnya orang yang sudah kerja. Di sini kamu bisa membuat profil secara profesional. Tidak mustahil tawaran pekerjaan akan muncul di inboxmu bila kamu memenuhi kualifikasi. Karena itu, untuk menyambut dunia kerja yang kejam bagai ibu tirinya Cinderella, Hipwee akan bagi-bagi tips untuk membuat profil Linkedin menjadi professional untuk kamu si pemula. Yuk, cus!

1. Foto adalah fitur yang wajib ada. Pastikan foto yang kamu gunakan foto simpel dan profesional. Jangan foto selfie sambil nyengir kuda

Foto profesional via business.linkedin.com

Yang tidak boleh kosong dari laman LinkedInmu adalah foto. Dengan foto, profilmu juga akan lebih mudah ditemukan di mesin pencari. Pakai foto yang sederhana, dengan gaya profesional. Tapi ingat bahwa ini bukan media sosial biasa. Jangan memasang foto tetangga, ataupun foto random yang kamu temukan di internet sekenanya. Jangan pula memasang foto selfie, atau foto dengan latar pantai yang indah seperti sedang liburan saja.

2. Buat headline yang cetar. Dengan singkat, kamu harus meringkas profilmu dalam satu kalimat yang kaya akan kata kunci ramah mesin pencari

Headline yang jelas dan cetar via amywright.me

Advertisement

Headline adalah sebuah kalimat di bawah namamu, yang merangkum seluruh isi profilmu. Dari headline, orang bisa melihat secara garis besar siapa dirimu dan apa yang kamu lakukan. Buatlah sebuah headline yang cetar dan kaya akan kata kunci. Dengan demikian, namamu akan mudah muncul saat orang mencari berdasarkan kata kunci tersebut.

Tips: Headline yang baik tidak menyatakan apa posisi pekerjaanmu saat ini, tapi menunjukkan apa yang kamu lakukan selama ini.

3. LinkedIn berbeda dengan CV. Untuk membuatnya lebih personal, jangan lupa menggunakan kata ganti orang pertama untuk menulis profilmu

Profil LinkedIn via www.google.co.id

Secara umum, LinkedIn memang bisa disebut CV digital. Tapi jelas LinkedIn berbeda dengan CV. Bila di CV kamu harus membuat sebuah profil diri dengan bahasa yang kaku berdasarkan poin-poin ringkas, di LinkedIn kamu sedikit lebih leluasa. Inti dari LinkedIn adalah untuk membuat sebuah halaman profesional menjadi lebih personal. Kamu bisa menggunakan kata ganti orang pertama (saya), dan menceritakan secara ringkas siapa dirimu, apa yang kamu lakukan, dan apa yang ingin kamu lakukan.

Cari tahu panduan lainnya di halaman selanjutnya.