“Serius nih, serius. Ini bukan bidang gue. Tertekan selama ini. Udahlah, marketing emang bukan bidang gue. Bulan depan gue mau ngajuin surat resign.”

Barangkali kamu sempat heran, ketika bertemu kawan lama, yang dulu berprofesi sebagai marketing kini menjadi Desainer grafis. Bagaimana bisa? Memangnya nyambung?Memang cocok dengan latar belakang pendidikannya?

Pergantian adalah hal yang biasa. Sebuah survei majalah bisnis menyebutkan seseorang bisa berubah karier sebanyak tujuh kali, untuk menemukan satu yang paling sreg di hati. Alias yang paling ‘gue banget!’. Passion menjadi sesuatu yang diidam-idamkan, dengan harapan ketika kerja sudah sesuai passion, rasa bosan, jenuh, dan tertekan akan lenyap untuk selama-lamanya.

Namun mengubah karier tidak sesederhana pindah kantor karena tawaran yang lebih menguntungkan. Keputusan yang tergesa-gesa bisa membuatmu di kemudian hari menyesalinya. Sebelum kamu mengambil keputusan, hal-hal di bawah ini harus kamu pertimbangkan.

1. Pekerjaan itu penyambung hidupmu, pertimbangkan masak-masak kenapa tergoda berhenti dan berganti jalur penghasilan. Kamu justru hanya akan menyesal jika terlena emosi sesaat dan kehilangan satu-satunya cara bertahan hidup

Jangan terbawa emosi sesaat untuk buat keputusan jangka panjang via mia.lv

Advertisement

Sebelum kamu memutuskan untuk pergi, kamu harus tahu terlebih dahulu mengapa kamu ingin pergi. Apakah karena kamu tidak cocok dengan atasan dan rekan kerjamu? Apakah itu karena kamu merasa pekerjaanmu saat ini bukanlah hal yang kamu inginkan untuk dilakukan sehari-hari? Apakah karena penghasilan yang kamu dapatkan tidak sebanding dengan kebutuhan dan tekanan yang kamu rasakan? Ataukah kamu merasa jenuh saja dengan segala aktivitas sehari-hari dan berharap bisa melakukan hal yang baru?

Mengenali motivasi diri sendiri akan membantumu bijak dalam mengambil keputusan. Karena terkadang keinginan untuk pergi dipengaruhi oleh emosi sesaat atau sekadar rasa jenuh yang tak terobati. Bila memang itu yang terjadi, mungkin belum saatnya kamu berpindah. Kamu hanya butuh liburan karena terlalu lelah.

2. Setelah lepas dari emosi sesaat, tanyakan dirimu apakah kamu mau dan mampu memulai hari-harimu di tempat baru dari nol. Kalau cuma pelarian, bisa jadi kamu harus berlari lebih keras merintis karier baru daripada bertahan di kerjaan lama.

Kalau tidak ada lagi solusi bertahan, siap untuk mulai dari awal di tempat baru via www.huffingtonpost.ca

Rutinitas kerja yang melulu dipenuhi target dan pencapaian memang gampang bikin siapa saja penat dan ingin melarikan diri. Tapi kan ya tidak semua kegundahan itu sebenarnya pantas ditindaklanjuti jadi keputusan untuk mengundurkan diri. Penting artinya untuk benar-benar memahami posisi dan prioritas hidupmu saat ini. Jangan pertaruhkan karier yang susah payah kamu bangun selama ini untuk sekedar mencari tempat pelarian.

Pastikan kegundahanmu saat ini benar-benar karena kamu memiliki gambaran masa depan yang lebih baik di jalan lain, dibandingkan hanya perasaan lelah menjalani jalan kariermu sekarang. Kalau hanya lelah, beristirahatlah barang sejenak mengisi energi untuk kembali berjuang membangun kariermu yang sekarang. Liburan, pasang kutipan-kutipan motivasional di ruang kerjamu, atau sekedar lebih banyak nge-gosip dengan rekan kantor, mungkin adalah solusi sederhana yang bisa mengakhiri kegundahanmu. Tapi kalau sudah melakukan itu semua dan masih tidak melihat jalan terang untuk bertahan di kariermu sekarang, mulailah dengan serius mempertimbangkan jalan karier baru untuk masa depanmu.

3. Jika sudah bulat tekad untuk mencari jalan karier baru, pastikan kamu memiliki kepercayaan diri untuk tidak lagi berhenti di tengah jalan seperti sekarang

Pastikan ini terakhir kalinya kamu ingin berhenti via i.huffpost.com

Salah satu alasan seseorang ingin mengubah karier adalah karena pekerjaan yang saat ini dilakoni tidak terasa sreg di hati. Hari-hari dilalui dengan hambar semata-mata rutinitas yang tidak membuat semangat meledak-ledak setiap bangun pagi. Karena itu, kamu merasa bahwa bukan inilah duniamu. Kamu yakin bahwa ada hal lain yang harus kamu kerjakan di luar sana. Namun sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk berhenti di bidang tertentu, kenali dahulu passionmu. Dengan begitu, apa yang kamu lepaskan akan sepadan dengan apa yang kamu dapatkan. Jangan sampai kamu melepaskan sesuatu untuk mengejar sesuatu yang tidak jauh berbeda.

Ada banyak cara untuk mengetahui apa passionmu. Salah satunya adalah dengan mencari tahu hal apa yang membuat jantungmu berdetak lebih keras karena semangat setiap bangun pagi. Juga, hal apa yang membuatmu tidak keberatan melakukannya setiap hari. Bila dua pertanyaan itu sudah kamu jawab, kamu sudah setengah jalan mengetahui apa yang kamu mau.

4. Pekerjaan impian tidak selamanya menyenangkan. Meskipun sudah sesuai passion, jenuh, bosan, dan tertekan tetap tidak mustahil kamu rasakan

Pekerjaan impian pun pasti penuh dengan tantangan via i.huffpost.com

Sebelum kamu memutuskan untuk mengganti seluruh kariermu dengan alasan passion, ada satu hal yang haruslah kamu paham dulu. Melakukan sesuatu karena hobi dan hal-hal yang disukai memang menyenangkan. Namun bila sudah masuk dalam bidang pekerjaan, semuanya bisa saja menjadi berbeda. Sekarang bukan lagi kesenangan yang kamu utamakan, tapi juga sisi profesionalitas.

Meski kamu sudah berkarier sesuai passionmu, rasa bosan dan jenuh itu tetap saja bisa datang bila kamu melakukan hal yang sama setiap harinya. Meski kamu melakukan hal yang kamu suka, stress karena tekanan dan tuntutan juga hal yang biasa. Kamu yang merasa passionmu adalah menulis, bisa saja bosan dan tertekan bila diharuskan menghasilkan beberapa artikel setiap harinya. Dalam pekerjaan itu adalah hal biasa. Pahami ini sebelum kamu memutuskan untuk berganti pekerjaan hanya karena bosan dan tertekan.

5. Mulai dari belajar menyesuaikan diri dengan hal-hal yang tak selalu sesuai di hati. Dengan begitu, kamu harus tahan banting beradaptasi dengan segala sesuatu yang baru

Banyak hal baru yang harus kamu pelajari via www.fournierhealthmanagementsolutions.com

Meninggalkan sesuatu yang sudah diakrabi sekian lama dan memasuki dunia baru yang baru juga lika-likunya memang memerlukan mental baja. Kamu harus bertemu dengan orang-orang baru yang beragam modelnya, juga mengalami problem-problem baru yang belum pernah kamu hadapi sebelumnya. Mental sekuat baja dan kemauan untuk belajar mutlak diperlukan. Hal ini bisa kamu latih dulu sebelum kamu memutuskan untuk mengubah kariermu.

Ketika pekerjaan sudah terasa memuakkan, ketika rasa bosan sudah sampai ubun-ubun dan kamu sendiri tak tahu bagaimana mengatasinya, ketika semua yang kamu lakukan terasa tidak ada artinya dan membuatmu tertekan, bertahanlah sebentar lagi. Latihlah hatimu sendiri untuk menerima hal-hal yang tidak sesuai dan tidak ‘kamu banget!’. Dengan begitu kamu akan terbiasa menguatkan diri. Bila kamu sudah lulus dari hal ini, kamu boleh melenggang ke manapun yang kamu ingini.

Mengubah karier adalah keputusan besar yang harus dipertimbangkan masak-masak. Berani mengubah karier menunjukkan kamu adalah seorang pembelajar yang selalu siap mengambil keputusan dan menghadapi risiko dari setiap pilihan. Memasuki dunia baru dan berkutat dengan hal-hal baru memang menyenangkan. Tapi risiko dan perjuangannya juga tidak tanggung-tanggung. Kamu harus setegar karang, agar tetap kokoh dan semangat, meski harus memulai lagi dari awal.