5. Mereka punya cara sendiri buat belanja agar tidak sampai menguras kantong. Kuncinya satu: jangan gengsi buat menawar!

Jangan gengsi menawar ya!

Jangan gengsi menawar ya! via gbtimes.com

Coba deh, kamu perhatikan di pasar-pasar pecinan, menawar udah jadi kebiasaan yang lumrah. Menawar nggak cuma jadi jalan untukmu mendapatkan harga yang terjangkau, tapi juga supaya tercipta kesepakatan yang adil. Yup, menguntungkan kedua belah pihak, baik pembeli dan penjualnya. So, jangan gengsi ya buat nawar harga!

6. Berbisnis tentu dipenuhi dengan berbagai tantangan. Namun segala kesulitan nggak pernah bikin mereka lemah dan mudah menyerah

Bahkan seorang Jack Ma aja pernah ditolak KFC.

Bahkan seorang Jack Ma aja pernah ditolak KFC. Jangan gampang nyerah! via www.cnbc.com

Sebagian besar jajaran orang terkaya di Indonesia adalah mereka yang keturunan Tionghoa. Sebut saja Budi Hartono, Mochtar Riady dan keluarganya, hingga Yasa Singgih yang mewakili golongan anak mudanya. Pelajaran yang bisa kamu petik dari kisah sukses mereka adalah jangan mudah menyerah. Ketimbang lari dari kesulitan, cobalah untuk menyelesaikannya. Jangan buru-buru mundur sebelum kamu coba untuk memperbaikinya.

7. Cobalah untuk membeli barang berdasarkan nilai gunanya, nggak hanya mengikuti tren semata

Pertimbangkan dulu dengan baik kalau mau beli barang.

Pertimbangkan dulu dengan baik kalau mau beli barang. via www.digitaljungle.agency

Advertisement

Orang Tionghoa cenderung membeli barang atas dasar kebermanfaatannya. Bukan sekadar tren semata. Semisal dalam hal membeli gadget, mereka nggak akan membeli tipe terbaru yang harganya selangit. Akan tetapi, membeli gadget yang spesifikasinya hampir sama dengan yang terbaru, namun harganya jauh lebih ramah di kantong. Contoh lainnya, mereka nggak akan beli gadget yang spesifikasinya nggak begitu mereka butuhkan.

8. Kebiasaan hidup hemat dijalankan dengan konsisten. Bukan hanya saat kepepet nggak punya uang di akhir bulan

Meski hemat dan pelit beda tipis, tapi cara ini bakal bikin kamu tenang sepanjang bulan.

Meski hemat dan pelit beda tipis, tapi cara ini bakal bikin kamu tenang sepanjang bulan. via 1080.plus

Kebanyakan dari kamu hanya akan berhemat di akhir bulan saja. Akan tetapi, bagi sebagian besar orang Tionghoa, berhemat mereka lakukan dari awal hingga akhir bulan. Konsistensi inilah yang bikin keuangan mereka selalu stabil. Nah, mulai sekarang, jangan hanya berhemat dari tanggal 20 ke atas ya, Hehehehe. Usahakan untuk menjaga pengeluaran dari tanggal 1. Dengan begitu, nggak bakal tuh dompet cekak di akhir bulan!

Menjadi kaya nggak bisa kamu raih dengan instan. Sebaliknya, butuh usaha keras dan pengorbanan yang nggak mudah. Memang nggak semua orang Tionghoa adalah pengusaha kaya, tapi setidaknya prinsip-prinsip keuangan mereka bisa kamu contoh dalam kehidupan. Menarik, bukan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya