Sudah berkali-kali memasukkan lamaran kerja tapi nggak kunjung dapat panggilan wawancara? Belum tentu itu karena kamu tidak punya skill yang dibutuhkan, tetapi kamu kurang maksimal menunjukkan potensimu dalam CV yang kamu ajukan.

Selain skill dan soft skill yang kamu punya, saat melamar pekerjaan, CV adalah hal utama yang dilihat oleh recruiter untuk menentukan apakah kamu memenuhi persyaratan. Bila di sana kamu sudah gagal, jangan mengharapkan panggilan wawancara. Pekerjaan idamanmu juga tinggal angan-angan.

Coba cek lagi CV-mu. Hal-hal esensial ini sudah kamu penuhi belum?

Buat CV yang sederhana dan mudah dipahami. CV dengan desain aneh dan berbagai jenis bangun ruang justru akan membuat CV-mu kehilangan fokus.

Jangan dibuat begini juga ya :(

Jangan dibuat begini juga ya 🙁 via mollasworks.tumblr.com

Mungkin kamu berharap dengan design CV yang super kece, dengan kertas khusus yang diberi pewangi, atau dengan grafik dan balok-balok akan membuat perusahaan tertarik dengan CV-mu yang eye-catching. Kreatif itu boleh, Tapi ingat sesekali more is less. Sebaiknya pilih desain CV yang sederhana. Ingatlah bahwa recruiter harus memeriksa puluhan hingga ratusan CV yang masuk. Sebisa mungkin buatlah CV yang bisa dibaca dan dipahami dalam waktu 5 menit. Kecuali kamu apply untuk posisi designer yang harus menunjukkan kemampuan design-mu.

CV Dua halaman sudah paling maksimal. Itu CV, bukan cerpen!

2 halaman adalah maksimal

2 halaman adalah maksimal via theofills.tumblr.com

Berapa lembar CV-mu yang selama ini kamu pakai untuk melamar pekerjaan? Dua lembar? 3 lembar? 7 lembar? Bila kamu punya pengalaman 30 tahun di bidang pekerjaan atau akademis, bolehlah kamu membuat CV-mu menjadi 2-3 halaman. Tapi bila kamu freshgraduate atau baru punya pengalaman kerja 1-5 tahun, CV satu lembar sudah cukup. Dua lembar, bila memang benar-benar perlu. Tapi lebih dari itu, justru akan berbahaya. CV yang terlalu panjang akan menghilangkan minat recruiter untuk membacanya.

Cantumkan pengalaman kegiatan yang kamu punya. Pilih yang relevan dengan persyaratan agar mereka tahu kamu layak diberi kesempatan

masukkan pengalaman yang relevan saja

masukkan pengalaman yang relevan saja via www.entrepreneur.com

Untuk menambah nilai jual, kamu bisa mencantumkan pengalaman-pengelaman organisasi atau magang yang kamu ikuti semasa kuliah. Pengalaman seperti ini bisa menunjukkan bahwa kamu orang yang cukup aktif dan sudah punya banyak pengalaman dalam berhubungan dengan orang lain.

Tapi ingat, sertakan yang relevan saja. Pengalamanmu ikut klub memasak di kampus, tentu tidak akan ada gunanya bila kamu cantumkan di CV saat kamu melamar untuk bagian Sales dan Marketing. Jadi, pastikan apa yang kamu cantumkan di CV adalah hal-hal yang cocok dengan persyaratan. Supaya CV-mu tidak jadi panjang, tapi tidak relevan.

Bila sebelumnya kamu sudah pernah bekerja, cantumkan juga pengalaman kerja lengkap dengan deskripsi pekerjaan dan prestasimu selama di sana

deskripsi pekerjaan sebelumnya

deskripsi pekerjaan sebelumnya via www.letsintern.com

Jika kamu sudah pernah bekerja sebelumnya, kamu perlu mencantumkan pengalaman kerjamu di CV. Format yang tepat adalah sebutkan nama perusahaan tempatmu bekerja, posisi yang kamu tempati, tahun kamu menduduki posisi itu, dan tentu saja deskripsi pekerjaan yang kamu lakukan beserta prestasi apa saja yang sudah kamu raih di posisi tersebut.

Bila kamu hanya menyebutkan nama posisi saja tanpa keterangan apa-apa, tim recruiter tidak bisa menilai pengalamanmu, karena tidak bisa menebak apa saja yang sudah kamu lakukan dengan pekerjaanmu. Ingat, mereka bukanlah cenayang.

Daripada memasukkan informasi personal yang tidak perlu, kamu bisa menambahkan keahlian yang kamu miliki di luar bidang yang kamu tekuni

Cantumkan keahlian tambahan yang kamu punya

Cantumkan keahlian tambahan yang kamu punya via www.youtube.com

Demi masa depanmu, tidak perlu memasukkan hobi, status perkawinan, agama, tinggi badan, dan dukungan partai politik ke dalam CV-mu. Apalagi cita-cita dan makanan kesukaan.

Daripada memasukkan informasi-informasi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang kamu lamar, kamu bisa menambahkan skills lain yang kamu kuasai di luar bidang yang kamu tekuni. Misalkan kamu mahir membuat desain dengan Photoshop atau menguasai bahasa asing. Tambahan keahlian ini bisa menjadi nilai plus-mu di mata recruiter.

6. Typo atau grammar yang salah bisa merusak CV-mu yang sudah sedemikian indahnya. Pastikan semua sempurna sebelum dikirim ke pewawancara

Hati-hati dengan typo dan grammar

Hati-hati dengan typo dan grammar via advice.careerbuilder.com

Nah, setelah kamu mencantumkan semua hal yang esensial, teliti lagi apa yang kamu tulis di sana. Jangan sampai ada typo atau salah grammar bila kamu memakai Bahasa Inggris. Typo dan kesalahan grammar bisa merusak CV-mu yang sudah sedemikian bagusnya. Kamu sedang menulis tentang dirimu sendiri, masa sampai salah? Yuk, koreksi CV-mu sekali lagi. Pastikan semuanya sempurna dan tidak ada yang akan membuat recruiter yang membaca mengerutkan dahi.

Tapi bila CV-mu sudah memenuhi semua kriteria di atas, tapi kamu masih minim panggilan interview juga, mungkin sebenarnya kamu salah passion. Coba deh kamu cek dulu passion-mu di karir.com. Di sana kamu bisa mengecek minat dan gaya komunikasimu untuk menentukan karir apa yang tepat untuk kamu tekuni. Untuk tes minat, kamu bisa coba sekarang di sini! Kamu juga bisa ikut tes gaya komunikasi dengak cek ke sini. Yuk gali potensimu yang sesungguhnya, biar karirmu di masa depan lancar dan sesuai dengan keinginan.

Dengan CV, recruiter akan melihat apa saja yang telah kamu lakukan selama ini, dan seberapa besar potensimu untuk diberi sebuah posisi pekerjaan. Karena itu, buatlah CV-mu secara habis-habisan. Pastikan potensimu yang luar biasa bisa ditemukan oleh recruiter yang membaca. Selanjutnya, bila memang kamu memenuhi kualifikasi, tinggal menunggu panggilan wawancara 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya