Kemampuan mengelola uang adalah skill finansial dasar yang seharusnya dikuasai oleh setiap orang. Mampu mengalokasikan uang ke kebutuhan-kebutuhan penting dan membatasi pengeluaran yang tidak perlu bisa membawa dampak besar pada kehidupan dan masa depanmu. Coba deh sekarang tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kemampuan mengelola uangmu sudah baik?

Kali ini Hipwee ingin mencoba mengulas beberapa keterampilan finansial yang seharusnya dikuasai oleh anak muda. Apa yang harus dilakukan dan sebaiknya dihindari dalam memanfaatkan uangmu. Kamu tentu tidak ingin ‘kan uangmu hilang tak berbekas tanpa hasil yang jelas?

1. Pakai Rumus 50:30:20 Untuk Membagi Penghasilanmu

Pecah penghasilanmu ke beberapa bagian

Pecah penghasilanmu ke beberapa bagian via craftandlore.com

Advertisement

Setiap mendapatkan tambahan uang di rekening, baik itu dari kantor atau dari kiriman orang tua, selalu pecah uang tersebut ke dalam minimal 3 bagian:

  • 50% untuk kebutuhan tetap bulanan
  • 30% untuk membeli hal-hal yang kamu inginkan
  • 20% untuk dimanfaatkan sebagai dana simpanan.

Dengan menggunakan rumus ini, kamu akan lebih mudah mengetahui kemana uangmu pergi. Pos pengeluaran juga bisa lebih jelas diatur melalui skema ini. Tidak akan ada lagi tumpang tindih kebutuhan yang membuatmu kehabisan uang sebelum akhir bulan. Jatah 30% untuk memenuhi keinginan bisa jadi batas agar kamu tidak berlebihan dalam membelanjakan uang.

Advertisement

Selain cara ini, kamu juga bisa mempraktekkan teknik memecah uang ke dalam 5 bagian seperti yang dilakukan oleh orang terkaya di Asia yang pernah Hipwee ulas di artikel ini.

2. Jangan Malas Mencatat Pengeluaran

Jangan malas mencatat pengeluaran

Jangan malas mencatat pengeluaran via photocrafts-blog.blogspot.com

Langkah ini terdengar sederhana, namun inilah awal dari perencanaan keuangan yang lebih sehat. Jangan malas mencatat dengan detil setiap pengeluaran yang kamu alokasikan tiap harinya. Mulai dari biaya makan, bensin, pulsa, hingga ke uang parkir. Ngapain sih? Kok repot amat?

Eits, jangan salah. Rajin mencatat pengeluaran bisa memberimu gambaran yang jelas tentang pola konsumsi yang kamu lakukan. Dengan telaten mencatat berbagai pengeluaran, kamu akan tahu bagaimana tren belanjamu — kemana saja uangmu habis untuk hal-hal yang tidak perlu.

Catatan yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi di setiap akhir bulan. Setelah membaca pola konsumsimu, kamu bisa mengetahui harus melakukan penghematan di pos apa. Alhasil, pengeluaranmu pada bulan selanjutnya bisa lebih tertata dan tidak lagi membuat kantong jebol.

3. Cerdaslah Dalam Memilih Bank

Harus cerdas memilih layanan bank yang paling menguntungkan

Harus cerdas memilih layanan bank yang paling menguntungkan via tselsumatera.wordpress.com

Dewasa ini kehidupan finansial kita tidak bisa dilepaskan dari Bank. Jasa finansial yang satu ini selalu mendampingi dalam berbagai aktivitas konsumsi sehari-hari: mulai dari sebagai tempat penyimpanan uang, tempat yang dituju untuk membeli instrumen investasi, bahkan fasilitas dari bank seperti kartu kredit dan kartu debit juga jadi andalan saat kita sedang malas membayar dengan uang tunai.

Satu yang perlu diingat, bank adalah perusahaan komersial yang juga memiliki tujuan mengumpulkan profit sebanyak-banyaknya. Segala fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan oleh mereka harus kamu bayar dengan uangmu. Maka dari itu, penting bagimu untuk cerdas dalam memilih jasa bank yang akan kamu gunakan.

Carilah bank yang menawarkan suku bunga tabungan yang relatif tinggi, dengan potongan biaya administrasi yang rendah. Perhitungkan pula besarnya potongan yang berlaku jika kamu melakukan transaksi ke bank yang berbeda. Fitur yang bisa diakses lewat internet pun mobile dan layanan pelanggan yang baik juga layak kamu jadikan pertimbangan.

4. Pastikan Gaya Hidupmu Selalu Berada Dibawah Tingkat Penghasilan

Hati-hati pada jebakan gaya hidup

Hati-hati pada jebakan gaya hidup via reiddamnit.files.wordpress.com

Selepas memiliki penghasilan sendiri, terkadang kita merasa “bebas” melakukan apapun dengan uang yang kita miliki. Tidak jarang kita menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang mahal yang diidamkan dan memanjakan diri sendiri dengan hal yang hanya diinginkan, namun sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.

Michael Kitces, seorang penulis buku mengenai perencanaan finansial mengatakan bahwa memanjakan diri sendiri tidaklah salah, namun anak muda harus berhati-hati terhadap jebakan gaya hidup.

“Mau liburan? Oke, itu boleh kamu lakukan. Menambah channel TV kabelmu? Itu juga boleh kamu lakukan. Membeli mobil baru dengan sistem kredit dan pindah ke kos yang lebih mewah? Nah, ini pikir ulang dulu.

Pastikan kamu tidak terjebak ke dalam jebakan gaya hidup yang membuatmu tidak lagi bisa hidup sederhana. Kamu hanya boleh memanjakan dirimu dengan hal-hal yang tidak akan mempengaruhi kondisi finansialmu dalam jangka waktu panjang. Selalu pikirkan ulang sebelum kamu memutuskan mengubah gaya hidup secara drastis. Yakin sanggup membiayainya?”

Sebelum meningkatkan gaya hidup, kita harus cerdas menghitung dulu: “Apakah penghasilan kita akan mampu membiayai perubahan ini dalam jangka waktu yang panjang?” Gak enak ‘kan kalau harus “turun kelas” lagi setelah merasakan hidup enak? Lebih baik menahan diri untuk sementara waktu, deh.

5. Dalam Berbelanja, Selalu Utamakan Kualitas Barang yang Kamu Beli. Jangan Lapar Mata!

Jangan gampang tergoda sale

Jangan gampang tergoda sale via www.indopos.co.id

Pusat perbelanjaan dan berbagai gerai komersial sangat tahu cara menggoda hasrat belanjamu. Salah satunya adalah dengan mengadakan event yang diberi nama “Diskon” atau “Sale.” Dengan cara ini kamu akan merasa mengeluarkan lebih sedikit uang untuk bisa mendapatkan banyak barang.

Namun coba tengok kembali deh, apakah barang yang kamu beli memang berkualitas? Sepatu yang kamu beli dengan harga diskon itu bertahan 6 bulan, bandingkan dengan sepatu berkualitas harga normal yang bertahan 2 tahun. Membeli barang berkualitas memang tampak mahal dan berat, tapi sebenarnya dengan hanya memilih barang berkualitas kamu sedang berhemat dalam jangka panjang.

6. Batasi Penggunaan Kartu Debit Hanya Untuk Belanja Dengan Nominal Besar

Batasi penggunaan kartu debit

Batasi penggunaan kartu debit via inspireallinone.wordpress.com

Kartu debit memang menawarkan kepraktisan dalam belanja, tanpa perlu repot menghitung dan mengeluarkan uang kamu sudah bisa membungkus barang yang kamu inginkan. Mudah, cepat, tidak membuat dompet penuh dengan uang receh, dan terlihat sangat urban bukan?

Namun perlu kamu ketahui, dibalik kemudahan itu ada efek psikologis yang bisa membuatmu bangkrut tanpa disadari. Saat memgang kartu debet, kita akan cenderung merasa punya banyak uang untuk dibelanjakan. Tidak ada efek visual yang bisa jadi pengingat bahwa setiap barang yang dibeli membuat uang kita berkurang.

Sebisa mungkin, selalu bekali dirimu dengan uang tunai kemanapun kamu pergi. Bayar pengeluaran-pengeluaran kecil seperti biaya makan di restoran dan beli sabun mandi dengan uang tunai. Hanya gunakan kartu debitmu jika berbelanja dalam nominal besar. Dengan cara ini, kamu akan sadar bahwa uangmu juga bisa habis kalau terus dibelanjakan.

7. Manfaatkan Kemudahan Teknologi Untuk Menekan Pengeluaran Komunikasi

Tekan pengeluaran komunikasi dengan memanfaatkan teknologi

Tekan pengeluaran komunikasi dengan memanfaatkan teknologi via www.imore.com

Sudah membayar ratusan ribu tiap bulannya untuk berlangganan paket data tapi tagihan teleponmu terus membengkak? Berarti ada yang salah dengan caramu memanfaatkan teknologi. Paket data internet yang sudah kamu langgan itu seharusnya bisa menekan biaya komunikasi konvensional via telepon dan SMS.

Kurangi menelepon, manfaatkan fitur gratis telepon via LINE atau Viber. Begitu juga dengan SMS, alihkan kebutuhan mengirim pesan singkat dari layanan SMS konvensional ke instant messenger seperti Whatsapp, LINE, bahkan Kakao Talk. Selain respon yang didapatkan bisa real time, cara ini juga bisa menekan biaya komunikasimu.

8. Sadarilah Pendapatanmu Akan Meningkat Seiring Dengan Peningkatan Kemampuan

Tingkatkan terus kemampuanmu

Tingkatkan terus kemampuanmu via plotpointkreatif.blogspot.com

Berhematlah dalam gaya hidup, namun jangan pelit mengeluarkan uang untuk berinvestasi demi meningkatkan kemampuan. Ambil kelas bahasa asing selepas kantor, jangan ragu membayar beberapa ratus ribu atau bahkan jutaan rupiah demi ikut kelas online yang memang kamu butuhkan. Atau jangan tanggung-tanggung, sisihkan uang untuk melanjutkan pendidikan juga sangat boleh kamu lakukan!

Setiap anak muda perlu menyadari bahwa kemampuan finansial penting yang harus dipunyai adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkan penghasilan yang didapat untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Saat kemampuanmu meningkat, pemberi kerja juga tidak akan keberatan meningkatkan gaji yang mereka berikan padamu.

9. Tidak Ada Kata “Nanti” Untuk Mulai Berinvestasi

Mulai berinvestasi sedini mungkin

Mulai berinvestasi sedini mungkin via www.lifeguides.me

Masih merasa muda dan belum perlu merencanakan keuangan? Atau merasa bisa menunda sampai kelak kamu sudah berkeluarga? Ketahuilah, semakin tua umurmu semakin banyak pula kebutuhan yang harus kamu keluarkan. Artinya, semakin sedikitlah uang yang bisa kamu alokasikan ke berbagai skema investasi.

Keuntungan investasi akan sangat dipengaruhi oleh jangka waktu, semakin lama kamu memasukkan uangmu ke dalam sebuah skema investasi semakin banyak juga keuntungan yang bisa kamu keruk. Mumpung masih muda dan belum punya banyak tanggungan yang menyita gaji, jangan ragu untuk mulai berinvestasi mulai saat ini.

Masih bingung harus investasi apa? Hipwee pernah membahas skema investasi yang paling cocok dijajal oleh anak muda di artikel ini.

10. Selalu Tetapkan Pencapaian Finansial yang Ingin Diraih, Agar Kamu Semangat Mengusahakannya

Tetapkan pencapaian finansial yang ingin diraih

Tetapkan pencapaian finansial yang ingin diraih via www.theprospect.net

Masa muda adalah waktunya kamu bermimpi setinggi-tingginya dan bekerja sekeras mungkin untuk mewujudkannya. Dengan umur belia dan kemampuan yang kamu miliki, tidak ada yang tidak mungkin untuk kamu raih. Jangan takut menetapkan pencapaian finansial yang ingin kamu dapatkan, kalau perlu tuliskan besar-besar dan tempel yang mudah terlihat.

Ingin bisa beli apartemen, rumah, mobil, biayai anak yatim, sampai berangkatin orang tua haji? Semua mungkin! Kita masih muda, tenaga dan jalan kita masih amat mumpuni untuk meraih semuanya. Asal bekerja keras dan diiringi doa yang tak kalah keras, tak ada yang tak mungkin kok!

Gak susah ‘kan mengelola kehidupan finansialmu sedari muda? Semakin cepat kamu memulai, semakin besar pula kemungkinan kehidupan finansial yang rapih bisa kamu dapatkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya