Menjadi ibu memang bukan pekerjaan yang mudah. Mendidik anak, mengurus suami, hingga kewajiban mengatur keuangan rumah tangga menanti untuk dituntaskan dengan sepenuh hati. Inilah uniknya jadi wanita, kita dituntut untuk mahir dalam banyak hal tanpa punya background akademik mumpuni di baliknya. Pokoknya harus bisa!

Untuk urusan mengatur keuangan rumah tangga sebagai istri kelak kamu memang harus pandai-pandai mensiasati sedemikian rupa. Tak peduli berapapun besarnya gaji suami, seorang istri harus pandai mengatur agar uang itu cukup demi kebutuhan sehari-hari.

Tentu saja hal ini bukanlah hal yang mudah. Maka kamu butuh strategi jitu agar keuanganmu tetap aman dan kehidupan keluargamu tidak kekurangan di akhir bulan. Kamu gak mau ‘kan rumah tanggamu berantakan hanya karena masalah keuangan? Nah berikut ini, Hipwee berikan tips yang bisa membuatmu lebih siap dari segi skill finansial demi jadi ibu yang baik di masa depan.

1. Sebagai awalan, biasakan mengelompokkan kebutuhan hidup berdasarkan kebutuhan. Pisahkan mana yang harus terpenuhi dalam waktu dekat, mana yang bisa diundur sebab bukan prioritas

Buatlah prioritas keuangan via www.localmedia.sg

Kebutuhan hidup selama menikah tentu saja berbeda dibandingkan saat masih lajang. Ada berbagai macam kebutuhkan tambahan yang harus kamu penuhi. Nah, untuk membagi keuangan dengan tepat, kamu wajib membuat list  kebutuhan hidup berdasarkan prioritas. Langkah ini bisa kamu coba sejak masih jadi mahasiswa, atau ketika masih lajang dan baru mulai bekerja :

Advertisement

Kebutuhan primer : Biaya listrik, belanja bulanan, makan, biaya fotokotopi, atau tranferan ke adik dan orang tua.

Kebutuhan sekunder : Bayar asuransi, menabung untuk keperluan mendesak, menabung untuk naik haji.

Kebutuhan tersier : Liburan bersama di akhir tahun, belanja , belanja baju dan lain-lain.

Setelah terima gaji, kamu wajib menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan primermu terlebih dulu. Setelah itu, barulah kamu memenuhi kebutuhan sekundermu. Nah, jika sisa kamu bisa gunakan untuk kebutuhan tersier.

Membiasakan diri menggunakan uang berdasarkan prioritas akan melatihmu menentukan kebutuhan yang paling penting untuk dipenuhi saat ini, serta kebutuhan apa yang bisa menunggu nanti. Jika ini dilakukan, tak hanya bisa belanja dengan tepat sasaran. Keuanganmu pun tak akan limbung sebelum akhir bulan.

2. Gesek sana-sini bisa membuatmu kehilangan besaran pasti jumlah uang yang dimiliki. Mulai saat ini ada baiknya uangmu dimasukkan ke dalam amplop sesuai penggunaannya nanti

Masukan anggaran dalam amplop yang berbeda via ekonomi.kompasiana.com

Seberapapun uang yang kamu punya, kadang kamu masih saja merasa tak cukup jika kamu tidak membatasinya. Nah, jika kamu tak ingin menderita di akhir bulan, gak ada salahnya kamu coba mulai membagi uangmu dengan jelas dalam amplop-amplop yang berbeda. Semisal,

Uang belanja bulanan, Rp. 500.000 masukkan dalam amplop A.

Uang busway dan beli bensin, Rp. 400.000 masukkan dalam amplop B.

Lakukan hal yang sama pula untuk kebutuhan lainnya. Mungkin kamu akan sedikit repot dengan setumpuk amplop yang kamu simpan. Tapi, ini justru ini bisa menghindari keuanganmu campur aduk tak tentu arah. Selain itu, kamu juga bisa melakukan koreksi anggaran untuk bulan depan jika ternyata ada beberapa jenis kegiatan yang membengkak. Dengan begitu, anggaran hidupmu tidak akan saling tindih dan bikin kelabakan.

3. Kelak saat sudah jadi ibu, mode dan tren fashion akan tetap berganti. Tentu boleh menyenangkan diri sendiri. Hanya saja kamu perlu membuat aturan ketat yang wajib ditaati

Belanja baju juga boleh, tapi kudu dikontrol ya via indiegirlblogs.wordpress.com

Bagi perempuan, sepatu, tas dan pakaian memang godaan yang susah ditahan. Kalau tidah berhati-hati, keuanganmu bisa kebobolan tanpa sadar. Untuk mengatasi itu semua, kamu bisa membuat jadwal ketat untuk menentukan waktu belanja.

Kamu bisa mulai mengatur target belanja bulanan yang boleh dilakoni. Semisal, tentukan bahwa dalam satu bulan kamu hanya boleh beli 1 sepatu dan sebuah gincu.  Atau mungkin dua bulan sekali membeli satu sepatu.

Namun bagaimana jika kutukan: “Jika tidak dibeli sekarang besok sudah dibeli orang gimana dong?” terjadi?  Oke, kamu boleh membelinya sekarang, asal kamu bisa terapkan punishment bahwa jatahmu bulan depan sudah tidak ada. Dengan aturan semacam ini, kamu bisa bahagia tanpa harus menyiksa keuangan rumah tangga.

4. Bukan hanya soal mengatur uang. Kamu pun perlu lihai mengatur tenaga dan energimu. Sehingga kelak kamu hanya membayar bantuan yang benar-benar diperlukan olehmu

Kamu bisa sewa ART untuk bantu membersihkan rumah via www.simple-organization.com

Menjadi ibu memang bukan pekerjaan yang ringan. Merawat anak dan mengurus rumah akan membuatmu kewalahan, apalagi jika kamu masih melakukan pekerjaan sampingan. Keberadaan asisten rumah tangga memang sedikit bisa meringankan beban. Namun tentu tak semua pekerjaan bisa dilimpahkan ke mereka, kamu harus tetap lebih punya kuasa.

Sedari masih berstatus gadis biasakan diri untuk mengetahui level maksimal kemampuan dan energimu. Jika sanggup cuci baju sendiri, jangan manjakan diri dengan laundry. Kalau bisa beberes kamar sendiri, pilih saja kos yang lebih murah tanpa jasa beres-beres kamar.

Terbiasa memaksimalkan kemampuan sendiri akan memberimu kekuatan menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga nanti.

Menyewa ART untuk sekedar membersihkan rumah juga lebih murah jauh lebih hemat dibandingkan memasrahkan segala urusan rumah tangga padanya. Dengan cara ini kamu tak perlu khawatir kehilangan peranmu sebagai isri dan ibu, karena tanggung jawab psikologis masih kamu yang pegang kendali.

5. Calon ibu yang baik wajib bisa berhitung cerdik dan menahan diri. Beli beberapa barang dalam jumlah besar, batasi seringnya bolak-balik ke syawalan. Niscaya kelak keuangan akan aman

Belanja bulanan via keepo.me

Jika kamu ingin lebih hemat, maka belanja produk-produk dalam kemasan yang besar untuk kebutuhan sebulan akan jauh lebih menguntungkan lho. Memang kamu akan mengeluarkan uang lebih besar dalam sekali belanja, tapi barang kamu kamu beli juga lebih awet untuk waktu yang panjang. Jadi, jika dihitung-hitung belanja dalam kemasan jumbo harganya lebih murah dibandingkan kamu beli dalam bentuk kemasan yang kecil-kecil.

Selain itu belanja dalam kemasan besar juga akan membuatmu tak sering-sering masuk swalayan. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari godaan dari belanja barang-barang yang tidak dibutuhkan.

6. Sedari masih gadis hidung dan indramu wajib peka terhadap kata “SALE” dan “Diskon.” Sembari tetap teliti dengan diskon yang tak diberikan sepenuh hati

Manfaatkan diskonan dan promo via www.lintas.me

Menjadi ibu yang cerdas itu artinya pandai mengatur seberapapun jumlah uang yang ada agar cukup untuk memenuhi kebutuhan. Nah, salah satu cara untuk menghemat adalah memanfaatkan promo dan diskonan. Terkadang ada swalayan yang akan memberikan promo besar-besaran hari-hari tertentu, misalnya jumat. Atau mungkin beberapa produk akan memberikan diskon jika belanja banyak, nah gak ada salahnya kamu manfaatkan momen-momen seperti itu untuk belanja bulanan.

Namun, kamu juga perlu berhati-hati dalam memilih peluang diskon. Karena terkadang ada juga beberapa swalayan yang memberikan diskon “bodong”. Karena barang dinaikkan terlebih dahulu barulah dipasangi diskon. Selain itu perlu diingat, belilah barang yang memang kamu butuhkan. Adanya promo bukan lantas kamu bebas membeli barang namun sebenanya barang itu tidak penting untuk keluargamu. Jadilah ibu yang cerdik dalam mengambil peluang promo. Karena jika kamu beruntung, sisa uang belanja bulanan bisa jadi tambahan di tabungan.

7.  Tak ada yang keliru dengan punya kartu kredit di dompetmu. Pastikan saja kamu menggunakannya untuk hal-hal yang memang menguntungkanmu

Gunakan kartu kredit dengan bijaksana via www.nbcnews.com

Selain memudahkan dalam transaksi belanja, kartu kredit juga menawarkan beberapa diskon di beberapa tempat. Gak jarang kamu kamu bisa bayar lebih murah saat makan direstoran tertentu, atau kamu tidak akan dikenakan tarif mahal saat menggunakan salah satu maskapai penerbangan. Jadi, uangmu bisa menjadi lebih hemat. Keuntungan ini akan menjadi nikmat yang indah jika kamu tak telat membayar di bank.

Namun, lain cerita jika kamu sering menunggak membayar. Jika begini ceritanya kartu kredit justru membuatmu terlilit hutang. Jadi, jika kamu ingin keuangan rumah tangga tetap sehat, manfaatkanlah kartu kredit hanya untuk transaki tertentu saja. Jangan melulu menggunakan untuk belanja setipa barang.

8. Menjadi ibu berarti berpikir ribuan langkah ke depan dari yang kamu hadapi saat ini. Tak cuma mengatur anggaran dan menahan diri, kamu pun harus sadar pentingnya berinvestasi

Investasi jangka panjang via bisnis.news.viva.co.id

Menjadi ibu berarti merelakan keinginan pribadi demi makhluk baru yang harus dihidupi. Menjadi ibu juga menuntutmu berpikir ribuan langkah ke depan dari yang kamu hadapi saat ini. Baru saja menikah, kelak kamu sudah dipaksa harus berpikir soal cicilan rumah. Baru melahirkan anak, kamu pun harus sudah memutar otak soal biaya kuliah.

Mungkin gaji suamimu belum sampai ratusan juta, mungkin kamu belum punya tabungan yang cukup menggelembung.Tapi justru inilah saat yang paling tepay untuk berinvestasi sejak dini. Mungkin kamu bisa mulai investasi dalam berbagai bentuk, misalnya rumah, emas, dinar atau dirham. Selain memaksamu untuk lebih berhemat saat ini, hal ini juga bisa menjadi “penjaga” pada saat masa depan nanti.

Investasi jangka panjang juga bisa kamu manfaatkan untuk berbagai kebutuhan anak dimasa depan. Selain sebagai media simpanan, hartamu juga tidak akan mengkerut karena pajak bank.

9. Pada akhirnya kamu tak bisa menjadi ibu seorang diri. Sejak saat ini selalu libatkan pasangan dan calon suami dalam setiap keputusan yang diamini. Sebab bagaimanapun ialah yang wajib menahkodai

Komunikasikan dengan pasangan via www.redeemthecommute.com

Rumah tangga itu terdiri dari dua unsur penting yang berperan. Suami menafkahi rumah tangga dan kamu adalah pengatur agar nafkah itu bisa pas untuk kebutuhan kalian berdua. Maka, komunikasi adalah hal yang wajib kalian berdua lakukan. Harga kebutuhan rumah tangga yang sedang naik, ada sisa uang bulanan yang bisa alokasikan untuk tabungan haji, kamu yang ingin membantu bekerja, sampai uang jajan anak yang minta tambah juga perlu disampaikan secara terbuka.

Keputusan rumah tangga bukan melulu kamu sendiri yang memikirkan, peran suami juga penting untuk membuat rumah tangga tetap seimbang. Dengan kerja sama yang baik  seperi ini, kadang bukan hanya membuat keuangan tetap aman, keharonisan rumah tanggapun tetap terjaga.

Mengatur keuangan memang bukan hal yang mudah, tapi juga bukan hal yang berat jika kamu mau pandai-pandai mencari celah untuk berhemat dan membaginya dengan bijak. Karena peranmu sebagai ibu kelak menentukan kondisi rumah tanggamu, mulai sekarang gak ada salahnya kamu terapkan tips ini agar keaunganmu tetap aman di akhir bulan.

Percaya ‘kan kalau kamu bisa jadi calon ibu yang cerdas?