Siapa sih yang nggak pengen dapat beasiswa? Bisa lanjut kuliah di kampus impian tanpa keluar biaya, terlebih di luar negeri. Selain harus menyiapkan dokumen yang menunjukkan kemampuan akademis, biasanya kamu juga diharuskan untuk membuat motivation letter. Dari sini, penyeleksi akan melihat bagaimana cara kamu berpikir, apa tujuanmu mendaftar program beasiswa tersebut, dan potensi yang kamu miliki.

Karena kelayakanmu mendapat beasiswa juga ditentukan dari motivation letter yang kamu buat, terapkan trik menyusun motivation letter yang bakal dilirik penyeleksi berikut.

1. Pastikan poin-poin penting ini kamu tulis semua dalam selembar motivation letter

selembar berisi poin-poin penting via novoresume.com

Advertisement

Meski nggak ada batasan tentang halaman, motivation letter yang cuma selembar dianggap efektif bagi penyeleksi beasiswa. Masukkan poin-poin penting yang ditulis dengan singkat, padat dan jelas. Pastikan kamu menuliskan tentang siapa diri kamu, latar belakang pendidikan, prestasi dan pengalaman, skill, alasan memilih beasiswa yang dituju berikut program studinya, mata kuliah apa yang relevan dan bermanfaat, serta apa yang kamu lakukan setelah masa studi selesai.

2. Biar runtut dan nggak acak-acakan, bikin selembar motivation letter-mu jadi 4-5 paragraf saja. Tapi harus saling berhubungan lo, ya!

bikin jadi 4-5 paragraf aja via www.utakatikotak.com

  • Paragraf pertama diawali dengan menceritakan dirimu secara singkat, mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman dan prestasi yang pernah diraih, termasuk apa yang kamu dapatkan setelah mengikuti organisasi atau kegiatan sosial.
  • Lalu paparkan alasanmu memilih program studi dan kampus yang dituju di paragraf ke dua.
  • Dilanjutkan dengan menceritakan relevansi antara skill yang kamu miliki dengan studi yang akan diambil di paragraf ke tiga.
  • Di paragraf selanjutnya, kaitkan tujuanmu mendaftar beasiswa tersebut dengan tujuanmu setelah selesai studi, termasuk kontribusi apa yang ingin kamu buat untuk lingkungan sekitar.
  • Nah, terakhir ditutup dengan kesimpulan.

3. Buatlah kalimat pembuka yang menarik minat penyeleksi untuk melanjutkan membaca sampai akhir

buat kata pembuka yang menarik via blog.creedoo.com

Kamu juga harus memberikan kesan pertama yang baik dalam menyusun motivation letter. Misalnya dengan membuka paragraf pertama dengan kalimat-kalimat yang menggelitik dan menarik penyeleksi untuk membaca sampai akhir. Ini tantangan sih, tapi bakal meningkatkan kesempatanmu untuk lolos seleksi.

4. Jangan cuma menceritakan, tapi jelaskan apa yang kamu tulis itu dengan rinci

jelaskan dengan rinci via www.jrmyprtr.com

Advertisement

Misalnya, saat kamu menuliskan alasanmu menempuh studi di universitas yang ada di luar Indonesia, kamu menyatakan bahwa, “Saya senang bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai belahan dunia”. Lebih dari itu, kamu harus jelaskan dengan lebih detail, seperti apa alasanmu senang bertemu orang baru, apa yang kamu diskusikan, lalu apa manfaat yang kamu dapatkan dari situ. Pokoknya jangan sampai kamu menyampaikan hal-hal yang klise.

5. Yakinkan tim penyeleksi bahwa kamu adalah sosok ideal untuk mendapat beasiswa di akhir paragraf

penutup harus meyakinkan via www.hiration.com

Tunjukkan bahwa kamu sangat ingin bergabung dan mengambil penawaran yang diberikan dengan menunjukkan ketulusan dan kejujuran yang nyata. Jangan lupa sampaikan terima kasih atas waktu dan pertimbangan mereka. Kalimat penutupmu ini juga harus cukup meyakinkan penyeleksi bahwa kamu layak mendapatkan beasiswa.

6. Perhatikan juga penggunaan bahasanya. Nggak perlu muluk-muluk, yang penting pesanmu tersampaikan

perhatikan bahasanya via www.careerbuilder.com

Bahasa yang digunakan untuk mengisi motivation letter boleh bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, selama memudahkan bagi penyeleksi yang akan membacanya. Usahakan untuk nggak salah ketik dan menggunakan pola kalimat yang nggak berbelit-belit serta mudah dipahami. Dari pilihan katamu itu, akan terlihat apakah kamu profesional dan konsisten atau nggak.

Ingat, motivation letter nggak semata-mata menjual keunggulan dan pengalaman diri. Fokusnya adalah menunjukkan keinginan dan minat yang mendalam terhadap beasiswa yang ditawarkan. Jadi, buatlah motivation letter yang otentik dan berbobot. Jangan asal copy-paste atau alih bahasa seenaknya. Tunjukkan kalau kamu memanglah seorang kandidat yang layak dan berkualitas. Semoga sukses, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya