Mencari pekerjaan memang susah. Ingat setiap kali satu orang wisuda, ada ribuan orang lain yang juga wisuda. Belum lagi lulusan-lulusan sebelumnya yang ikut serta meramaikan persaingan. Mencari pekerjaan tak hanya butuh ijazah dan skill, tapi juga trik-trik untuk menaklukan proses seleksi. CV yang cetar dan gilang gemilang belum tentu bisa mengantarkanmu pada email penerimaan. Masih ada tahap interview yang sangat menentukan.

Ketika panggilan interview datang, artinya perusahaan yang kamu lamar ingin tahu lebih jauh tentangmu. Dalam interview, bukan hanya skill yang dinilai tapi juga kepribadianmu. Bukan hanya jawabanmu yang dipertimbangkan, tapi juga pertanyaan yang kamu lontarkan. Supaya interview yang kamu penuhi berbuah panggilan kerja, coba deh terapkan trik-trik ini. Sedikit sulit, tapi pasti berguna.

1. Biar nggak kaku, kontrol bahasa tubuh dan cairkan suasana dengan percakapan akrab tapi tetap sopan. Buat pewawancara terus ingin tahu tentangmu

Jaga bahasa tubuh via www.businessinsider.co.id

Konsepnya sederhana. Alangkah menyenangkannya bila obrolan dalam interview bisa berlangsung dengan seru. Seperti obrolan antara kawan-kawan lama yang saling ingin tahu soal kehidupan masing-masing setelah lama tak bersua. Karena itu, penting untuk membuat suasana cair sehingga percakapan bisa lancar tanpa terkesan kaku. Selain itu, bahasa tubuh juga harus diperhatikan. Seorang HRD biasanya punya ilmu untuk menilai kepribadian seseorang melalui gerak-geriknya. Karena itu, kamu perlu mempelajari betul trik-trik mengendalikan bahasa tubuh, agar bisa menghindari kesan negatif.

2. Jangan maju interview bila kamu belum khatam soal job desk dan latar belakang perusahaan. Datang tanpa persiapan siap-siap saja pulang dengan kegagalan

Riset dulu sebelum datang interview via www.widest.com

Advertisement

Saat kita mulai putus asa mengejar pekerjaan yang kita impikan, melamar ke lowongan apapun yang tersedia jadi pilihan. Yang penting kerja dulu, sehingga punya penghasilan dan menambah pengalaman. Karena tanpa pertimbangan masak-masak, kita sering lupa persiapan sebelum maju interview. Padahal untuk membuktikan bahwa kamu serius ingin bekerja di sana, setidaknya kamu sudah paham di luar kepala akan job desk pekerjaan yang kamu lamar dan latar belakang perusahaan. Nggak terlalu susah ‘kan untuk googling sebentar?

3. Siapkan jawaban yang lebih oke dari “Saya perfeksionis” saat ditanya kelemahanmu apa. Sungguh, pewawancara sudah bosan mendengarnya

Tentukan kelemahanmu dengan bijak via jsginc.com

Setelah pertanyaan tentang pengalaman selesai, kamu akan ditanya soal kelemahanmu. Jawaban yang paling klise adalah “saya seorang perfeksionis” atau “saya sering terlalu keras dalam bekerja”. Duh, memang jawaban itu kelihatan wow banget. Tapi pewawancara sudah bosan mendengarnya. Jadi saat mendapatkan pertanyaan yang sama, jawab dengan bijak. Kamu harus menyebutkan sesuatu yang realistis tapi tidak merusak reputasi. Toh, memang tak ada orang yang sempurna. Mungkin kamu bisa menjawab bahwa kamu seorang deadliner sejati. Tak aneh kan bila kemampuan meningkat saat dikejar-kejar jam?

4. Kamu akan ditanya kenapa mau kerja di sana. Siapkan jawaban yang bijak, tapi tetap realistis dan jauh dari kesan menjilat

Siapkan motivasi kerja via www.huffingtonpost.com

Sama seperti pertanyaan tentang kelemahanmu, pertanyaan ini juga harus dijawab dengan bijak. Jawaban aslinya sih sudah jelas, yaitu: Karena sedang ada lowongan dan saya butuh pekerjaan. Tapi tentu kamu tak bisa menjawab begitu. Jawabannya pun tak perlu muluk-muluk. Yang mereka butuhkan adalah kesan bahwa kamu tahu pasti tempat yang kamu tuju. Karena itulah, sangat penting untuk memahami latar belakang perusahaan dan profesi yang kamu lamar. Jadi ketika kamu ditanya kenapa ingin kerja di sini, mereka mendapat kesan bahwa kamu sudah benar-benar paham apa yang akan kamu lakukan kelak.

5. Negosiasi soal gaji adalah momen krusial. Sebelum mengajukan angka, ketahui dulu banyak pertimbangannya

Negoisasi gaji via hired.com

Pertanyaan terakhir yang akan diajukan biasanya mengenai nominal gaji yang kamu harapkan. Tak perlu malu-malu, sebab berapa nominal yang kamu ajukan menunjukkan seberapa yakin kamu atas kemampuanmu. Akan tetapi, sebelum menyebutkan angkanya, pastikan kamu sudah riset dahulu. Menyesuaikan antara kemampuan, pengalaman, dan “harga di pasaran” itu wajib hukumnya. Dengan begitu, nominal yang kamu ajukan kuat tapi tetap realistis. Kalau kamu seorang fresh graduate dan mengajukan gaji setara pengalaman 5 tahun, tentu pewawancara hanya akan geleng-geleng kepala.

6. Siapkan pertanyaan oke untuk pewawancara. Karena mereka juga mau ditanya untuk melihat kamu setertarik apa bekerja di sana

Jangan lupa nanya via www.thesun.co.uk

Berhentilah berpikir bahwa dalam proses interview, pertanyaan hanyalah satu arah. Dalam proses ini, kamu justru harus menunjukkan kesungguhanmu untuk bekerja di sana. Salah satunya adalah dengan mengajukan sebuah pertanyaan yang bermutu. Yang sifatnya tidak menyerang perusahaan, dan menunjukkan ketertarikanmu secara maksimal. Ingat bahwa tekad dan keseriusan terkadang lebih dibutuhkan ketimbang prestasi yang gemilang. Bila kamu kesulitan menemukan pertanyaan bagus, kamu bisa bertanya soal tahap seleksi selanjutnya. Tunjukkan bahwa kamu bersemangat mengikuti rangkaian prosesnya.

7. Yang paling susah tentu menenangkan diri sebelum masuk ruang interview. Ingat, interview tak seseram itu

Hadapi dengan tenang via www.thebalance.com

Deg-degan menjelang interview kerja itu hal yang biasa. Tapi nervous yang berlebihan bisa merugikan. Hal ini terjadi karena kita sering menganggap interviewer sebagai lawan. Padahal sebenarnya mereka adalah “calon kawan”. Meskipun pertanyaan yang diajukan sering menjebak, jangan samakan mereka dengan penguju skripsi yang memang tugasnya membabat habis tulisanmu. Anggap mereka sebagai orang-orang yang tertarik padamu dan berharap obrolan kalian cocok sehingga bisa kelak bisa bekerja sama. Dengan begitu, sedikit tekanan mentalmu bisa berkurang.

Apa yang perlu kamu lakukan dalam interview adalah meninggalkan kesan baik. Sehingga, setidaknya interviewer mengingatmu saat membuat keputusan. Yang melamar pekerjaan itu banyak, lho. Kamu harus meninggalkan sesuatu yang unik dan menarik untuk bisa diingat dan kemudian dipertimbangkan. Jangan patah semangat bila interview-mu tak berhasil juga. Ingat bahwa selalu ada  yang bisa dipelajari dari sana.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya