Lebaran tak hanya waktu yang tepat untuk kembali fitri, tapi juga momen untuk berbagi. Berbagi bisa diawali dari orang terdekat kita dulu. Walau belum seberapa, rezeki yang didapat jadi kebahagiaan yang ingin dibagi dengan saudara dekat. Seperti halnya tradisi bagi-bagi angpao saat imlek, ketika lebaran pun ada tradisi bagi-bagi THR alias tunjangan hari raya. Adik, sepupu, dan keponakan yang lebih kecil biasanya akan senang ketika kamu memberinya amplop berisi uang kecil. Bukan nominalnya memang, tapi kedekatan keluarga yang membuat tradisi ini berharga.

Nah, supaya bisa ngamplopin para keponakan atau sepupumu saat lebaran, keuanganmu bulan ini harus dikelola dengan baik. Kali ini, Hipwee akan kasih tips mengelola gaji saat Ramadan. Disimak dan diterapkan ya, guys!

1. Tentukan dulu budget untuk isi amplop lebaran. Rp 200 ribu untuk 10 keponakan cukup kok

Ngamplopin ponakan saat lebaran.

Ngamplopin ponakan saat lebaran. via androgynousshaleha.tumblr.com

Advertisement

Ambil perkiraan jumlah keponakan atau sepupumu yang akan dihadiahi ‘amplop’ adalah 10 orang. Dengan jenjang sekolah SD hingga SMA. Supaya adil, kamu bisa membaginya rata saja. Misalnya cukup Rp 20 ribu per orang. Pemberian darimu setidaknya bisa mereka gunakan untuk jajan kecil-kecilan di mini market atau sekadar beli bakso saat lebaran. Memang jumlahnya tidak terlalu besar, tapi mereka pasti mengerti bahwa kamu masih dalam tahap merintis karir. Bukan tidak mungkin ke depannya kamu bisa berbagi lebih dari ini, ‘kan?

2. Dengan menu makan sederhana, bisa dipastikan pengeluaran harianmu nggak lebih dari Rp 25 ribu saja

Yang satu ini boleh sih sebagai penghemat, asal jangan tiap sahur aja!

Yang satu ini boleh sih sebagai penghemat, asal jangan tiap sahur aja! via jakartakita.com

Anggap saja perkiraan gajimu sekarang masih berkisar 2 jutaan. Kamu bisa menetapkan budget untuk keperluan sehari-hari, yakni untuk makan, cukup dengan 25 ribu rupiah aja. Begini breakdown-nya:

Makan sahur: telur/tempe + sayur + nasi = Rp 5,000 – Rp 7,000

Makan buka puasa: ayam + nasi = Rp 10,000

Takjil: cari sop buah, pisang ijo, atau kolak serharga Rp 6,000

Gorengan: Rp 2,000 (bisa dapet 3-4 buah).

Total= Rp 7,000 + Rp 10,000 + Rp 6,000 + Rp 2,000 = Rp 25,000

Advertisement

Di bulan Ramadan kita hanya makan dua kali sehari (sahur dan buka puasa), kamu bisa sekalian berhemat. Coba tentukan untuk makan sahur paling banyak sekitar 7 ribu rupiah aja. Sementara untuk makan buka puasa beserta takjilnya sekitar 18 ribu.

P.S.: bisa makin hemat kalau kamu masak nasi sendiri di kos atau di rumah 😉

3. Niat berhemat memang baik, tapi jangan lupakan sedekah dan infaq ya! Alokasikan dana sesuai kewajiban

Jangan lupain sedekah ya Guys!

Jangan lupain sedekah ya, Guys! via www.wajibbaca.com

Untuk sedekah dan infak, kamu bisa mengalokasikan dana 2,5 % dari penghasilanmu. Infak dan sedekah ini tinggal kamu pilih ingin disalurkan via yayasan atau langsung bagikan kepada mereka yang membutuhkan di sekitarmu. Jika gajimu Rp 2 juta, maka 2,5 % adalah Rp 5o ribu. Sementara itu jika ingin dilebihkan, bisa saja sesuai dengan kemampuan dan keikhlasanmu, misalnya jadi Rp 100 ribu atau lebih. Meskipun hemat, untuk urusan yang satu ini jangan sampai terlewat ya. Biar penghasilanmu semakin berkah.

4. Kurangi nongkrong santai di cafe dan mall. Perbanyak ibadah di waktu luang. Pahala (Insya Allah) dapat, kantong pun selamat!

Daripada nge-mall, mending perbanyak salat Tarawih ya..

Daripada nge-mall, mending perbanyak salat tarawih ya.. via suaraumumaceh.co.id

Ramadan adalah bulan terbaik untuk memperbanyak ibadah. Segala ibadah yang kamu kerjakan, baik wajib atau pun sunnah, diganjar pahala yang berlipat ganda. Karenanya kamu bisa memperbanyak waktumu untuk beribadah dan mengurangi intensitas nongkrong cantik di cafe atau di mall. Banyak ibadah dan ngurangin nongkrong, nggak cuma memperbanyak pahala, tapi juga bikin kantong hemat.

5. Sering-sering buka puasa di masjid yang ada prasmanannya! Uang buat buka puasa bisa buat beli pulsa deh~

Kamu yang kuliah di Jogja, wajib banget nyobain bukber di Masjid Kauman.

Banyak masjid yang gelar acara bukber kayak gini via jogjastudent.com

Nah, ini bisa jadi alternatif berhemat juga, Guys! Sering-sering aja bukber di masjid yang ada prasmanannya. Khusus buat kamu yang anak kosan, wajib banget nyoba trik ini. Kalau sekali buka tadi kamu bisa menghabiskan Rp 15-18 ribu, dengan dapat makan buka puasa dari masjid, uang tadi bisa kamu alokasikan untuk keperluan lain kan! Malah bisa buat nambah-nambah buat beli pulsa atau bensin. Lumayan, seminggu tiga kali aja buka puasa di masjid, kamu bisa hemat sekitar Rp 50 ribu. Hehe.

6. Batasi budget Rp 150 ribu buat bukber fancy bareng teman-teman. Pilih mana yang perlu dihadiri, jangan tiap hari!

Siapkan juga budget buka puasa bareng teman.

Siapkan juga budget buka puasa bareng teman. via yoghadwi.wordpress.com

Jika satu kali buka puasa bersama (bukber) menghabiskan Rp 50 ribu, maka dengan Rp 150 ribu, bisa untuk 3 kali ikutan bukber.

Lain lagi kalau bukbernya paket hemat, hanya Rp 25 ribu misalnya, kamu bisa ikutan bukber 6 kali tuh!

Bulan puasa ini pasti kamu dapat banyak undangan buka puasa deh. Ini penting juga, untung-untung memperpanjang silaturahmi lho. Nah, kamu harus cermat memilih mana yang prioritas. Bukannya sok sibuk, tapi ini adalah salah satu jalan untuk berhemat. Strateginya, kamu bisa memutuskan untuk mengikuti 3 hingga 6 ajakan buka puasa bersama.

P.S.: biar lebih hemat, kamu bisa bawa air minum sendiri dari rumah! 😉

7. Berencana beli baju lebaran? Mulai berburu di awal Ramadan, mumpung harganya masih bersahabat di kantongmu

Beli bajunya di awal Ramadan atau cari toko yang banyak diskonnya!

Beli bajunya di awal Ramadan atau cari toko yang banyak diskonnya! via photo.liputan6.com

Seperti yang kita tahu, mendekati hari raya harga jadi melonjak. Termasuk harga baju. Nah, untuk mengakalinya, kamu bisa lho membeli pakaian baru di awal Ramadan, saat harganya masih relatif bersahabat. Memang sih, Lebaran nggak perlu punya pakaian baru, tapi siapa sih yang nggak ingin tampil segar di hari raya? Toh ini jadi reward-mu sendiri yang sudah bekerja dan berhemat. Asal tentukan budget sendiri ya, jangan sampai tercampur dengan biaya hidup harian.

8. Kalau dapet THR dari kantor, jangan kalap langsung dibelikan barang. Coba kamu simpan untuk tabungan masa depan

THR bisa disimpan buat tabungan deh!

THR bisa disimpan buat tabungan deh! via veryfund.co

Hayoo ngaku? Siapa diantara kamu yang ngarep dapat uang THR? Wajar sih, semua karyawan senang dengan yang namanya THR. Oleh karena paling ditunggu-tunggu. Nah, berhubung kamu udah mengalokasikan dana untuk ngamplopin keponakan hingga baju lebaran, uang THR baiknya kamu simpan aja untuk tabungan masa depan.

Jadi, begini rangkumannya:

Ngamplopin keponakan:    Rp 200 ribu

Biaya makan sehari-hari:     Rp 750 ribu

Sedekah dan Infaq:               Rp 50-100 ribu (bisa lebih kalau yang lain dihemat)

Kosan (perantau):                 Rp 500 ribu

Baju dan sepatu baru:          Rp 200 ribu

Acara bukber:                        Rp 150 ribu (3-6 acara)

Lain-lain:                                Rp 100 ribu (pulsa dan bensin)

Total:                                    Rp 2 juta (pas banget sama gaji bulananmu!)

Nah, untuk kamu yang gajinya lebih dari itu, bisa disesuaikan ya nominalnya. Jangan lupa bersyukur karena kamu sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan. Semoga trik keuangan ini bermanfaat yaaa! Selamat berhemat.. 😛

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya