Fakta Tentang Nggak Enaknya Masuk Sekolah Kedinasan, Jangan Menyesal Kalau Nggak Lolos Penyaringan

Sekolah kedinasan merupakan lembaga pendidikan di bidang khusus yang dikelola oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk menyiapkan tenaga kerja handal yang siap bekerja untuk lembaga yang menaunginya. Sekolah ini menjadi impian setiap anak yang ingin mandiri dengan harapan karier yang terjamin setelah menyelesaikan studinya.

Advertisement

Beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh sekolah kedinasan membuat banyak calon mahasiswa berbondong-bondong untuk bisa lolos ke sana. Nggak peduli seberapa berat tes yang akan dijalani, semuanya bakal dilakukan demi bisa menempuh pendidikan di sekolah kedinasan. Padahal di balik segala angan-angan yang tinggi menjulang itu, ada beberapa fakta yang akan kamu hadapi saat resmi menjadi mahasiswa di sekolah kedinasan. Bisa jadi ini merupakan batu sandungan yang akan membuatmu berpikir dua kali untuk bisa sekolah di kedinasan. Simak penjelasan dari Hipwee Sukses berikut, ya!

1. Sekolah kedinasan biasanya menerapkan sistem berbasis semi militer, kamu yang punya karakter keras dan sulit diatur apa kabar?

nggak bakal bisa kayagini

nggak bakal bisa kaya gini via seb.telkomuniversity.ac.id

Biasanya sekolah kedinasan punya sistem semi militer untuk membentuk kedisiplinan para mahasiswanya. Memang nggak semua, tapi setidaknya atmosfer inilah yang akan kamu rasakan saat bersekolah di sana nanti. Otomatis kamu dituntut untuk bisa taat peraturan, disiplin waktu, bahkan kewajiban berseragam. Banyak mahasiswa yang mengeluh dan memilih keluar karena ketidaksesuaiannya dengan peraturan-peraturan ketat yang kurang memberikan kebebasan berekspresi. Wah, kamu yang berkarakter keras dan punya jiwa kebebasan tinggi, apa kabar?

2. Jadi orang pintar saja nggak cukup untuk bisa masuk dan lulus di sekolah kedinasan. Kamu harus ‘pinter banget’!

biar bisa lulus

biar bisa lulus via keywordsuggest.org

Umumnya, sekolah kedinasan memasang batas minimal tertentu untuk indeks prestasi mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa yang nggak bisa melebihi batas minimal tersebut akan mendapatkan kebijakan tertentu, mulai dari nggak naik tingkat termasuk juga risiko dikeluarkan dari pendidikan. Selamat, kamu harus rajin belajar biar lulus ya, nak!

Advertisement

3. Jika berhasil lulus nantinya, kamu diwajibkan untuk langsung bekerja dalam kurun waktu tertentu dan terikat kontrak. Terjamin sih, tapi kamu terikat (lagi)

terikat kontrak

terikat kontrak via wealth-monitor.com

Sekolah kedinasan yang punya ikatan dinas dengan instansi tertentu, akan memberikan jaminan berupa pekerjaan yang langsung diberikan usai mahasiswa lulus dari studinya. Mahasiswa ini diwajibkan oleh pengelola untuk bekerja dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati antara pihak pengelola dengan mahasiswa. Inilah yang dinamakan dengan ikatan dinas.

Jika kamu ternyata menolak untuk langsung bekerja, maka uang kuliah gratis harus dikembalikan sesuai dengan lamanya kamu menempuh studi. Itu berarti, kamu yang punya mimpi untuk bisa lanjut ke S2, S3 atau mengejar beasiswa ke luar negeri misalnya, harus rela melepas semua impianmu itu.

4. Pilihan kariernya pun itu-itu saja, kamu nggak bisa lagi mewujudkan cita-citamu sebagai astronot atau sutradara. Pokoknya harus nurut, ya…

sementara belum bisa terwujud

sementara belum bisa terwujud via www.gizmodo.com.au

Kekurangan selanjutnya adalah kamu nggak bisa memilih karier di luar jenis sekolah kedinasan yang kamu pilih. Pilihan karier yang sempit ini memaksamu untuk bekerja di lahan itu saja, lahan yang berhubungan dengan jenis sekolah kedinasannya. Jika ada yang nggak bekerja sesuai ketentuan, maka harus mengembalikan uang kuliah gratis yang sudah dijalani. Yah, padahal kamu ingin jadi astronot, atau sutradara, atau seniman. Wah, kamu salah masuk sekolah!

Advertisement

5. Memang sih, kamu akan jadi sosok yang disiplin dan tegas. Tapi hatimu bakal haus perhatian, lalu kosong, lalu beku…

hatinya beku...

hatinya beku… via keywordsuggest.org

Menjadi seorang mahasiswa di sekolah kedinasan punya banyak tuntutan, terutama mengejar akademis dan kualitas diri yang mumpuni. Banyaknya kegiatan yang dijalani membuatmu lupa akan kebutuhan sosial. Sosial di sini maksudnya adalah mendapatkan perhatian dari orang-orang tersayang. Ya benar, soal otak dan fisik kamu nomor satu, tapi hati? Kamu yang sangat ekspresif dan menghargai kebutuhan bersosial nggak akan cocok dengan situasi ini.

6. Sekolah kedinasan mendidik manusia yang akan melakukan banyak hal secara monoton. Kalau jiwamu adalah pemikir kreatif dan peneliti kritis, selamat, kamu harus buang itu jauh-jauh

asn-1e-1024x765

Sekolah kedinasan akan membuatmu berada di lingkungan yang serba patuh aturan. Selepasnya pun kamu harus bekerja dengan ritme yang itu-itu saja. Minim sekali lahan untuk mengembangan kreatifitasmu. Kamu yang sewaktu SMA menjadi murid pandai dan kritis harus menyerahkan semua itu ketika kamu masuk ke sekolah kedinasan.

Kira-kira seperti inilah gambaran tentang nggak enaknya menempuh pendidikan di sekolah kedinasan. Keputusannya akan kembali ke pribadi masing-masing. Yang terpenting adalah jalani saja apa yang membuatmu nyaman. Jangan karena mendahulukan kepentingan orang tua atau lingkungan, lalu kamu merelakan tujuan hidupmu selama ini. Semoga bermanfaat, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

36 Comments

  1. saya kurang setuju dengan apa yang anda tuliskan. Beberapa poin bertentangan dengan realita di lapangan. Sekolah kedinasan memang membentuk para taruna taruni menjadi disiplin dan tegas, tetapi bukan berarti mereka kekurangan kasih sayang ataupun terlalu terikat. Di sekolah kedinasan inilah para taruna taruni yang mempunyai sifat keras ditempa, memang hal yang sulit tetapi bukan hal yang mustahil. Dengan memilih masuk, berarti siap dengan konsekuensi.
    untuk Indeks Prestasi saya rasa disemua universitas manapun juga menetapkan batas minimal, tidak perlu harus “pintar banget”, tetapi sikap rajinlah yang menjadi kunci dalam belajar. saya yakin di perguruan tinggi lain, seperti UI,ITB, dll juga demikian.
    untuk poin 3, saya rasa tidak semua sekolah kedinasan demikian, ada beberapa sekolah kedinasan yang memperbolehkan taruna-taruninya melanjutkan S2 langsung setelah kuliah tetapi tetap ada syaratnya.
    pada poin 4, dituliskan bahwa taruna-taruni lulusan sekolah kedinasan tidak dapat mewujudkkan cita-cita. saya rasa kalau memang sekolah kedinasan menjadi pilihan utama ketika kuliah berarti orang tersebut mempunyai cita-cita yang yang sejalan. Kalau memang orang tersebut ingin menjadi seniman sudah tentu dia kan melanjutkan ke sekolah seni, bukan kedinasan.
    Pada poin 5 dituliskan “Kamu yang sangat ekspresif dan menghargai kebutuhan bersosial nggak akan cocok dengan situasi ini.”. Saya juga kurang setuju, ada saat tertentu dimana para taruna taruni bebas berekpresi dan sekolah kedinasan tidak menghalangi untuk seseorang melakukan kebutuhan sosialnya.
    poin terakhir anda menuliskan “Sekolah kedinasan mendidik manusia yang akan melakukan banyak hal secara monoton. Kalau jiwamu adalah pemikir kreatif dan peneliti kritis, selamat, kamu harus buang itu jauh-jauh”. Saya kurang setuju dengan pendapat anda, meskipun monoton tetapi tetap ada peluang bagi para pemikir kreatif dan peneliti kritis, contohnya STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang merupakan sekolah kedianasan dibawah wewenang BMKG, mendukung para taruna taruni untuk selalu berpikir kreatif dan membuka peluang bagi para peneliti dengan adanya Puslitbang BMKG.

    Hal yang anda tuliskan memang terjadi di beberappa Sekolah kedinasan, tetapi bukan berarti semua sekolah kedinasan menerapkan hal demikian. Terimakasih

  2. kan subyektifnya si penulis :v , neng gak pp kalau berpendapat gak ada yang salah :v

  3. FathuRifki Elvarianto Gamal kan dia bilang diawal fakta om 🙂

  4. Fahmi Ahmada berkata:

    Wah mbaknya ini, abis baca ini hati saya jadi beku, brrrrr

  5. Fahmi Ahmada berkata:

    Robiatul Adawiyyah duh mbak, salim dulu.

  6. ini admin pikiran dari mana dia ambil ginian

  7. Adminnya pernah test terus gagal ya jadinya nulis ginian ckck

CLOSE