3 Strategi Utama Merintis Bisnis di Era Digital, Biar Usahamu Nggak Cuma Seumur Jagung

Strategi bisnis era digital

Membangun usaha jelas tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak orang yang memiliki segudang ide dan semangat membara, tapi tidak tahu bagaimana atau kapan harus memulai. Tahun 2020 yang dipenuhi tragedi dan keterbatasan, uniknya, justru jadi pendorong bagi orang-orang untuk akhirnya berwirausaha. Ada yang dipaksa oleh keadaan karena jadi korban PHK, ada juga yang menemukan kesempatan bisnis baru seperti penjualan sepeda atau tanaman hias populer. Tren wirausaha membangun usaha kecil dan menengah ini jelas layak diapresiasi sebagai bentuk ketangguhan tersendiri di masa pandemi.

Advertisement

Namun, bagi banyak first-timer alias orang yang pertama kali menjalankan usaha, banyak sekali hal yang harus dipersiapkan dengan matang. Kegagalan untuk mempersiapkan segala kelengkapan di awal, seringkali jadi faktor penentu apakah sebuah bisnis bisa langgeng atau hanya seumur jagung. Saking kompleksnya perihal bangun-membangun usaha ini, kamu jelas akan butuh bantuan orang lain atau bahkan pihak profesional. Terlebih lagi kelengkapan usaha yang sifatnya sangat teknis atau berbasis teknologi.

Apa-apa saja sih memang kelengkapan yang perlu kamu perhatikan dalam membangun usaha? Baca sampai selesai ya, karena Hipwee juga punya penawaran menarik lo terkait hal ini di akhir artikel.

Punya ide bisnis brilian atau modal uang saja tidak cukup menjamin keberhasilan bisnismu di era digital ini. Kamu harus punya strategi digital marketing yang mumpuni untuk bisa bersaing

‘Lokasi’ jualanmu yang luasnya tidak terbatas dan terus berubah sepanjang waktu | Photo by NordWood Themes via unsplash.com

Pandemi yang sekarang kita hadapi ini,seakan-akan jadi titik balik yang mempertegas kalau bisnis atau usaha itu tidak lagi perlu toko fisik. ‘Toko’-mu bisa menjangkau jutaan orang di seluruh dunia yang sudah terkoneksi jaringan internet. Perubahan era ini jelas juga menuntut adanya perubahan strategi marketing atau pemasaran untuk memperkenalkan barang jualanmu ke khalayak luas. Dibanding mencetak ratusan atau ribuan brosur promosi, kini pemasaran lewat engagement di media sosial akan jauh lebih efektif dan efisien.

Advertisement

Di era digital sekarang, ide-ide brilian atau modal besar tetap saja tidak akan cukup jika tanpa disertai strategi pemasaran digital yang baik. Dari mulai menentukan mau buka lapak di e-commerce mana atau bikin website sendiri, sampai pilihan platform media sosial untuk ajang promosi. Produkmu bisa jadi lebih cocok dipromosikan di Facebook dibanding Instagram kan, atau sebaliknya. Layaknya jam buka toko, kamu pun harus punya strategi untuk mengelola akun-akunmu itu supaya tidak terbengkalai. Kalau terbengkalai tanpa postingan atau update, calon pembeli akan mudah sekali menganggap ‘tokomu tutup’.

Lagi-lagi demi bisa bertahan di era digital yang kompetisinya sangat ketat dan cepat, kamu perlu dengan matang mempersiapkan desain visual. Dari desain produk dan packaging, sampai layout sosmed atau situs

Karena memang semudah menggeser jari, produkmu harus bisa benar-benar menonjol dari luar dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya | Photo by cottonbro via www.pexels.com

“Don’t judge book by its cover”

Pepatah untuk tidak langsung menilai sesuatu dari tampilan luarnya saja itu memang benar, tapi nyatanya sulit sekali dilakukan di era digital dan media sosial sekarang. Dengan trending topic yang selalu berganti, serbuan headline berita baru tiap menitnya, sampai update real time dari teman atau akun gosip — siapapun akan kesulitan fokus memperhatikan sesuatu lebih dari hitungan detik. Maka dari itu, permainan visual untuk bisa menonjol dan menarik perhatian jadi strategi bisnis yang sangat penting. Jika tidak memiliki visual yang menonjol, produk dengan kualitas sebaik apapun akan dengan mudah ‘tenggelam’ dan tidak terlihat.

Foto produk, bentuk packaging, sampai desain akun sosmed jualanmu, akan menentukan seberapa kuat permainan visualmu jika diadu dengan pemilik lapak lain. Kalau tidak direncanakan dan diperhitungkan dari awal, desain-desain visual ini bisa jadi tidak seragam dan kurang harmonis.

Kelengkapan yang tidak kalah penting adalah strategi untuk terus belajar dari customer dan kesalahan masa lalu. Tapi tidak asal atau mengira-ngira saja, pakailah sistem pencatatan dan data statistik yang jelas

Yang punya data lebih lengkap, bakal lebih unggul | Photo by Alessio Zaccaria via unsplash.com

Ini rumus membangun bisnis yang sudah diyakini dari dulu: belajarlah dari customermu, belajar lah juga dari kesalahan masa lalu. Nah, tapi yang berbeda di era saat ini adalah bagaimana cara belajarnya. Berbeda dengan zaman dulu ketika nenek atau kakek kita hanya bisa mengandalkan buku catatan kas, sekarang ada berbagai teknologi dan aplikasi canggih yang bisa membantumu memonitor perkembangan usaha. Data-data yang terkumpul ini bakal jadi modal penting banget untuk mengembangkan dan memperbesar usahamu.

Dari data penjualan, mengelola stok barang, sampai catatan pengiriman, perlu kamu dokumentasikan dengan baik. Bukan hanya dicatat lo ya, tapi dipelajari dan dianalisis untuk menentukan strategi pengembangan ke depan.

Itulah hal-hal utama yang harus kamu persiapkan jika ingin merintis usaha di era digital ini. Untuk bisa memahami perilaku calon pembeli zaman sekarang, kamu memang perlu mempelajari dan mengerti perkembangan dunia digital. Melihat banyaknya calon pengusaha yang kelabakan mempersiapkan dan mengurus sendiri kelengkapan-kelengkapan di atas, ada banyak kok jasa profesional yang bisa membantu. Seperti halnya inisiasi keren dari perusahaan analisis data GDILab yang bernama UMKMLab.com, penyedia website praktis untuk usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.

UMKMLab.com bisa membantumu mengelola usaha atau tokomu dengan mudah. Cukup dengan IDR 2.695,000 per tahun, tanpa biaya admin tambahan, kamu bisa langsung dapat domain gratis untuk toko onlinemu. Semua proses mulai dari integrasi Facebook Shop dan Instagram Shop, terima pesanan, hitung ongkir, cek pembayaran sampai notifikasi ke pembeli, dilakukan otomatis. Jadi, kamu tinggal fokus ke produknya aja!

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE