Berawal Bikin Acara Prom Night SMA, Begini Cerita William Ernest Silanoe Jadi Entrepreneur Muda

Cerita Entrepreneur Muda William Ernest Silanoe

Jika ada yang bertanya soal passion, biasanya yang terlintas dalam pikiran yaitu pekerjaan. Berbeda dari kebanyakan orang, entrepreneur muda satu ini memiliki passion ingin membahagiakan orang lain. Adalah William Ernest Silanoe yang meniti karier sebagai entrepreneur sejak lulus SMA, saat masih berusia 18 tahun.

Advertisement

Awalnya, cowok yang akrab disapa Ernest ini mengaku kalau dirinya punya passion sebagai pebisnis. Namun, lambat laun hal itu berubah karena sejatinya Ernest ingin lakukan berbagai hal yang bisa bahagiakan orang lain. Di usia 27 tahun saat ini, Ernest tak lagi giat membangun usahanya saja, tapi juga “membumikan” eventpreneurship ke anak-anak muda.

Bagi Ernest, jangan takut mulai bisnis dari hal-hal kecil dan harus peka terhadap target market

Berawal dari bikin acara prom night SMA (Dok: Dwita Apriliani/Hipwee)

Memulai bisnis di usia 18 tahun, Ernest pilih jalankan usaha dari hal-hal kecil di sekitarnya. Dia pun mengerjakan acara prom night SMA pada 2010 – yang saat itu lagi hits banget. Ernest belajar peka terhadap bisnis yang digelutinya. Sebagai awal mengerjakan event anak SMA, lambat laun bisnis tersebut pun ditinggalkan dan beralih dengan mengincar target market yang lebih besar dan bergengsi, yakni  klien perusahaan.

Transisi bisnis ini nggak semuanya berjalan mulus. Terbukti, Ernest bersama rekannya harus menghadapi beragam cibiran dari orang-orang yang meragukan kemampuannya. Dianggap terlalu muda untuk mengelola sebuah event besar misalnya, Ernest pun sulit dapat kepercayaan. Ernest mengaku harus sampai presentasi di depan klien 10-11 kali, baru mereka berhasil.

Jerih payahnya sekarang terbayar. Ernest kini menjabat sebagai:

  • Co-Founder & CMO Broadway Group Jakarta
  • Co-Founder Pop Up Market
  • Co-Owner & CMO : Leilo Restaurant Jakarta, Ms. Jackson Music Bar Jakarta, Casa De Jose Mexican Restaurant Jakarta, dan Cabana Surf & Stay Lampung.

Sebagai anak muda berusia 27 tahun, Ernest juga kayak kamu yang pernah mengalami fase quarter life crisis alias fase pencarian jati diri

Menjalani fase quarter life crisis (Foto: dok. Ernest) via www.instagram.com

Siapa sangka kalau perjalanan Ernest hingga berhasil seperti sekarang lancar-lancar saja? Ketika menjalaninya, Ernest sempat vakum selama enam bulan dan pergi ke pelosok Kalimantan. Di saat inilah dirinya mengalami quarter life crisis atau fase pencarian jati diri. Di sana, dirinya tak hanya merenungkan jati diri dan keputusannya untuk berbisnis, tapi juga mencoba usaha, namun gagal. Bicara soal kegagalan, Ernest juga pernah ditipu dan rugi sebelum sesukses sekarang lho.

Ketika selesai merantau selama 6 bulan di Kalimantan, Ernest fokus lagi pada kehidupannya semula. Kembali berbisnis dengan menjalankan Broadway Group Jakarta hingga berhasil seperti saat ini.

Advertisement

Tidak hanya sibuk usaha, Ernest juga senang bagikan pengalaman ke anak muda, yakni generasi milenial di kampus-kampus atau berbagai acara seminar

Kerap membagikan ilmu dan pengalaman untuk anak-anak muda (Foto: dok. Ernest) via www.instagram.com

Sudah sejak lama Ernest bagikan ilmu dan pengalamannya sebagai entrepreneur muda lewat acara di kampus-kampus atau berbagai seminar nasional maupun internasional. Maka tak heran dirinya menjabat sebagai Founder Bangkumentor.id, Inisiator Indonesia Debates Open | Bali Australasian Intervarsity Debating Competition. Dalam seminarnya, Ernest kerap berbagi cerita dari pengalamannya memulai bisnis dan ilmu-ilmu wirausaha yang diketahui.

Berkarier sebgai entrepreneur muda memang nggak mudah. Seperti cerita dari William Ernest Silanoe yang harus siap diremehkan banyak orang, ditipu, hingga berusaha keras supaya bisnisnya dipercaya investor dan laku di pasaran. Menjadi entrepreneur harus punya mental yang kuat untuk bangun usaha ke depannya. Nah, kamu sendiri gimana?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE