Menilik Strategi di Balik Kuliner Korea yang Makin Mendunia. Film dan Drama jadi Kunci Promosinya

Strategi bisnis kuliner Korea

Kalau diperhatikan baik-baik, mewabahnya kuliner Korea di Indonesia sudah terjadi beberapa tahun belakangan. Makin lama, kuliner dari Negeri Ginseng ini makin mudah ditemukan. Kedai-kedai yang menjual makanan khas Korea terus bermunculan bak jamur di musim penghujan. SoHip mungkin menyadari fenomena ini; santapan Korea seperti ramyeon, jajangmyeon, kimchi, sampai tteokbokki makin akrab di telinga dan lidah dari hari ke hari.

Popularitas kuliner Korea yang meningkat drastis di luar negeri termasuk di Indonesia, ternyata nggak bisa dilepaskan dari film dan drama. Pemerintah maupun pengusaha Korea Selatan dinilai lihai mengenalkan kuliner negeri sendiri ke mata dunia. Selipan-selipan kuliner Korea dalam adegan film dan drama tampak begitu ‘halus’ sampai-sampai penonton nggak berpikir kalau itu adalah bagian dari promosi. Dampaknya pun besar, bisnis kuliner Korea makin bergeliat. Bahkan produk-produknya sering diekspor dan dijual di negara lain. Nah,  di balik kesuksesan kuliner Korea merambah dunia internasional, ada strategi-strategi jitu yang diterapkan. Apa aja? Yuk, simak!

Produksi drama seri bertema kuliner khas Korea

Cara Korea mengenalkan kuliner mereka ke luar negeri memang patut diacungi jempol. Melalui tayangan drama dan film, mereka menyelipkan beberapa kuliner khas. Ditambah dengan pengambilan adegan yang menggugah selera, penonton pasti tergoda untuk  mencicip kuliner tersebut. Terkadang kliner Korea bukancuma seliangan aja, justru dari tema besar sebuah film atau drama. Seperti dalam drama seri “Jewel in the Palace”  yang bercerita tentang koki kerajaan, penonton diajak untuk mengenal beragam masakan Korea dan cara pembuatannya.

Semenjak drama itu tayang, kuliner Korea menjadi daya tarik wisatawan. Makanan-makanan tradisional Korea membuat wisatawan penasaran dan pengin menjajalnya. Gelombang wisatawan mancanegara yang datang ke Korea bebera waktu silam disinyalir sebagai dampak dari melejitnya drama Korea di luar negeri.

Menggaet selebritas populer sebagai duta kuliner

Artis Korea jadi duta kuliner atau pariwisata | Photo by Republic of Korea via www.flickr.com

Sampai detik ini budaya Korea masih digandrungi terutama anak muda. Bukan cuma layar lebar dan layar kecilnya aja, musik Korea yang dikenal dengan K-Pop semakin laris-manis di pasaran. Alhasil selebritas Korea pun mendulang sukses di dalam dan luar negeri. Lantaran popularitas kian tinggi, para selebritas kerap dijadikan duta kuliner atau duta pariwisata.

Contohnya, grup perempuan Wonder Girls sempat menjadi Duta Makanan Korea. Artis ternama Song Joong Ki pernah didapuk jadi Duta Kehormatan Pariwisata, Sebelumnya, posisi itu dipegang ole Lee Min Ho. Sosok mereka yang dikenal dan tak jarang jadi panutan, dinilai potensial untuk mendukung image-building kuliner Korea di dunia internasional.

Kuliner Korea selalu dimasukkan adalam adegan drama atau film

Unsur masakan Korea di drama | Photo by Pxhere via pxhere.com

Strategi jitu orang-orang Korea Selatan untuk memantik rasa penasaran orang terhadap kuliner Korea adalah lewat medium drama dan film. Nggak susah menemukan drama atau film dengan unsur masakan Korea. Misalnya, drama “Pasta”, “Dringking Solo”, “Let`s Eat”, “King of Baking Kim Tak Goo, dan masih banyak lagi. selain itu, kepiawaian artis melakoni adegan makan atau masak kuliner Korea pun tak sembarangan. Mereka harus bisa menampilkan mimik yang pas dan menyentuh agar penonton makin terbawa suasana. Sehingga penonton seolah ikut merasakan kelezatan kuliner itu. Bikin ngiler~

Sajikan kelezatan kuliner Korea lewat acara masak-masak di televisi

Selain drama dan film, acara masak-masak di televisi  punya pengaruh besar terhadap penyebaran kuliner Korea. Sejauh ini acara masak-masak Korea tak hanya diminati orang Korea sendiri. Penonton dari luar negeri pun menunjukkan minat yang tinggi. Acara semacam itu dianggap efektif menyebarkan kuliner Korea karena acara memasak dikemas dengan interaktif. Salah satu acara masak-masak populer adalah Youn`s Kitchen.

Bahkan mereka cukup cerdik dengan menjangkau penggemar budaya Korea di Indonesia. Pasalnya, acara “Youn`s Kitchen” sempat mengambil latar di Gili Trawangan, Lombok. Secara nggak langsung Korea pengin menunjukkan kedekatan dua budaya nih. Rasa dekat ini mendorong orang Indonesia untuk lebih tahu kuliner Korea.

Gandeng food vlogger yang kerap bikin konten mukbang

Food vlogger | Photo by Wikimedia via commons.wikimedia.org

Sejak dunia digital berkembang pesat, promosi bisnis semakin gampang. Hanya dengan bermodalkan platform online, pemilik bisnis bisa mendekatkan produk ke konsumen. Media sosial menjadi salah satu wadah promosi yang cukup menjanjikan. Nah, Korea pun melakukan hal sama. Supaya promosi kuliner Korea makin optimal, Korea menggandeng food vlogger yang sering menampilkan konten mukbang, acara makan.

Coba perhatikan deh, banyak sekali food vlogger asal Korea di YouTube. Mereka punya keunikan masing-masing sebagai andalan. Kesamaan mereka adalah mempopulerkan masakan Korea mulai dari pembuatan sampai proses makan. Saat melihat video mukbang yang seringkali viral secara global, penonton pasti menelan ludah karena tergiur lezatnya makanan Korea.

Gelar festival makanan tradisional Korea

Festival gimjang | Photo by USAG- Humphreys via www.flickr.com

Acara-acara konvensional seperti festival makanan nyatanya masih dipertahankan Korea sampai sekarang. Di samping promosi via digital, Korea menggelar festival yang dikenal dengan gimjang. Ritual pembuatan kimchi secara massal ini menyita perhatian orang-orang dari berbagai negara. Apalagi kimchi makin digemari banyak orang. Melihat antusiasme yang tinggi, Korea mengundang pengunjung dari negara lain.

Upaya-upaya Korea untuk mempopulerkan kuliner ke masyarakat dunia berdampak positif pada perekonomian dalam negeri. Bukan hanya dunia wisata aja, dunia bisnis pun berkembang cukup memuaskan. Produk-produk kuliner kian diminati. Pun merek kuliner Korea semakin punya nama. Langkah Korea ini bisa banget dicontoh oleh pelaku bisnis dan pemerintah Indonesia lo untuk membawa produk lokal naik ke level internasional.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day