Tips Bikin Catatan Keuangan Simpel, Efektif & Nggak Bolong-Bolong. Biar Nggak Ada Krisis Akhir Bulan

Catatan keuangan pribadi

Bagi anak kos atau mahasiwa dan pekerja yang terima pemasukan bulanan, pasti pernah mengalami ‘krisis’ akhir bulan. Krisis itu biasanya terjadi karena pengeluaran awal bulan sering nggak terkontrol. Berasa punya uang banyak, akhirnya hal-hal nggak penting jadi kebutuhan yang harus dibeli. Akibatnya jadi sulit menabung buat mewujudkan rencana-rencana besar atau beli barang yang harganya lumayan mahal. Hayo siapa nih, yang sering mengalami hal ini?

Sebenarnya, pengeluaran yang nggak terkontrol bisa diatasi dengan disiplin dan rajin membuat catatan keuangan. Namun, masalahnya banyak orang yang nggak telaten buat mencatat tiap pengeluarannya. Catatan keuangan memang sering dianggap ribet, bayangkan saja jika setiap jajan harus buka catatan, belum lagi kalau parkir masa harus buka catatan dulu? Tenang, catatan keuangan hanya ribet bagi orang yang belum paham triknya. Mau tahu gimana cara simpel membuat catatan keuangan pribadi yang praktis? Yuk simak, ada template ciamik yang bisa kamu unduh gratis juga, lo!

1. Sebelum mulai mencatat keuangan pribadi, kuatkan niat dulu dengan berkomitmen pada diri sendiri dan goals yang jelas

Tentukan apa yang ingin dicapai bulan ini | Photo by Firmbee.com on Unsplash

Kalau udah niat ingin mengontrol pengeluaran, maka niatnya juga harus kuat supaya nggak gampang bosan dan berujung dengan catatan yang bolong-bolong. Caranya, kamu harus berkomitmen pada diri sendiri untuk disiplin. Coba buat tujuan atau goals yang jelas saat kamu mulai disiplin mencatat keuangan pribadi. Tujuannya bisa berupa tabungan, barang atau keinginan lain yang ingin kamu wujudkan. Minimal tujuannya untuk kesejahteraan akhir bulan deh. Asal cukup sampai akhir bulan dan nggak boros di awal bulan juga prestasi, lo!

2. Buat rencana anggaran harian untuk mengontrol pengeluaran tak terduga, misalnya tiba-tiba ingin jajan cimol padahal baru beli mi ayam~

Jajan yang sedikit demi sedikit jadi ‘bukit’ | Photo by Obi Onyeador on Unsplash

Pengeluaran tak terduga nggak selalu karena musibah atau hal-hal yang sifatnya kebetulan. Bahkan, kadang datang dari hal-hal remeh seperti kebanyakan jajan dan lupa minta kembalian. Remeh sih, tapi kalau nggak dicegah pasti sulit buat mengontrolnya kan? Nah, supaya pengeluaran lebih terkontrol, coba buat rencana anggaran harian ya! Misalnya, sehari mengeluarkan uang untuk makan 3 kali dan jajan satu kali. Maka, buat anggaran yang pas untuk kebutuhan tersebut. Hal ini juga akan memudahkanmu mengingat pengeluaran harian saat pencatatan.

3. Catat pengeluaran harian berdasarkan anggaran yang sudah kamu buat, kalau ada rezeki tak terduga pun harus masuk catatan ya!

Jangan-jangan tidak tahu ada pemasukan lebih | Photo by Andre Taissin on Unsplash

Catatan keuangan yang simpel bisa kamu mulai dengan menuliskan apa saja yang kamu beli setiap hari. Sekecil apa pun pengeluarannya, kalau sesuai anggaran yang sudah ditetapkan pasti lebih mudah untuk mengingatnya. Beda lagi kalau tanpa rencara anggaran, bisa jadi pengeluaran terlalu banyak dan membuatmu kerepotan saat mencatatnya. Catatan harian juga akan memudahkanmu untuk mengingat apa saja yang sudah kamu beli hari itu, dan mengumpulkannya menjadi catatan mingguan hingga bulanan. Sedikit-sedikit pasti lebih mudah kan?

4. Luangkan waktu 5-10 menit tiap malam sebelum tidur untuk mencatat pengeluaranmu hari itu

Alokasikan waktu sebentar saja di penghujung hari | Photo by Ava Sol on Unsplash

Kebanyakan orang akan membayangkan catatan keuangan dibuat secara real time saat mengeluarkan uang dari dompet. Padahal kegiatan mencatat keuangan bisa dilakukan satu waktu, misalnya pada malam hari. Bahkan hanya butuh waktu singkat untuk mengingat pengeluaranmu hari itu, karena sudah dibantu dengan anggaran harian. Saat mencatat pengeluaran, kamu juga bisa membuat anggaran untuk hari besok yang disesuaikan dengan kegiatan hari itu. Misalnya kamu berencana jalan-jalan, otomatis butuh anggaran lebih dari hari biasanya.

5. Buat evaluasi tiap akhir minggu untuk melihat seberapa efektif kontrol yang kamu buat

Jadi minggu ini berhasil atau tidak perencanaan keuangannya? | Photo by Estée Janssens on Unsplash

Selain catatan berupa pengeluaran, sebaiknya kamu juga menuliskan evaluasi di akhir minggu. Evaluasi ini hanya untuk melihat efektif nggaknya kontrol yang kamu lakukan. Misalnya, anggaran harian selalu kurang berarti minggu depan bisa ditambah lagi, atau sebaliknya jika selalu sisa berarti bisa dikurangi. Selain itu, evaluasi mingguan juga bisa untuk melihat berapa uang yang berhasil kamu simpan tiap harinya.

6. Coba dulu dalam sebulan untuk melihat hasilnya. Kalau benar-benar disiplin, dijamin nggak ada istiliah ‘krisis’ akhir bulan!

Biar tidak ada lagi krisis akhir bulan | Photo by Estée Janssens on Unsplash

Mendisiplinkan diri untuk membuat catatan keuangan memang nggak mudah. Apalagi jika sebelumnya terlalu bebas tanpa kontrol sama sekali. Mungkin awalnya akan terasa aneh saat pengeluaran harian dibatasi, tapi jika sudah terbiasa cara ini akan sangat terasa memudahkan untuk membuat catatan dan mengontrol pengeluaran. Hal ini bukan berarti pelit, ya. Sebab, kamu juga bisa membuat anggaran untuk hiburan, membeli pakaian, dan berbuat kebaikan. Hanya saja, lebih terkontrol dengan rapi, nggak asal keluar uang. Bahkan, cara ini juga bisa membantumu menabung untuk mewujudkan goals atau keinginan lain.

Nah, mulai sekarang yuk coba buat catatan keuangan yang simpel. Supaya nggak ada lagi istilah krisis akhir bulan atau kesulitan untuk menabung. Biar lebih semangat, Hipwee punya template catatan keuangan yang bisa kamu unduh di bawah ini dengan gratis.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day