7 Tips Menjalani Hidup Minimalis ala Marie Kondo si Ratu Kerapihan

Tanpa disadari, banyak orang di sekitar kita memiliki kebiasaan gemar mengoleksi barang-barang yang sebetulnya tidak diperlukan sama sekali. Bahkan setiap kali pergi berbelanja, ada saja barang yang dibeli tanpa menimbang manfaatnya.

Advertisement

Ujung-ujungnya, barang-barang tersebut justru menimbulkan permasalahan baru seperti tidak pernah digunakan atau bingung harus disimpan di mana dan berakhir diletakkan secara asal. Makin deh membuat hidup jadi ribet. Jika hal tersebut sedang Sobat Hipwee alami, maka sudah saatnya beralih ke gaya hidup minimalis. Seni hidup minimalis dikenalkan Marie Kondo melalui metode KonMari.

Pakar sekaligus konsultan tata ruang asal Jepang itu mengajak orang-orang untuk berbenah rumah dengan cara yang unik. Alih-alih membuang barang, Marie Kondo merekomendasikan kita untuk merapihkan dan menyimpan barang-barang tersebut. Berikut 7 tips hidup minimalis yang dibagikan Marie Kondo.

1. Ciptakan mindset mengenai hunian dan pola hidup yang ideal

Menciptakan hunian yang ideal/ Credit: Instagram @mariekondo

Selama ini, banyak orang berpikir bahwa hidup minimalis adalah tentang seberapa banyak barang yang dimiliki. Semakin sedikit barang yang ada di rumah, maka akan semakin minimalis.

Advertisement

Namun, gaya hidup minimalis ala Marie Kondo berfokus pada cara mengelola barang-barang yang berdampak negatif bagi kehidupan. Oleh karena itu, penting sekali sebelum memulai menata rumah cobalah untuk menciptakan mindset atau pandangan mengenai rumah seperti apa yang ingin dihuni dan cara merawatnya. Ketika Sobat Hipwee sudah mempunyai bayangan, maka secara otomatis SoHip mengetahui apa yang harus dilakukan.

2. Miliki komitmen yang kuat untuk merapihkan hunian dari waktu ke waktu

Berkomitmen kuat melakukan metode KonMari / Credit: Instagram @mariekondo

Kunci utama dalam memiliki hunian adalah komitmen saat merapihkannya, terutama dalam menerapkan metode KonMari. Metode yang dikenalkan oleh Marie Kondo ini tidak menuntut bahwa hunian harus bersih dan rapih seketika, melainkan butuh proses. Akan tetapi, proses tersebut dapat berjalan baik apabila dibarengi dengan komitmen yang kuat dan berkesinambungan.

Metode KonMari ini dapat dikatakan berhasil jika SoHip betul-betul serius dalam membersihkan hunian sehingga menciptakan hunian yang lebih rapih, bersih dan lebih minimalis.

Advertisement

3. Jangan membeli barang yang tidak dibutuhkan

Membeli barang-barang yang diperlukan saja / Credit: Instagram @mariekondo

Sebelum pergi berbelanja, ada baiknya mencatat daftar barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Contoh, barang apa saja yang habis atau barang apa yang perlu diganti. Dengan mengetahui barang apa saja yang dibutuhkan, maka akan semakin kecil kemungkinan membeli barang lain.

Selain itu, penting sekali untuk membuang jauh-jauh pikiran, “mungkin nanti aku memerlukan ini” saat berbelanja. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penumpukan barang-barang tidak penting di rumah dan juga menghindari pembengkakan pengeluaran belanja.

4. Simpan barang-barangmu sesuai jenisnya

Menyimpan barang sesuai jenisnya / Credit: Instagram @mariekondo

Salah satu cara menciptakan gaya hidup minimalis adalah dengan menyimpan barang sesuai jenisnya. Banyak orang di luar sana mempunyai kebiasaan menyimpan barang yang sama jenisnya di tempat berbeda-beda. Tentunya ini tidak efektif sama sekali dan akan menimbulkan masalah baru seperti kebingungan saat mencari barang tersebut ketika diperlukan.

Oleh karena itu, mulailah menyimpan barang-barangmu sesuai jenis dan fungsinya masing-masing. Misal alat-alat makan seperti sendok, garpu dan sumpit disimpan di laci-laci bersekat. Aneka ragam camilan seperti permen, cookies, dan chiki disimpan di toples-toples berbeda. Ketika SoHip berhasil melakukannya, tidak hanya menciptakan kesan rapih tetapi juga meninggalkan kesan estetik.

5. Rapihkan baju-bajumu di awal dan barang-barang sentimental di akhir

Merapihkan baju sebelum barang sentimental / Credit: Instagram @mariekondo

Dalam melakukan proses decluttering, Marie Kondo mempunyai aturan tersendiri yang mana ia akan merapihkan baju terlebih dahulu sebelum barang-barang sentimental. Baginya, apabila aturan ini dibalik maka akan semakin sulit dilakukan. Sebab, barang-barang sentimental yang sifatnya memiliki kenangan tersendiri akan jauh lebih banyak menguras waktu.

Menurut Marie Kondo merapihkan baju, melipat dan menggantungnya, membawa motivasi untuk terus bersih-bersih. Oleh karenanya, ia selalu merapihkan baju, buku, kertas akan dilakukan di awal dan menempatkan barang-barang yang sentimental di akhir.

6. Sebelum menyimpan barang, ada baiknya tanyakan pada dirimu, “Apakah barang ini akan membawa kebahagiaan jika disimpan?”

Barang-barang yang membuatmu bahagia / Credit: Instagram @mariekondo

Secara tidak langsung, metode KonMari mengaitkan unsur emosional pada diri seseorang dalam mengambil keputusan. Di sini, Marie Kondo mengajak untuk bertanya pada diri sendiri, “Apakah barang ini akan membawa kebahagiaan jika disimpan?”.

Ingat, gaya hidup minimalis adalah bagaimana dirimu menciptakan hunian terasa lega dan nyaman untuk ditinggali. Maka, tidak perlu segan-segan untuk melepaskan barang-barang yang sekiranya tidak bermanfaat dan tidak membawa kebahagiaan dalam hidup.

7. Mengucapkan terima kasih pada barang yang akan kamu lepaskan

Mengucapkan terima kasih pada barang yang akan disingkirkan / Credit: Instagram @mariekondo

Metode KonMari mengajakmu untuk fokus pada barang-barang yang ingin kamu simpan dan menghargai barang-barang yang membawa kebahagiaan pada dirimu. Pun hal tersebut juga berlaku pada barang-barang yang akan kamu lepaskan. Pilah dan pilih barang yang akan kamu singkirkan dan jangan lupa ucapkan terima kasih. Mungkin terdengar sedikit aneh, tapi percayalah dengan melakukannya akan membuat dirimu merasa lebih baik.

Nah, itulah beberapa tips gaya hidup minimalis Marie Kondo yang bisa banget Sobat Hipwee terapkan ketika berbenah rumah. Semoga bermanfaat ya, SoHip.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE