Ada yang tampil berbeda di kompetisi paduan suara internasional Claudio Monteverdi International Choral Festival and Competition yang diselenggarakan di kota Venezia, Italia tanggal 7-10 Juli 2016 lalu. Sekelompok anak muda berbakat lincah dengan kostum bernuansa Indonesia memukau juri dan hadirin yang memadati ruangan Auditorium Santa Margherita.

Sambil menggenggam bendera merah putih di tangan masing-masing, mereka sontak berteriak kegirangan dan berpelukan satu sama lain ketika diumumkan sebagai juara umum Grand Prix mengalahkan seluruh tim paduan suara yang bersaing dalam kompetisi bergengsi tersebut.

“Indonesia.. Indonesia.. Indonesia…!!” Sorak sorai mereka dengan bangga yang tak terkira.

Tampil memukau dan luar biasa sepanjang kompetisi, TRCC mendapatkan standing ovation dari penonton dan juri

Claudio Monteverdi International Choral adalah festival dan kompetisi bergengsi yang mengikutsertakan peserta dari berbagai negara untuk unjuk aksi paduan suara. Bersaing dengan berbagai kelompok profesional yang sudah punya jam terbang tinggi tentu jadi tantangan tersendiri bagi tim Indonesia. Namun The Resonanz Childrens Choir (TRCC), paduan suara pimpinan konduktor Devi Fransisca yang terdiri dari 42 anak berusia 9 sampai 17 tahun ini berhasil membuktikan bahwa mereka bisa menoreh prestasi yang luar biasa.

Saat mengikuti kompetisi, TRCC membawakan empat lagu yaitu Der Wassermann karya Robert Schumann, Salve Regina karya Javier Busto, serta dua lagu karya Fero Aldiansya yaitu 137 Hip Street dan Bungong Jeumpa. Penampilan mereka berhasil menyihir semua orang yang saat itu menyaksikannya langsung. Tepuk tangan riuh dan standing ovation sebagai penghargaan tertinggi dari juri dan penonton pun diberikan, serta tiket lolos ke babak final.

Harmonisasi dan koreografi yang luar biasa membuktikan bahwa di balik penampilan yang memesona, ada tim hebat yang berusaha

Advertisement

Kerjasama tim membuat segalanya mungkin via cikalnews.com

Kelompok pimpinan konduktor Devi Fransisca ini membawakan lagu dua lagu dengan koreografi yang apik di babak final. Lagu yang membawa ke kemenangan tersebut adalah Tancnota karya komposer Hungaria Zoltan Kodaly dan Yamko Rambe Yamko karya arransemen Agustinus Bambang Jusana.

Nyanyian yang dibawakan dalam format grup tersebut tidak hanya memukau lewat harmonisasi nada, tapi juga koreografi yang luar biasa. Setiap anak di dalam tim bernyanyi dan bergerak dengan penuh semangat, menambahkan kesan totalitas dalam penampilan mereka. Tak heran, paduan suara anak TRCC keluar sebagai juara pertama untuk kategori Children’s and Youth Choir, dengan nilai 94.5. Mereka juga menyabet gelar Juara Umum “Grand Prix Winner” berkat kerja sama tim yang bahu membahu dalam proses latihan dan persiapan lomba.

Disiplin dan komitmen selalu mewarnai rangkaian tur konser mereka. Tak mudah, tapi perjalanan panjang ini berbuah hasil manis

Perjuangan berbuah manis via bisniswisata.co.id

Keikutsertaan tim TRCC ini dalam kompetisi ini adalah salah satu bagian dari kegiatan tour concerts dan kompetisi bertajuk Musical Journey 2016.  Tur ini diawali dengan konser di Balai Resital Kertanegara, Jakarta pada tanggal 2 dan 3 April lalu dilanjutkan dengan tour concerts di kota Hannover dan Berlin. Rangkaian tur kemudian ditutup dengan keikutsertaan pada kompetisi di kota Venezia.

Latihan demi latihan mereka jalani. Ketekunan dan kesabaran yang dilalui tentunya jadi perjuangan utama demi membuktikan potensi anak Indonesia di tingkat dunia. Antonio Krisanto, anggota kelompok paduan suara tersebut mengakui bahwa latihan yang dilakukan selama ini berhasil mengharumkan nama bangsa. Tentunya, kesenangan bermusik dan konsistensi latihan adalah kunci utama di balik keberhasilan mereka.

“Nomor satu adalah disiplin dan komitmen tanpa menghilangkan kesenangan dan kenikmatan dalam bermusik itu sendiri” – (Avip Priatna, Pendiri TRCC)

Kemenangan bukan jadi alasan untuk cepat berpuas diri, karena yang paling adalah sikap rendah hati

Tetap rendah hati walau sudah punya prestasi via global.liputan6.com

Paduan suara anak TRCC bernaung dibawah Yayasan The Resonanz Music Studio yang bermarkas di Jalan Kertanegara No. 28. Selain TRCC, sekolah musik pimpinan konduktor Avip Priatna ini juga menaungi kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers dan kelompok orkestra Jakarta Concert Orchestra.

Kesuksesan TRCC meraih prestasi tak lepas dari peran para pegiat musik yang sangat aktif dalam usaha memajukan dunia seni suara di tanah air. Setiap anak yang dibimbing selalu ditargetkan untuk berprestasi dan menjadi contoh bagi adik-adik angkatannya. Walau sudah berhasil menang di tingkat internasional, Avip selaku penasehat juga tak lupa mengingatkan para anak-anak bimbingannya untuk jangan cepat berpuas diri dan tetap rendah hati. 

“Lakukan apa saja hal positif yang kalian suka selalu dengan sungguh-sungguh, karena hasilnya nanti bukan saja bisa berguna bagi diri sendiri tapi juga dapat berguna bagi orang lain.”

Itu adalah pesan Avip kepada anak-anak bimbingannya, juga untuk pembaca Hipwee. Semoga di masa depan, semakin banyak lagi anak muda yang menoreh prestasi.