Bangunlah usaha di masa muda supaya bisa hidup tenang di hari tua!”

Siapa di antara kamu yang setuju sama kalimat di atas? Ya, merintis usaha saat masih belia memang terasa sulit. Tapi kalau dipikir lagi, rasanya segala kerja kerasmu akan terbayar nantinya. Berbagai jenis usaha bisa kamu coba. Mulai dari usaha pulsa, clothing line, sampai dengan menjajal bisnis kuliner.

Advertisement

Untuk segmen pasar anak muda, memiliki kafe bisa juga jadi pilihan yang menarik. Sayangnya, modal yang dibutuhkan guna mendirikan usaha ini tidaklah sedikit. Tapi meski terlihat membutuhkan modal besar, bukan berarti usaha ini mustahil kamu wujudkan kok. Gimana caranya? Simak ulasan dari Hipwee berikut ini, ya!

1. Supaya banyak orang yang datang karena tertarik, kafe-mu harus punya konsep yang unik

tentukan konsep

tentukan konsep via news.lewatmana.com

Sebelum akhirnya terjun ke bisnis kafe, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat konsep kafe-mu tersebut. Tanyakan dalam diri, kira-kira kamu menginginkan kafe yang seperti apa?

“Apakah kamu menginginkan kafe yang bisa dijadikan tempat nongkrong anak-anak muda? Kafe yang jadi sasaran tempat makan siang para karyawan kantoran? Atau, kafe bagi para pasangan yang mencari tempat nyaman untuk pacaran?”

Advertisement

Konsep dari kafe akan sangat berpengaruh pada kebutuhan yang nantinya akan dibeli. Misalnya kafe untuk nongkrong yang cocok didatangi bersama teman akan lebih pas jika diisi dengan bangku-bangku panjang daripada kursi-kursi kecil dengan kapasitas terbatas. Dekorasi ruangannya pun tidak memerlukan bunga dan lilin-lilin yang mengesankan suasana romantis seperti pada kafe untuk kencan. Menu makanan yang ditawarkan juga bisa lebih ringan karena biasanya orang yang nongkrong lebih suka memesan kentang goreng dan minuman ringan daripada makanan berat.

Sebaliknya, jika kamu memang menujukan kafemu untuk didatangi oleh para pasangan yang mencari tempat nyaman untuk pacaran, desainlah kafe dengan meja dan kursi dengan kapasitas dua orang. Bangku juga harus lebih empuk karena mereka suka mengobrol panjang lebar. Lilin dan bunga serta pencahayaan temaram akan sangat mendukung sehingga ketika orang datang ada suasana romantis terbangun di sana. Menentukan konsep kafe pada dasarnya bertujuan untuk memberikan diferensiasi pada kafemu dan tentunya mengeliminasi barang-barang yang sesungguhnya tidak diperlukan.

2. Jika modalmu belum mumpuni, tak ada salahnya memanfaatkan paviliun dan teras rumahmu sendiri

bisa di teras rumah

bisa di teras rumah via news.lewatmana.com

Langkah selanjutnya yang harus dipikirkan olehmu para calon pengusaha kafe adalah di mana nantinya kafemu tersebut akan didirikan. Menyewa ruko atau toko tentunya akan menghabiskan biaya sewa belasan hingga puluhan juta per tahunnya. Hal ini akan terasa berat bagi kamu yang punya modal ala kadarnya. Untuk itu kamu harus memutar otak agar bisa mendapatkan tempat tanpa perlu mengeluarkan uang terlalu banyak.

Salah satu cara untuk menyiasati situasi ini adalah dengan menyewa garasi atau paviliun rumahmu sendiri, partner bisnis, atau mungkin orang lain. Menjadikan teras atau paviliun rumah bisa menekan setengah dari budget usaha daripada harus menyewa kios atau ruko. Akan lebih baik lagi jika tempat usahamu ini berlokasi di pinggir jalan atau setidaknya tidak begitu jauh dari jalan utama. Dengan begitu calon konsumenmu nanti bisa lebih mudah untuk menemukan kafe-mu ini.

3. Daripada membeli semua perabotan, lebih hemat jika kamu memanfaatkan perlengkapan rumah yang bisa dipinjam

alat dapur pinjem saja

alat dapur pinjem saja via news.lewatmana.com

Meskipun terlihat sepele, tapi pada kenyataannya peralatan dapur yang nantinya dibutuhkan untuk menjalani bisnis kafe membutuhkan alokasi dana yang besar pula. Daripada kamu harus mengeluarkan dana ekstra, manfaatkan perabotan masak yang ada di rumahmu atau partner bisnismu. Mulai dari panci, wajan penggorengan, sendok masak, kompor, dan lain sebagainya.

Usahakan untuk sementara ini memanfaatkan benda-benda yang ada di rumah untuk menghemat pengeluaran. Barulah jika memang sudah tidak ada yang bisa diandalkan lagi kamu baru membeli perabotan yang memang diperlukan. Sebagai pengusaha muda usahakan untuk sekreatif mungkin menekan pengeluaran dengan memaksimalkan benda-benda di sekitarmu.

4. Saat membeli perabotan, putar otakmu supaya bisa melakukan penghematan besar-besaran

pakai piring rotan

pakai piring rotan via piring-lidi.blogspot.com

Jika kompor atau panci bisa disiasati dengan cara meminjam, hal tersebut mungkin tidak berlaku bagi piring. Pasalnya, sudah tentu kamu butuh banyak piring untuk menghidangkan makanan ke pelangganmu. Nah lantaran harga piring dalam jumlah banyak pun tidak murah, kamu harus pintar-pintar menari solusi. Salah satu caranya bisa dengan memilih piring yang terbuat dari rotan?

Dengan menggunakan piring berbahan dasar rotan kamu bisa menekan biaya pengeluaran untuk piring karena jenis piring ini biasanya dibanderol dengan harga Rp.1.500-Rp.6.000 saja. Sebagai alas di atas piring rotan nantinya kamu dapat memanfaatkan kertas nasi atau daun pisang. Selain harga piring lebih hemat, kamu pun bisa menghemat tenaga pula karena tidak perlu mencuci piring.

5. Karena harga satu set meja dan kursi pun cukup mahal, kamu bisa mengakalinya dengan mendirikan kafe berkonsep lesehan

Meja dan kursi tentunya akan jadi kebutuhan lainnya yang tidak bisa terhindarkan jika berniat mendirikan kafe. Permasalahannya untuk belanja furniture, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk satu set meja kursi berbahan dasar kayu misalnya bisa dibanderol dengan harga jutaan rupiah. Tentunya jika dipesan dalam jumlah banyak akan menghabiskan dana besar bukan?

Untuk itu kamu bisa mencoba strategi dengan menjadikan kafemu tersebut berkonsep lesehan. Dengan cara ini kamu bisa mengirit biaya untuk tidak membeli kursi dan hanya membeli meja saja. Untuk membuat konsumenmu tetap nyaman nantinya berikan bantal kecil sebagai alas tempat duduk mereka.

6. Perkara menentukan harga makanan nggak bisa sembarangan. Pertimbangkan dahulu kemampuan mereka yang jadi targetmu

sesuaikan harga dengan kualitas

sesuaikan harga dengan kualitas via christophorusdanu.blogspot.com

Nah sebagai pemula di bisnis cafe, kendala menentukan harga menu bisa jadi hal yang membingungkan. Untuk memecahkan permasalahan ini pertama-tama tentukan dulu siapa yang jadi targetmu. Apakah mahasiswa, pekerja kantoran, atau umum? Dengan begitu kamu baru bisa mengukur kemampuan calon-calon pelangganmu.

Selain itu, pertimbangkan pula soal menu-menu makanan yang akan kamu jual. Misalnya saja, kafemu adalah tempat nongkrong yang target konsumennya adalah mahasiswa. Di sana rencananya kamu akan menjual makanan ringan seperti french fries, omelet, atau sandwich.

Pertama, hitunglah semua harga bahan dasar yang diperlukan sampai satu menu matang. Kita ambil contoh untuk satu porsi french fries goreng dibutuhkan modal dasar berkisar antara Rp.5.000 – Rp.6.000. Harga ini sudah termasuk pula biaya tenaga yang diperlukan untuk memasak kentang tersebut. Kedua, bandingkan harga french fries dengan kafe-kafe sekitarmu.

Sesuaikan pula harga dengan kuantitas dan kualitas menu serta suasana kafe yang ditawarkan. Kalau ada kafe yang menjual french fries tapi suasana di sana lebih nyaman dari tempatmu, usahakan untuk menjual harga makanan di bawah standar mereka. Tujuan dari cara ini agar orang-orang tetap punya pertimbangan untuk datang ke kafemu.

7. Punya teman atau kenalan yang jadi food blogger? Ajak dia berkunjung dan membuat review tentang kafemu

undang food blogger

undang food blogger via namelymarly.com

Zaman sekarang ada banyak akun media sosial baik di Twitter, Facebook, dan Instagram yang isinya adalah review makanan di suatu tempat. Istilah kerennya adalah food blogger. Keberadaan mereka sangat berguna bagi pengusaha kuliner untuk mempromosikan makanannya. Biasanya nih mereka juga akan menawarkan kerjasama untuk membuat review makanan dan di posting dalam akun mereka dengan harapan banyak orang yang akan mencobanya.

Nah ketika melakukan promosi kafemu nanti, manfaatkan food blogger untuk mempromosikan agar banyak orang yang tahu keberadaan usahamu ini. Biasanya bentuk kerjasamanya ada yang dibayar dengan uang dan ada yang hanya diundang makan. Kalau di antara teman-teman atau kenalanmu ada yang menjadi food blogger tentu bisa kamu manfaatkan. Oh iya, jangan lupa untuk membuat pula akun kafe official-mu. Melalui akun tersebutlah nantinya kamu dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan para calon konsumenmu.

8. Cari dan temukan strategi promosi yang unik agar pengunjung kafemu terus bertambah

promo menarik

promo menarik via www.backpackinmagazine.com

Untuk memperkenalkan produk ke konsumen jangan pernah kehabisan kreativitas untuk menarik perhatian mereka. Salah satu caranya adalah dengan membuat promo unik. Misalnya saja kamu menetapkan selama seminggu pertama dengan teknik promonya “pesan sepuasnya bayar ala kadarnya”. Lalu di minggu kedua “diskon 50% untuk mereka datang dengan pakaian warna abu-abu”. Selanjutnya, di minggu ketiga “potongan harga sesuai dengan umur” dan begitu seterusnya.

Pada intinya promosi harus dibuat agar orang-orang penasaran untuk datang. Kamu pun bisa mencoba potongan harga berdasarkan waktu (cuma berlaku dari jam 13:00-15:00) atau jumlah orderan (dapat diskon 15% jika total pesanan mencapai Rp.100.000). Jangan lupa untuk selalu memberikan diskon atau bonus, misalnya ice cream atau puding misalnya untuk mereka yang mau posting tentang kafemu di media sosial mereka. Semakin banyak orang yang ‘terlihat’ nongkrong di kafemu, maka semakin besar pula peluang orang datang untuk mencoba.

9. Jangan dulu membuka lowongan kerja, maksimalkan tenagamu sendiri untuk menjalankan usaha

ambil karyawan sedikit saja

ambil karyawan sedikit saja via www.youtube.com

Sebagai pengusaha yang masih merintis, jangan pernah langsung mau enak dengan mengambil banyak pekerja. Berusahalah untuk menghemat uang dengan memanfaatkan tenaga sendiri atau sukarelawan. Selain karena pertimbangan uang, dengan mengerjakan semuanya sendiri membuatmu semakin mengerti seluk beluk dari merintis usaha kuliner.

Di awal-awal, kamulah orang yang harus pergi ke pasar untuk berbelanja, mengatur uang, duduk di kasir menerima pembayaran, dan mengawasi pekerja. Jika bisa tekan jumlah mengambil pegawai ke titik minimal selagi penghasilanmu belum ada di ‘titik aman’.

10. Demi menarik lebih banyak pelanggan, jalin koneksi dengan komunitas-komunitas yang ada di sekitarmu

Terakhir untuk semakin menyempurnakan usaha kafemu itu buatlah program untuk menggaet segmen pasar tertentu. Semisal kamu ingin menyasar penggila bola, buatlah program nonton bareng gratis. Nantinya pemasukanmu berasal dari menu makanan yang dipesan. Bisa juga untuk para pecinta vespa, kamu buatkan program kumpul bareng di kafemu sehingga mereka bisa berkumpul. Ya, apapun programnya yang penting tujuannya adalah untuk membuat eksistensi kafemu semakin diakui oleh banyak orang.

11. Pelanggan-pelangganmu harus dipuaskan. Sediakan stop kontak dan internet gratis yang bisa mereka manfaatkan

fasilitas yang lengkap

fasilitas yang lengkap via www.salon.com

Selain berbagai hal-hal di atas, salah satu yang juga nggak boleh ketinggalan adalah soal fasilitas di kafemu. Pastikan di kafemu menyediakan stop kontak alias ‘colokan’ sehingga pelanggan nggak akan kerepotan ketika akan mengecas ponsel atau laptop mereka. Nah, kalau kamu punya bujet lebih bisa banget dimanfaatkan untuk menyediakan fasilitas internet. Dijamin, pelanggan di kafemu bisa bertambah banyak karena kebanyakan mereka pasti akan berburu wi-fi di kafemu.

Nah, itu tadi berbagai trik yang bisa kamu terapkan jika memang ingin membangun sebuah kafe. Namun dari sekian banyak poin di atas hal terpenting adalah jangan lupa kerja keras dan tidak mudah putus usaha yang dibungkus dengan doa. Selamat berusaha, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya