4 Fase Menstruasi yang Menjawab Rasa Penasaranmu Kenapa Cewek Bisa Moody Setiap Saat

fase menstruasi yang memengaruhi perubahan emosi cewek

Setiap bulannya, para cewek mengalami peluruhan sel telur yang nggak terbuahi alias menstruasi. Meski menstruasi sudah jadi tamu bulanan, nyatanya masih banyak cewek yang nggak tahu apa yang terjadi di tubuh mereka saat si tamu ini datang. Padahal, kalau sudah paham gimana proses terjadinya menstruasi, kamu bakal lebih memaklumi saat tubuhmu mulai lemas, jerawat banyak muncul, payudara sakit, dan hal-hal lain yang dialami saat menstruasi. Nggak cuma itu, kamu pun bisa menyiasatinya agar tidak sampai bikin emosi jiwa.

Advertisement

Nah, buat para cewek, pengetahuan tentang fase-fase menstruasi dengan masing-masing keunikan dan efeknya ke tubuh dan emosi ini penting banget buat kamu baca. Yuk!

1. Fase menstruasi atau atau pendarahan (hari ke 1-5), di fase ini tubuhmu lagi di titik terendahnya. Lemes banget bawaannya!

keluar darah haid via www.medicalnewstoday.com

Ini adalah fase di mana kamu mengalami pendarahan, biasanya berlangsung selama 1-5 hari. Ada juga yang berlangsung sampai 7 hari, tapi masih normal kok. Di fase ini, hormon progesteron turun drastis. Lapisan rahim luruh dan keluar dalam bentuk darah haid sekitar 10-80 ml. Rahim dan otot-otot perut berkontraksi untuk mengeluarkan darah haid, inilah yang bikin perutmu kram.

Kondisi fisikmu lagi di titik terendah nih, jangan heran kalau kamu cenderung lemas dan pengennya guling-guling terus. Tapi, jangan lalu tiduran di kamar aja, lakukan gerakan ringan seperti jalan-jalan atau melihat pemandangan. Banyak-banyak makan dan minum ya karena di fase ini kamu lagi butuh banyak energi.

Advertisement

2. Fase folikular/ pra ovulasi (hari ke 1-13), nafsu makan lagi turun nih sementara mood-mu mulai meningkat

Mood dan otak lagi bagus nih! via www.entrepreneur.com

Pada fase ini, kelenjar pituitari melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH), yang merangsang folikel dalam ovarium untuk tumbuh menjadi dewasa (matang), dan hanya akan ada 1 folikel saja yang berubah menjadi sel telur. Lapisan dinding rahim yang sempat luruh akan menebal kembali. Selain itu, estrogen dan testosteron juga mulai meningkat selama fase ini.

Peningkatan hormon ini bakal beri kamu dorongan energi, juga meningkatkan mood dan otak. Testosteron akan merangsang libidomu sedangkan estrogennya bikin kamu lebih terbuka dan menekan nafsu makannya. Bisa jadi kamu merasa lebih tegas dan berani mengambil risiko.

3. Fase ovulasi (hari ke-14), sel telur udah matang dan siap dibuahi nih! Kamu pun lagi cantik-cantiknya di fase ini

Advertisement

lagi cantik-cantiknya via www.walldevil.com

Ovulasi adalah puncak dari semua kerja keras tubuh selama fase menstruasi sebelumnya. Melalui produksi homron LH (luteinizing hormone)sel telur yang sudah matang akan dilepaskan dari folikel di ovarium ke saluran tuba dan akan bertahan selama 12-24 jam. Fase ini umumnya terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi, tapi masa ovulasi setiap cewek nggak sama, tergantung siklus menstruasinya masing-masing. Juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penurunan berat badan, stres, sakit, diet dan olahraga.

Pada fase ini estrogen dan testosteron lagi di puncak-puncaknya. Kamu akan merasa lebih percaya diri, kulit berasa halus dan cantik, sehingga akan lebih mudah untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Plus, gairah seks akan berada di puncak tertinggi!

4. Fase luteal (hari ke 15-menstruasi lagi), sel telur yang nggak dibuahi bakal hancur, perasaanmu kembali stabil

banyak makan via www.rd.com

Pada fase luteal adalah fase menstruasi terakhir, korpus luteum bakal terbentuk pada ovarium bekas folikel setelah ditinggal sel telur yang hancur (karena nggak dibuahi sperma). Fase luteal dimulai pada hari ke-15 dan berlangsung sampai kamu kembali menstruasi. Di fase ini, estrogen dan testosteron akan menurun, sebaliknya progesteron kembali diproduksi untuk mempertahankan dinding rahim (endometrium).

Progesteron adalah hormon anti kecemasan alami, sehingga kamu akan berada pada suasana perasaan yang ‘stabil’ setelah ‘menggebu-gebu’ pada fase ovulasi. Di fase ini, kamu bisa merasakan gejala PMS seperti keinginan makan karbohidrat yang tinggi, perut kembung, sakit kepala, cemas dan murung. Nggak lama lagi dari gejala-gejala ini, maka datanglah menstruasi berikutnya.

Begitulah fase menstruasi yang dialami cewek secara umum. Perlu kamu ketahui bahwa siklus menstruasi pada setiap cewek itu berbeda-beda, bahkan seorang cewek sendiri bisa mengalami siklus menstruasi yang berbeda setiap bulannya. Makanya, sedari dini, kenali tubuhmu sebaik-baiknya agar kamu bisa mengantisipasi jika ada hal-hal yang nggak wajar terjadi, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

CLOSE